8. Nurani

DALAM BAHASA INDONESIA kata nurani ini sangat besar kemungkinan berasal dari bahasa Timur Tengah. Dalam bahasa Arab terdapat kata nur artinya cahaya, terang. Dari kata inilah terbangun kata nurani. Kata lain nurani dalam teks bahasa Indonesia adalah suara hati. Dalam Bahasa Ibrani terdapat kata yang bertalian dengan kata nur yaitu kata neer artinya cahaya. Dalam teks Ibrani neharah ( נהְרָָה ) yang bertalian dengan kata neer. Dalam hal ini, sejak dulu sudah terdapat pemikiran bahwa hati nurani menunjuk kepada terang atau cahaya yang memberikan keinsyafan kondisi moral seseorang. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (W.J.S Poerwadarminta) hati nurani artinya hati yang telah mendapat cahaya atau terang Tuhan.

Dalam bahasa Latin nurani atau hati nurani ini terjemahan dari “conscientia”, kata ini berasal dari kata kerja scire yang artinya mengetahui dan awalan con yang berarti bersama-sama dengan atau turut. Jadi conscientia berarti turut mengetahui untuk menunjukkan kesadaran. Kata conscience menjadi asal kata dalam bahasa Inggris, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai hati nurani atau suara hati. Kata ini sejajar dengan kata dalam bahasa Yunani. Dalam Perjanjian Baru baik hati nurani maupun suara hati diterjemahkan suneidesis (συνείδησις). Kata suneidesis sebenarnya berasal dari dua kata sun artinya bersama atau turut serta, adapun eido artinya mengetahui. Jadi suneidesis berarti ikut bersama tahu. Dalam bahasa Inggris kata suneidesis dapat diterjemahkan coperception (bersama memahami) dan moral consciousness (kesadaran moral). Memahami pengertian etimologi (asal usul kata) hati nurani atau suara hati tidaklah cukup. Hati nurani juga berarti the mind (as the interiorself atau bagian pikiran yang dalam). Hati nurani memuat ekstraksi dari semua pengertian kebenaran atau filosofi yang diserap seseorang. Letaknya pada bagian terdalam dalam pertimbangan manusia. Pengertian lengkapnya harus dibedah secara mendalam dalam tulisan ini.

Dalam Perjanjian Lama kata “hati nurani” hanya terdapat dalam Mazmur 16:7. Kata itu dalam teks aslinya adalah kilyah ( כּלְִיהָ ). Kata ini berbentuk jamak yang berarti kidneys (ginjal). Hal ini sungguh menarik sekali, bahwa ginjal dalam tubuh manusia berfungsi mengeluarkan dan memisahkan produk buangan metabolisme dari darah. Betapa pentingnya ginjal bagi tubuh manusia. Tanpa ginjal maka darah tidak bisa bersih sehingga tubuh akan teracuni. Ini sama dengan hati nurani yang bisa berfungsi memisahkan apa yang baik dan buruk. Kata kilyah juga berarti rein (kekang atau pengontrol). Hati nurani adalah pengontrol sikap dan perilaku kehidupan seseorang.

Pada umumnya suara hati diberi pengertian sebagai suatu dorongan keinsyafan batin yang dimiliki seseorang untuk mengambil keputusan. Ini menunjuk adanya suatu kemampuan khas yang ada pada manusia dari fenomena moralnya untuk menimbang dan mengukur. Oleh karena besar peranan hati nurani ini maka orang percaya bertanggung jawab mewarnai kepribadiannya atau sama maknanya dengan mendewasakan hati nuraninya. Dalam hal ini tidak ada anugerah untuk dapat mewarnai kepribadian, sebab hal itu tergantung langkah hidup masing-masing individu setiap saat dalam perjalanan hidup ini. Tuhan sudah menyediakan anugerah-Nya kepada orang percaya sebagai potensi untuk mengubah karakter. Potensi itu adalah Roh Kudus yang menuntun orang percaya kepada segala kebenaran, Injil kebenaran dan penggarapan Tuhan melalui segala perkara.1 Urusan mengubah karakter secara terus menerus dan signifikan haruslah menjadi hal utama dalam hidup ini. Sebab hal ini sangat menentukan bagaimana wajah kepribadian seseorang dimana kualitas kepribadian menentukan nasib kekal seseorang.

1)Roma 8:28

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.