8. AGO

FIRMAN TUHAN jelas sekali mengatakan bahwa orang-orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak-anak Allah. Kata dipimpin dalam teks aslinya adalah ago (ἄγω) yang artinya dipimpin dengan berpegangan tangan atau berjalan bersama menuju suatu arah tujuan tertentu. Dipimpin Roh Kudus bukan sesuatu yang sederhana. Membutuhkan atau menuntut kesediaan seseorang mengubah seluruh cara berpikir dan arah hidupnya agar dapat berjalan seiring dengan Roh Kudus. Pimpinan Roh Kudus bukanlah pemaksaan. Kalau seseorang bersedia dipimpin maka ia akan hidup dalam pimpinan, tetapi kalau seseorang menolak pimpinan-Nya maka Roh Kudus akan undur. Seperti peristiwa di Kejadian 6:1-4 -ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia dan memilih jodoh sesuka hati mereka-

Roh Allah tidak bisa mencegahnya, karena anak-anak Allah tidak mau menuruti kehendak Roh.

Untuk memahami pengertian “dipimpin Roh Allah”, hendaknya kita meneliti kitab Roma 6. Bagi orang yang percaya, penyelamatan oleh korban Tuhan Yesus memberikan kemerdekaan, artinya orang percaya tidak lagi hidup dibawah hukum dosa dan maut. Orang percaya adalah orang-orang yang berkeadaan bisa menjadi manusia yang sempurna seperti Tuhan Yesus. Sebelum ada pengorbanan Tuhan Yesus, manusia tidak bisa berkeadaan seperti ini sebab semua ada di bawah hukum dosa dan maut. Tuhan Yesus menggenapi apa yang seharusnya dilakukan oleh Adam dan memikul kesalahan yang dilakukan oleh manusia. Dalam hal ini tuntutan keadilan dipenuhi, bahwa setiap kesalahan harus menerima hukuman dari Allah Bapas sehingga manusia dimerdekakan. Sekarang orang percaya tidak lagi terikat harus melakukan hukum (Taurat), sebab justru hukum itu merangsang manusia berbuat dosa.1 Oleh penyelamatan Tuhan Yesus, orang percaya menerima Roh (yang dimateraikan di dalam diri orang percaya) yang menuntun orang percaya untuk hidup

dalam pimpinan Roh sehingga dapat melakukan kehendak Allah. Dengan melakukan kehendak Allah, berarti mencakup melakukan seluruh hukum Allah.

Oleh pengorbanan Tuhan Yesus, orang percaya menerima Roh Allah dan menjadi milik Kristus. Oleh pimpinan Roh, orang percaya diarahkan untuk memikirkan hal-hal yang dari Roh. Kalau manusia masih hidup dalam arena hukum, maka manusia masih memikirkan hal-hal yang dari daging. Dalam hal ini keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus memindahkan cara berpikir manusia. Dari berpikir hal-hal daging kepada hal-hal yang dari Roh. Dengan keadaan ini orang percaya tidak dirangsang untuk melanggar hukum, tetapi diarahkan memikirkan hal-hal dari Roh. Roh (Roh Kudus) oleh Injil yang mengubah orang percaya memiliki cara berpikir yang sangat berbeda dengan orang-orang pada zaman Perjanjian Lama. Dengan cara hidup seperti inilah maka manusia (yang mengikuti pimpinan Roh) bisa hidup berkenan, sebab tidak hidup menuruti daging.

Setiap orang percaya harus hidup dalam pimpinan Roh. Hidup menurut Roh seperti hutang yang harus dibayar. Setiap orang percaya harus membayarnya. Hidup dalam pimpinan Roh bukan sesuatu yang otomatis bisa berlangsung. Orang percaya harus menggunakan kehendak bebasnya untuk dipimpin Roh Kudus. Itulah sebab Firman Tuhan berkata: “Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup”.2 Dari pernyataan ini jelas bahwa hidup menurut Roh adalah panggilan yang harus dipenuhi. Orang percaya harus menghayati bahwa dirinya bukan miliknya sendiri, harus berusaha tidak serupa dengan dunia ini dan berusaha mengerti kehendak Tuhan dengan belajar Injil yang adalah kuasa Allah yang menyelamatkan.3

1) Roma 7 ; 2) Roma 8:12-13 ; 3) Roma 1:16-17; 12:1-2

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.