Man of God

2 September 2010

Baca: 1 Yohanes 2:15–19

Alkitab dalam setahun: 2 Raja-raja 23–25

Mind Map Man of God

Mind Map Man of God

Banyak orang ternyata tertipu oleh dirinya sendiri. Mereka merasa sudah di dalam keselamatan, padahal belum. Yohanes mengatakan mereka sebagai “berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita” (ay. 19). Bila kita memperhatikan ay. 15–17, dapat ditarik kesimpulan bahwa mereka adalah orang-orang yang mengasihi dunia, sehingga kasih kepada Bapa tidak ada di dalam mereka. Mereka mudah murtad meninggalkan Tuhan ketika ada bujukan dosa atau datang aniaya. Mereka termasuk golongan orang yang tidak setia.

Orang-orang yang mengasihi dunia ini akan tertolak, bersama-sama dengan mereka yang memusuhi Tuhan Yesus. Karena itulah mereka disebut “banyak antikristus” (ay. 18). Berkenaan dengan ini Tuhan Yesus menunjukkan dalam Mat. 24:45–51, ada hamba-hamba Tuhan yang senasib dengan orang-orang munafik. Saat Tuhan Yesus datang, hamba-hamba Tuhan yang tidak melakukan tugasnya dengan baik akan dianggap sama dengan orang berdosa. Seharusnya mereka mengambil bagian dalam pelayanan, tetapi mereka tidak melakukannya.

Sayangnya banyak orang Kristen yang tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka berkondisi seperti ini. Mereka beranggapan, karena tidak melakukan pelanggaran dosa yang dinilai salah oleh manusia sekitarnya, Tuhan tidak punya alasan untuk membuang mereka ke neraka. Padahal Tuhan menginginkan mereka agar sempurna. Sempurna seperti Bapa—artinya menjadi “man of God” atau manusia Ilahi (1Tim. 6:11).

Sekalipun tidak melakukan kejahatan yang membuatnya pantas masuk penjara dan tidak disebut sebagai penjahat, tetapi di mata Tuhan banyak orang yang menyebut dirinya Kristen sebenarnya masih merupakan orang-orang yang tidak setia. Tidak masuk penjara bukan berarti tidak akan masuk neraka. Banyak orang yang baik di mata orang belum baik di mata Tuhan, bahkan jauh dari target yang dikehendaki-Nya. Ironisnya, tak jarang keadaan mereka yang tidak dicap sebagai penjahat itu membutakan mata pengertian mereka, sehingga banyak orang tidak merasa perlu berubah, bertumbuh dan semakin sempurna seperti yang dikehendaki Tuhan—yaitu menjadi man of God. Menjadi man of God berarti memiliki pertumbuhan untuk mengalami kesempurnaan moral Bapa. Inilah keselamatan yang sesungguhnya, saat orang berdosa diubahkan menjadi manusia Allah (man of God). Dengan memahami target ini, kita akan lebih sungguh-sungguh menjalani hidup Kekristenan dengan penuh gairah.

Menjadi man of God berarti memiliki pertumbuhan

untuk mengalami kesempurnaan moral Bapa.

Comments are closed.

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Visitor
Visits today: 23
Who's Online

12 visitors online now
4 guests, 8 bots, 0 members
Map of Visitors
Powered by Visitor Maps

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Content Protected Using Dynamic Blog Protector By: How To Make Money.

Switch to our mobile site