Truth 1 April 2010 “Murid Yesus”

Baca: Yohanes 1 : 35-51

Alkita dalam setahun : Imamat 14 – 15

Ada catatan penting yang mungkin terlewat saat kita membaca yang dikisahkan Alkitab mengenai murid-murid Yesus yang pertama. Pertama, mungkin kita mengira bahwa beberapa nelayan seperti Petrus dan Andreas bertemu Yesus secara kebetulan, lalu dengan rela mereka meninggalkan jalanya begitu saja, dan mengikut Yesus. Tetapi dalam ayat-ayat yang kita baca ini, jelas bahwa Andreas telah terlebih dahulu menjadi murid Yohanes Pembaptis, jadi ia telah belajar untuk taat belajar sebagai murid. Ketika Yohanes mengatakan di ay. 36, “Lihatlah Anak Domba Allah!” Andreas terdorong mengikut Yesus , sebab Andreas sudah terbiasa mempelajari Firman dan sudah belajar mengenai Mesias yang dinantikan itu dari kesaksian-kesaksian Yohanes. Jadi Andreas tidak mendadak menjadi murid Yesus, tetapi ia sudah melalui proses yang panjang ingin bertemu Mesias.

Hal kedua kita dapati dari Filipus dan Natanael yang juga dipilih Yesus menjadi muridNya. Dalam dialog Filipus dengan Natanael di ay. 45, ternyata Filipus selama ini juga mencari Mesias. Filipus mengerti kitab Taurat dan informasi dari para nabi. Lagi-lagi Alkitab mengajar kita bahwa keputusan mengikut Yesus bukan fenomena mandadak, namun ternyata dilandasi oleh sebuah pengertian bahwa Yesus ialah Sang Mesias, jalan kehidupan dan keselamatan. Pengertian ini dibangun dari pengenalan akan Tuhan memalui proses panjang mempelajari Kitab Suci.

Apabila kita berpikir bahwa mengikut Yesus itu mudah, itu benar, dalam arti bahwa kita tinggal memutuskan unutk taat dan mengikut Dia. Namun marilah secara dewasa kita melangkah untuk tidak hanya berkata di bibir, tetapi dengan tekad di hati untuk membayar harganya. Andreas memberi contoh bahwa ia sudah bertekad menjadi murid sebelumnya, sehingga ketika Sang Mesias tampil, ia langsung bersedia mengikutNya.

Filipus dan Natanael sudah mencari Mesias sekian lama, sehingga secepatnya mereka berdua menyambar tawaran untuk mengikut Yesus. Jadi keputusan menjadi murid Yesus membutuhkan pondasi dan proses yang kuat untuk mencari jalan kehidupan, tidak serta-merta oleh fenomena jiwa semata. Filipus dan Natanael tidak mencari jalan untuk menyelesaikan masalah kehidupan jasmani mereka.

Jika kita mengikut Yesus karena kita mencari penyelesaian masalah-masalah ekonomi, pekerjaan, keluarga, jodoh dan sebagainya, marilah bertobat sekali lagi. Sebab seperti para murid Yesus yang pertama, seharusnya motivasi kita ingin memperoleh Jalan Keselamatan, walaupun itu berarti mempertaruhkan segalanya.

Mind Map Murid Yesus

Menjadi murid Yesus berarti mempertaruhkan segalanya,

bukan memperoleh segalanya

Bagikan melalui:
Tagged . Bookmark the permalink.

Comments are closed.