9 September 2014: Asal Tuhan Saja

Banyak orang yang sebenarnya sesat tetapi mereka tidak menyadari kesesatan tersebut. Hal ini disebabkan sikap permisif atau sikap pembenaran terhadap cara hidup dunia yang dianggapnya sebagai suatu kewajaran. Mereka belum mengarahkan diri kepada Tuhan, yaitu bagaimana bisa menikmati Tuhan secara pribadi dan tidak menggantungkan suasana jiwa kita pada materi atau apa pun. Untuk itu harus memiliki kesediaan meninggalkan dunia ini. Kesediaan meninggalkan dunia inilah yang sangat sulit dijalani. Meninggalkan dunia artinya berhenti berharap bahwa dunia bisa membuat hidup terasa lengkap atau utuh. Ini adalah hal yang sulit dilakukan khususnya orang-orang yang sudah berlimpah materi. Terkait dengan hal ini barulah kita mengerti benar mengapa Tuhan Yesus mengatakan sukar sekali orang kaya masuk Surga (Mat. 19:24-30). Bukan berarti kaya materi itu salah. Kesalahan terdapat pada sikap hati kita terhadap kekayaan materi bukan kekayaan itu sendiri.

Seharusnya hidup terasa lengkap dan utuh bila kita benar-benar dalam persekutuan dengan Tuhan dan hidup dalam perkenanan-Nya. Pada umumnya kalau seseorang sedang jatuh miskin atau di tempat bagian bawah, ia bisa mencari Tuhan dan mengesankan bahwa Tuhan segalanya, tetapi ketika sudah menjadi kuat secara finansial, relasi dan kekuatan yang lain, maka ia tidak lagi mengarahkan hidupnya kepada Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang sebenarnya belum bertobat. Banyak orang merasa sudah bertobat tetapi sebenarnya belum. Fokus hidup mereka masih materi. Sebenarnya dunia dalam arti materi tidak jahat bila tidak menjadi tujuan, tetapi kalau menjadi tujuan maka berarti menyembah iblis. Iblis tidak bisa dinikmati, oleh sebab itu dirinya diwakili oleh materi dunia ini (kekayaan materi, kehormatan, keinginan daging yang tidak sesuai dengan kehendak Allah). Iblis mengarahkan manusia supaya menjadikan semua itu sebagai kebahagiaan. Prinsip ini namanya ABT (Asal Bukan Tuhan). Seharusnya orang percaya miliki gairah yang kuat untuk mengingini Tuhan sebab Tuhan adalah pribadi yang sangat nyata yang bisa dinikmati. Untuk ini dituntut sebuah sikap ekstrim terhadap Tuhan Yesus. Sikap ekstrim tersebut dibangun di atas prinsip ATS (Asal Tuhan Saja). Asal Tuhan Saja artinya segenap hidup dipersembahkan kepada Tuhan dan menghayati bahwa hanya pada Tuhan seseorang mengalami damai sejahtera dan sukacita yang sejati. Tidak ada sukacita dan damai sejahtera di luar Tuhan Yesus.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.