8 November 2014: Potensi Yang Luar Biasa

Tuhan memberi potensi dan kesempatan manusia untuk dapat menemukan Tuhan di singkat umur hidupnya di bumi ini. Semua fasilitas yang Tuhan berikan harus digunakan hanya untuk menemukan Tuhan. Fasilitas kehidupan yang Tuhan taruh pada manusia sangat mengagumkan, yaitu fisik atau tubuh manusia dengan semua komponen dan metabolismenya benar-benar sangat menakjubkan. Juga unsur rohani atau jiwa yang tidak kelihatan termasuk di dalamnya kecerdasan dan perasaan yang manusia miliki, sangat sangat menakjubkan. Semua itu merupakan fasilitas yang memampukan manusia untuk berinteraksi dengan Allah. Fasilitas tersebut sebenarnya tidak ternilai harganya karena begitu luar biasa. Ini harus diterima sebagai kepercayaan yang Allah Bapa berikan kepada manusia.

Manusia diciptakan dengan keberadaan seperti Penciptanya sendiri atau segambar dengan Allah (Kej. 1:26-27). Hal ini merupakan potensi atau kemampuan yang diberikan Allah kepada manusia agar manusia dapat bersekutu dengan Tuhan atau dapat mengimbangi Tuhan yang Mahacerdas dan Mahabijaksana. Dengan keadaan manusia yang luar biasa ini, manusia bisa menjadi partner yang bisa berinteraksi (hubungan timbal balik) dengan Tuhan dalam kekekalan. Kalau manusia menggunakan potensi yang ada padanya untuk yang lain atau kurang digunakan untuk menemukan Tuhan, berarti sebuah pengkhianatan atau pemberontakan. Bisa dimengerti betapa jahatnya manusia yang diberi potensi Allah untuk berinteraksi dengan Tuhan, tetapi ternyata potensi tersebut digunakan untuk yang lain. Penyalahgunaan karunia ini akan berakibat sangat fatal, seseorang akan terbuang dari hadirat Allah selamanya. Hal ini sama dengan dinihilisasi atau ditiadakan potensi tersebut untuk selamanya.

Alam semesta dengan segala fasilitasnya juga sangat menakjubkan. Semua keagungan ini sebenarnya hanya merupakan sarana untuk terjadinya suatu perjumpaan antara setiap individu manusia dengan Tuhan semesta alam yang Mahaagung. Oleh sebab itu alam semesta dengan segala kekayaannya yang indah ini tidak boleh menjadi tujuan. Tujuan hidup kita adalah Tuhan dan pemerintahan-Nya dalam hidup kita. Setelah kita memiliki kehidupan yang bersekutu dengan Tuhan secara benar dan hidup dalam pemerintahan-Nya, maka barulah kita bisa menikmati segala sesuatu yang diciptakan-Nya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.