9 November 2014: Kepalsuan Yang Merusak

Kuasa jahat berusaha menarik manusia untuk dapat menjadi sekutunya. Salah satu cara jitu yang digunakan adalah membuat manusia tidak menemukan Tuhan. Kepalsuan yang disuarakan yang bisa merusak bangunan hidup kekristenan yang benar adalah ketika kekristenan diajarkan sebagai agama dengan berbagai atribut. Hal ini membuat banyak orang Kristen tidak bisamenjadi militan seperti orang-orang Kristen abad mula-mula. Mereka juga pasti tidak akan mampu mengikuti gaya hidup Tuhan Yesus. Sebagai akibatnya, kekayaan materi menjadi tujuan hidup. Kalau mereka adalah pembicara di mimbar, mereka akan menyesatkan banyak orang supaya alam semesta, bumi dengan segala isi dan keindahannya ini menjadi tujuan. Inilah yang dilakukan Iblis terhadap Tuhan Yesus pada awal pelayanan-Nya. Iblis membujuk Tuhan Yesus untuk menyembahnya dengan menjanjikan memberi imbalan keindahan dunia. Tuhan Yesus dengan tegas menolak. Kalau Tuhan Yesus mengingini dunia ini berarti Ia menyembah Iblis. Jadi kalau seorang mengagumi dunia dan terpikat di dalamnya maka ia telah menyembah Iblis (Luk. 4:5-8). Padahal manusia harus menyembah Tuhan Allah saja dan hanya kepada-Nya manusia berbakti.

Kalau seseorang menjadikan materi sebagai tujuan hidupnya, maka pikirannya menjadi tumpul. Ia tidak akan mampu memahami kebenaran Firman Tuhan. Kebodohannya membutakan rohaninya sehingga ia tidak penah mengenal dan menemukan Tuhan. Dengan demikian dapat dimengerti betapa besar dampak dari sikap hidup materialisme dalam kehidupan orang percaya. Demikianlah faktanya, banyak orang yang menggulirkan hari hidupnya untuk memburu pemenuhan kebutuhan jasmani semata-mata. Mereka tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka capai dan miliki, sementara kehidupan rohaninya semakin gelap. Kondisi ini dipertahankan sampai kematian, sehingga mereka tidak pernah menemukan Tuhan. Inilah orang-orang yang tidak menjadi kaya di hadapan Tuhan seperti dalam Lukas 12:20-21. Orang yang tidak kaya di hadapan Tuhan dalam Injil Lukas 12 tersebut adalah orang yang suk­ses dalam bisnis dan karirnya, ia seorang yang terhormat dan disegani manusia, tetapi di hadapan Tuhan di kekekalan ia adalah orang gagal yang terbuang untuk selamanya. Sejatinya banyak orang seperti orang kaya dalam Lukas 12:16-21 ini tetapi mereka tidak menyadari keadaan tersebut. Mereka seperti domba kelu dibawa ke pembantaian. Kita harus menyadarkan mereka.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.