Truth 25 Maret 2010 “Mengakhiri Pertandingan dg Baik”

Baca: 2 Timotius 4:7–8

Alkitab dalam setahun: Lukas 19–20

Pukul 7  malam tanggal 20 Oktober 1968, hanya beberapa penonton yang tersisa di Stadion Olimpiade Mexico City, dalam nomor lari maraton di Olimpiade ke-19. Pemenangnya sudah melewati garis finis lebih dari satu jam yang lalu, dan pelari-pelari terakhir pun sudah tiba dan meninggalkan lintasan. Para penonton yang masih tersisa mulai beranjak pergi, ketika sirene tiba-tiba berbunyi. Seorang pelari terakhir masuk ke stadion dengan terpincang-pincang. Kakinya dibalut dan masih bercucuran darah akibat kecelakaan di pertandingan. Namanya John Stephen Akhwari dari Tanzania. Saat dengan menahan sakit ia mencapai garis finis, para penonton pun berdiri, bertepuk tangan dan bersorak sorai, seakan-akan dialah pemenangnya. Seorang penonton bertanya kepada Akhwari, mengapa ia tidak berhenti saja ketika ia terluka, dan tidak mungkin mendapatkan medali. Akhwari menjawab, “Negara saya tidak mengirimkan saya sejauh 7000 mil untuk memulai pertandingan, tetapi mengirimkan saya sejauh 7000 mil untuk mengakhirinya.”

Sebagai anak-anak Tuhan, kita juga diikutsertakan-Nya dalam pertandingan yang wajib bagi kita (Ibr. 12:1). Dan Tuhan Yesus mengikutsertakan kita ke dalam pertandingan ini bukan hanya untuk memulainya, tetapi yang terpenting, untuk mengakhirinya dengan baik.

Dalam hal ini, Rasul Paulus memberi teladan kepada kita. Pertama, ia mengatakan bahwa ia telah mengakhiri pertandingan dengan baik. Maksudnya, ia telah menang dalam perjuangannya melawan Iblis, dunia, dosa, dan kedagingan. Kedua, ia telah mencapai garis akhir. Ia telah mencapai tujuan akhir dalam maraton hidup, menjalankan kehendak Tuhan. Kekristenan bukanlah lari sprint (jarak pendek), melainkan maraton. Sebagai lari jarak jauh (42,195 km) maraton membutuhkan stamina yang sangat tinggi, latihan yang sangat berat, dan kegigihan yang luar biasa. Kebanyakan pelari tidak berusaha untuk menang. Mereka hanya berusaha mencapai garis finis, karena itu pun sangat sulit dicapai. Ketiga, Paulus telah memelihara iman. Ia tetap setia kepada Majikan Agungnya dan Injil yang murni, sesuai dengan yang diikrarkannya.

Sebagai hadiahnya, Tuhan telah menyediakan mahkota kebenaran (ay. 8). Dan itu bukan hanya untuk Paulus, melainkan untuk kita juga, asalkan kita merindukan kedatangan Tuhan, yang dibuktikan dengan mengikuti teladan Paulus: dengan gigih dan pantang menyerah terus berlari hingga kita mengakhiri pertandingan dengan baik, mencapai garis akhir dan memelihara iman.

Mind Map Mengakhiri Pertandingan dg Baik

Yang terpenting bukanlah memulai pertandingan, tetapi mengakhirinya dengan baik.

Bagikan melalui:
Tagged . Bookmark the permalink.

Comments are closed.