Kejujuran

10  September 2010

Baca: Yohanes 1:19–28

Alkitab dalam setahun: 2 Tawarikh 25–27

Mind Map Kejujuran

Mind Map Kejujuran

Pada suatu kesempatan perkenalan di suatu pertemuan, seorang bapak memperkenalkan dirinya sebagai seorang pengacara yang bekerja di kantor hukum terkenal di kota asalnya. Dan ia bercerita bagaimana sibuknya ia menangani kasus-kasus yang sedang marak terjadi di tengah masyarakat kota. Tidak disangka, penulis juga mempunyai teman yang menjadi rekan kerja pengacara di kantor tersebut. Pada kesempatan lain, tatkala bertemu dengan sang teman, penulis menanyakan apakah ia kenal dengan bapak tersebut. Saudara, jawaban yang saya dengar sangatlah mengejutkan: ternyata bapak tersebut hanyalah satpam di kantor pengacara itu.

Hari ini kita membaca mengenai kesaksian Yohanes tentang dirinya sendiri. Ada hal menarik yang kita temui untuk kita pelajari, yaitu, kejujuran Yohanes Pembaptis sebagai utusan. Ia tidak memanfaatkan kedudukannya tersebut. Ketika orang bertanya apakah ia Elia, Yohanes menjawab bukan. Ditanya apakah ia nabi yang akan datang, ia menjawab bukan. Ditanya apakah ia Mesias, apa lagi? Jawabnya, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun, ‘Luruskanlah jalan Tuhan!’ seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.

Semestinya Yohanes Pembaptis adalah orang yang cukup terkenal, karena ia anak imam Zakharia. Bahkan kelahirannya pun sangat dahsyat, sangat spekatakuler. Saat itu Elisabet sudah tidak mungkin memiliki anak, dan bahkan Zakharia sempat menjadi bisu akibat tidak percaya akan kehamilan istrinya. Masyarakat tentu tahu dan masih ingat peristiwa tersebut. Namun kalau saat itu orang masih bertanya, “Siapakah engkau?” ini berbicara mengenai “Apa panggilanmu?”, “Apa kedudukanmu?”, bukan soal identitas sosial. Ia menuding dengan tegas, “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepadamu bahwa engkau dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?” (Mat.3:7).

Ini suatu pelajaran yang sangat berharga. Kalau Tuhan memakai kita dan membuat kita luar biasa, kita harus menjaga diri. Bila kita menjadi terkenal, terhormat, dan diunggulkan, berhati-hatilah. Jangan pernah mengambil keuntungan di balik semua keagungan, kehormatan dan keunggulan yang kita miliki. Kita harus sadar bahwa kita hanya utusan, yang tak mungkin lebih besar dari Dia yang mengutus kita. Yesus sendiri berkata, “Bapa-Ku lebih besar dari pada-Ku….” (Yoh. 14:28) Mari belajar dari Yohanes Pembaptis, yang tidak lupa siapa dirinya dan apa statusnya. Sebagaimana Tuhan Yesus ajarkan, “Katakanlah, ‘Aku hanyalah hamba yang tidak berguna, aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan.’”

Kita harus jujur dan tidak boleh mengambil keuntungan di balik

keagungan, kehormatan dan keunggulan yang kita miliki.

Comments are closed.

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Visitor
Visits today: 23
Who's Online

13 visitors online now
4 guests, 9 bots, 0 members
Map of Visitors
Powered by Visitor Maps

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Content Protected Using Dynamic Blog Protector By: How To Make Money.

Switch to our mobile site