9. Ciptaan Yang Telah Rusak

MANUSIA ADALAH CIPTAAN yang telah rusak. Kitab Kejadian 3 mengungkapkan sejarah kejatuhan manusia ke dalam dosa. Kerusakan manusia mengakibatkan keadaan manusia tidak lagi seperti maksud semula manusia diadakan atau diciptakan. Manusia tidak akan mampu lagu untuk selalu bertindak sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan, sebagai akibatnya manusia kehilangan kemuliaan Allah.1 Dalam hal ini yang memberi kemuliaan pada manusia adalah kemampuannya untuk selalu bertindak sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan. Keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus bermaksud mengembalikan manusia kepada maksud tujuan manusia diciptakan. Hal ini sama dengan bahwa manusia hendak dikembalikan ke rancangan semula Allah. Ini adalah proses penting yang harus berlangsung dalam kehidupan orang percaya, lebih penting dari segala kegiatan yang dapat dilakukan oleh manusia.

Oleh sebab itu hendaknya kita tidak berpikir bahwa kita sudah selamat karena sudah menjadi orang percaya yang datang ke gereja. Banyak orang Kristen sesat karena merasa bahwa dirinya sudah selamat secara total atau penuh. Mereka belum mengerti kebenaran, bahwa seseorang bisa dikatakan selamat kalau mampu bertindak sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan. Pada dasarnya kita semua belum mencapai perbaikan sampai pada taraf yang memuaskan Tuhan tersebut. Oleh sebab itu kita tidak boleh merasa puas diri dengan tingkat kerohanian yang telah kita capai. Kita harus selalu merasa miskin di hadapan Tuhan artinya selalu merasa bahwa kita belum menjadi manusia seperti yang dikehendaki oleh Allah.2 Hanya orang yang merasa miskin (merasa bahwa dirinya belum memuaskan hati Bapa) yang berusaha terus menerus untuk dapat memuaskan hati Bapa. Sehingga seluruh kegiatan hidupnya di bumi ini hanya terfokus kepada hal tersebut. Setiap orang Kristen harus disadarkan bahwa mereka belum mencapai tujuan keselamatan secara ideal. Hal ini akan mendorong mereka mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar.3 Dalam Filipi 2:5-12 dinyatakan bahwa mengerjakan keselamatan berarti memiliki pikiran dan perasan seperti Kristus.4 Pikiran dan perasaan Kristus dalam teks aslinya adalah phroneo (φρονέω) yang juga bisa berarti mindset (cara berpikir).

Hidup di bumi ini bagi umat pilihan adalah hanya untuk memperbaiki diri agar dilayakkan masuk ke dalam kehidupan akan datang yang adalah hidup sesungguhnya. Selama tujuh puluh sampai sembilan puluh tahun masa hidup adalah perjalanan untuk mengalami sekolah kehidupan. Hal ini sama dengan proses transformasi. Sangat disayangkan banyak orang yang menghabiskan umur hidupnya dibumi hanya untuk studi, karir, bisnis, uang, harta, kehormatan, membangun keluarga dan berbagai cita-cita serta keinginannya sendiri. Semua hal tersebut seharusnya bukan sebagai tujuan tetapi sebagai alat untuk mengabdi kepada Tuhan. Tetapi oleh karena standar hidup manusia pada umumnya demikian, maka banyak orang Kristen pun ikut terbawa arus pengaruh dunia dengan bergaya hidup tersebut. Mereka lebih tertarik dengan bayak urusan ketimbang urusan mengenai proses dipulihkannya manusia pada maksud penciptaan yaitu menjadi manusia yang mampu selalu bertindak sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan.

Pelayanan pekerjaan Tuhan harus berorientasi pada tujuan manusia diciptakan. Jika tidak, maka gereja tersebut telah menjadi lembaga agama yang hanya untuk kepentingan pribadi atau kepentingan lembaga. Gereja seperti ini melegalisir jemaat bahwa mereka semua sudah selamat, sementara jemaat boleh hidup seperti wajarnya manusia lain hidup. Gereja seperti itu mendukung dalam doa agar jemaat dapat hidup secara normal dan memiliki kelebihan berkat materi serta ketenangan hidup seperti yang didambakan oleh semua insan pada umumnya. Tuhan dipromosikan sebagai Tuhan yang baik, melindungi dan memberkati, asal jemaat memuji-muji nama-Nya dan memberikan dukungan keuangan ke gereja. Ini adalah penyesatan yang harus dihindari.

1) Roma 3:23 ; 2) Matius 5:3 ; 3) Filipi 2:12 ; 4) Filipi 2:5-7

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.