Kesudahannya

30 Juli 2010

Baca: Mazmur 73:3–19

Alkitab dalam setahun: 2 Samuel 22–24

Mind Map Kesudahannya

Mind Map Kesudahannya

Mazmur 73 ditulis oleh Asaf mengungkapkan pertanyaan yang kerap kita tanyakan: mengapa orang jahat berkeadaan baik dan hidup enak, sementara orang benar mengalami kesusahan? Namun ia memperoleh jawabannya setelah melihat kesudahannya. Maka tidak perlu kita cemburu terhadap orang jahat yang hidupnya tampak lebih beruntung. Allah adil dan memperhitungkan segala sesuatu.

Kata “kesudahan” di ayat 17 dalam bahasa aslinya ditulis אַחֲרִיתּ (akhărîth), yang juga bermakna “masa depan”, “saat terakhir”. Jadi kita belajar bahwa Iblis sangat cerdik dan licik, sebab ia menyembunyikan akhir dari suatu perjalanan. Ia menyembunyikan apa yang menanti, apabila manusia memilih untuk mengikutnya. Mungkin kita berpikir, tidak banyak manusia yang memilih untuk mengikut Iblis. Kenyataannya tidak demikian, sebab orang yang tidak mau mengikut Tuhan secara otomatis menjadi pengikut Iblis.

Apakah kesudahan perjalanan pengikut Iblis yang disembunyikan itu? Itulah neraka, yang juga di Perjanjian Baru digambarkan dengan istilah “ratap tangis dan kertak gigi”. Ini menunjuk keadaan seseorang yang terpisah dari hadirat Tuhan selamanya. Sayangnya akhir-akhir ini tidak sering terdengar lagi khotbah mengenai neraka. Membahas tentang neraka dianggap kuno, bukan zamannya lagi, dan tidak lagi menarik di telinga orang modern. Orang menganggap soal neraka tidak perlu dibicarakan, toh orang Kristen tidak akan masuk neraka.

Kalau soal neraka tidak perlu dibicarakan, tidakkah itu berarti orang Kristen terjerat tipuan Iblis yang menyembunyikan kesudahannya? Itu bentuk penyesatan yang sangat kuat memengaruhi banyak orang sehingga mereka menjadi tidak waspada lagi terhadap bahaya yang sangat besar dalam kehidupan ini yaitu api kekal. Banyak orang Kristen dibutakan sehingga masa bodoh dengan akhir kehidupannya nanti. Ia menjalani roda hidupnya seolah-olah tidak ada masalah, dan merasakan segala sesuatu berjalan dengan baik, aman dan tidak ada bahaya. Ia lupa bahwa suatu hari kelak ia harus bertanggung jawab atas seluruh kehidupannya, yaitu keputusan-keputusan dan pilihan-pilihannya.

Bagaimana mata hati kita bisa dicelikkan? Saat kita mengerti kebenaran-kebenaran inti dari Firman Tuhan, kita menjadi semakin bijaksana untuk memandang hari esok. Kita semakin berhati-hati dan tidak ceroboh dalam kehidupan ini, agar di saat terakhir nanti kita bertemu Allah yang berkata, “Baik sekali hamba-Ku yang baik dan setia; Masuklah dalam kebahagiaan Tuhanmu.”

Waspadalah dengan Iblis yang menyembunyikan kesudahannya,

dan bijaksanalah untuk memandang hari esok.

One Response to “Kesudahannya”

  • Indrastono Dwi Atmanto:

    Sungguh menyedihkan, banyak gereja-gereja telah mengabaikan/meninggalkan azas-azas (basic principle) kekristenan, dan mengejar kenikmatan (baik rohani maupun jasmani). Khotbah-khotbah tentang pertobatan, teguran, peringatan, didikan, kewaspadaan, kepekaan, kewajiban…dst diganti dengan hedonisme. Sudah saatnya “back to Bible”, supaya kita tidak tersesat.

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Visitor
Visits today: 23
Who's Online

13 visitors online now
4 guests, 9 bots, 0 members
Map of Visitors
Powered by Visitor Maps

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Content Protected Using Dynamic Blog Protector By: How To Make Money.

Switch to our mobile site