9. Baptisan Roh Kudus

BAPTISAN DALAM KEKRISTENAN adalah lambang kematian. Seorang yang memberi diri dibaptis harus meninggalkan cara hidup lama yang sama dengan anak-anak dunia, dan mengenakan gaya hidup Tuhan Yesus. Jadi, orang yang memberi diri dibaptis dalam nama Tuhan Yesus harus belajar hidup seperti Tuhan Yesus hidup. Hal ini juga ditegaskan oleh Paulus dalam Roma 6:4, “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru”. Bagi orang percaya baptisan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus atau dalam nama Tuhan Yesus Kristus berarti kesediaan untuk hidup sebagai warga Kerajaan Surga dengan hukum Kerajaan-Nya, yaitu kehendak Allah.

Bagaimana dengan Baptisan Roh Kudus? Tentu saja sejajar dengan makna baptisan yang dijelaskan di atas. Bahwa baptisan membawa seseorang kepada suasana hidup yang baru atau cara dan gaya hidup yang berbeda dari sebelumnya. Baptisan Roh Kudus lebih berarti dan lebih mulia dari baptisan-baptisan yang ada sebelumnya. Dengan baptisan Roh Kudus, umat pilihan Allah yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, memasuki dekade baru dalam kehidupan yang tidak pernah dialami oleh manusia sebelum Tuhan Yesus. Allah diam dalam kehidupan orang percaya. Jadi, inti baptisan Roh Kudus adalah pertama, kehidupan orang percaya yang diubahkan terus menerus oleh pekerjaan Roh Kudus guna memenuhi rencana Allah Bapa. Rencana Allah Bapa adalah membinasakan pekerjaan Iblis dengan mengubah manusia menjadi sempurna seperti diri Allah Bapa, yang mana hal ini telah ditunjukkan oleh Tuhan Yesus. Inti visi utama kedua Roh Kudus yang diutus oleh Bapa dan Anak yaitu agar membawa orang percaya kepada segala kebenaran.1 Roh Kudus akan membuka pikiran orang percaya untuk mengenal kebenaran. Kebenaran inilah yang memperbaharui seseorang sehingga tidak serupa dengan dunia. 2

Kebenaran itu juga yang memerdekakan. Roh Kudus menolong orang percaya untuk memiliki kehidupan yang sempurna seperti tuntutan bagi anak-anak Allah yang harus seperti Bapa.3 Dengan kehidupan yang bertumbuh, maka membuat seseorang menjadi seperti Tuhan Yesus atau menjadi corpus delicti. Dengan hal ini orang percaya menggenapi rencana Allah.

Selanjutnya orang percaya harus menjadi saksi, artinya untuk membuktikan kebenaran karya keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus dan membawa orang lain juga menjadi sempurna seperti Bapa. Untuk menjadi saksi Tuhan atau meneruskan tugas dari Bapa yang diestafetkan oleh Tuhan Yesus kepada orang percaya, Roh Kudus memberi segala karunia yang dibutuhkan untuk membangun jemaat-Nya.4 Secara ideal, mestinya karunia Roh bukan untuk orang yang belum dewasa, tetapi untuk mereka yang benar-benar sudah bisa mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan. Karunia diberikan bukan untuk kepentingan pribadi tetapi untuk kepentingan pekerjaan Tuhan yang besar. Dalam beberapa gereja telah terjadi penyimpangan, bahkan sampai penyesatan. Karunia Roh diajarkan sebagai pelengkap kehidupan pribadi demi kesenangan atau merasa menjadi lebih lengkap, lebih diurapi Roh Kudus, lebih rohani dan lebih dianggap sebagai dekat dengan Tuhan atau sudah menjadi orang Kristen yang sejati.

Dua fungsi utama Roh Kudus seperti yang dijelaskan di atas sering dibiaskan atau diselewengkan oleh pikiran orang-orang Kristen tertentu yang tidak mengerti kebenaran yang murni. Bila berbicara mengenai Baptisan Roh Kudus, biasanya yang mereka persoalkan adalah tanda-tandanya. Kadang justru tanda-tanda baptisan –seperti berbahasa atau tanda-tanda fisik lainnya- dipersoalkan dengan keras, tetapi buah roh yang menjadi tujuan utama hidup kekristenan tidak ditonjolkan. Sebagai akibatnya, fungsi utama kehadiran Roh Kudus dalam dunia terabaikan. Dengan cara ini gereja disesatkan.

1) Yohanes 16:13 ; 2) Roma 12:2 ; 3) Matius 5:48 ; 4) 1Korintus 14:12,26

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.