8. REALITAS YANG BELUM DISINGKAPKAN

Neraka adalah kata yang sering disebut-sebut, tetapi banyak orang tidak tahu apa sebenarnya neraka itu? Memahami neraka, kita sebagai orang percaya, harus melandaskannya pada Alkitab sebagai satu-satunya sumber yang tidak bisa digantikan oleh apa pun. Berhubung lebih banyak berita mengenai neraka dari berbagai sumber yang didengar orang Kristen, maka banyak orang Kristen yang tidak memiliki pemahaman yang benar mengenai neraka. Dalam hal ini kita harus berpendirian bahwa tidak ada kebenaran di luar Alkitab. Pendirian ini adalah harga mati yang tidak boleh dikurangi apalagi diubah.

Dalam bahasa Yunani kata neraka terjemahan dari gehenna (γέεννα). Kata gehenna, kemungkinan yang paling dekat berasal dari kata dalam bahasa Ibrani ge hinom. Disinyalir oleh beberapa ahli, kata ge hinom berarti “meratap”. Kata ge hinom ini bisa bertalian dengan kata ben-Hinom. Kata ben-Hinom dapat kita jumpai di beberapa bagian dalam Alkitab Perjanjian Lama (Yos. 15:8; Neh. 11:30). Ben-Hinom adalah sebuah lembah atau sebuah daerah yang permukaannya rendah di bagian selatan Yerusalem. Di sini terdapat pusat penyembahan berhala pada zaman raja-raja (2Raj. 23:10). Di tempat inilah diselenggarakan persembahan korban yang menggunakan anak-anak sebagai sarananya kepada Dewa Molokh (2Taw. 28:3; 33:6). Tentu saja ini adalah hal yang menjijikkan di hadapan Tuhan.

Karena upacara-upacara yang pernah diadakan di tempat tersebut, maka tempat dan nama itu menjadi lambang api neraka. Api yang digunakan membakar anak-anak yang dikorbankan bagi dewa Molokh memberi inspirasi mengenai neraka. Tempat tersebut juga dikenal sebagai “lembah pembunuhan atau pembinasaan” (Yer. 7:31-32 the valley of Slaughter). Berbicara mengenai ge hinom, kesan yang ditimbulkan adalah kengerian, hukuman dan murka Allah.

Bagi orang Yahudi kata gehenna mempunyai pengertian tempat penghukuman bagi orang-orang berdosa. Kata gehenna biasanya hampir selalu menunjuk tempat penyiksaan. Tempat yang disediakan bagi orang-orang jahat. Dalam Alkitab bahasa Indonesia “gehenna” yang diterjemahkan “neraka”, ditulis sebanyak dua belas kali, sebelas di antaranya diucapkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Kata gehenna sering disertai keterangan tambahan yang dikalimatkan dengan “api yang menyala-nyala” atau kata “api”. Hal ini menunjukkan bahwa tempat ini adalah tempat hukuman kekal (Ing. everlasting punishment). Gehenna ini bisa menunjuk tempat terakhir penghukuman setelah penghakiman. Kata gehenna dalam bahasa Inggris diterjemahkan “hell”.

Konsep tentang tempat penghukuman yang diilustrasikan secara dramatis mengerikan ini baru muncul dalam Perjanjian Baru. Di Perjanjian Lama tidak ditulis dengan jelas fakta mengenai penghukuman yang mengerikan atas manusia yang terpisah dari hadirat Allah yang dibakar dalam api kekal. Ketidakjelasan ini bisa dimengerti karena karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus belum dinyatakan, nasib manusia belum jelas. Di Perjanjian Lama, realitas surga juga belum jelas, se-bagaimana realitas neraka yang juga belum jelas.

Dalam Perjanjian Lama, “dunia orang mati” diterjemahkan Syeol, tetapi dalam Perjanjian Baru diterjemahkan Hades. Hades dapat dibagi dua bagian, ada bagian yang tidak menakutkan dan tidak menyakitkan, seperti tempat Abraham dan Lazarus. Tetapi juga ada bagian sebaliknya. Kata syeol selalu dianggap menjadi tempat yang tidak nyaman. Namun demikian, syeol tidak diilustrasikan secara dramatis mengerikan seperti gehenna. Sejatinya dalam Perjanjian Baru gehenna inilah tempat pembuangan permanen bagi mereka yang tidak diperkenan tinggal dalam Kerajaan Bapa. Tempat terakhir atau final orang yang terpisah dari hadirat Allah. Gehenna baru ada setelah kebangkitan dari Syeol atau Hades, yaitu ketika manusia sudah memiliki tubuh kebangkitkan. Sesungguhnya Gehenna adalah bumi yang akan hangus dalam nyala api. Inilah yang Alkitab katakan sebagai lautan (danau) api.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.