7. TEMPAT ISTIMEWA

PAULUS YANG BISA dikatakan sebagai “orang saleh Tuhan” menulis agar jemaat mengikuti teladannya, sebagaimana Paulus mengikuti teladan Kristus.1 Dan memang pada akhirnya semua orang percaya tanpa kecuali harus mengikuti teladan Tuhan Yesus.2 Ini berarti setiap orang percaya memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan yaitu sebagai anak-anak Tuhan dan memiliki standar yang sama yaitu menjadi kudus seperti Tuhan Yesus Kristus sehingga semua orang percaya memiliki strata yang sama. Dalam kehidupan umat Perjanjian Baru tidak lagi ada perbedaan strata sebab memang semua orang percaya adalah imamat-imamat yang rajani atau berkerajaan.3 Kata imamat yang rajani dalam teks aslinya adalah basileion hierateuma (Yun. βασίλειον ἱεράτευμα). Hal ini menunjuk bahwa kita adalah pelayan-pelayan dalam Kerajaan Bapa di surga. Dalam teks bahasa Inggris kata hierateuma ada yang menerjemahkan sebagai musketeers (pengawal atau hulu balang). Kalau di dalam Injil terdapat orang-orang yang dikhususkan Tuhan untuk memberitakan Injil ke segala penjuru tempat, hal ini bukan berarti mereka adalah orang-orang yang lebih istimewa dari yang lain. Pada zaman itu memang sangat dibutuhkan orang-orang seperti itu, sebab Injil baru dihadirkan. Kalau kita tertumbuk dengan sosok Petrus, Paulus dan beberapa nama lain, kita harus memahami bahwa mereka bukan hanya seorang penginjil tetapi seorang rasul. Mereka adalah orang-orang istimewa yang di abad-abad selanjutnya sukar sekali ditemukan padanannya. Barangkali setelah itu tidak pernah ada yang pantas disebut rasul. Hal ini dikemukakan agar di dalam kehidupan orang Kristen tidak ada strata.

Semua orang percaya yang ditelah ditebus oleh darah Tuhan Yesus adalah milik Tuhan yang harus melayani Tuhan dengan segenap hidup yang dimilikinya. Itu berarti semua anak tebusan adalah hamba-hamba Tuhan yang mengawal pekerjaan Tuhan atau Kerajaan Surga. Adalah penyesatan dan pembodohan kalau dikesankan bahwa di gereja ada kelompok imam dan awam, ada kelompok hamba Tuhan dan bukan hamba Tuhan, ada kelompok laskar Tuhan dan bukan laskar Tuhan. Padahal semua orang percaya adalah imam, hamba Tuhan dan laskar-Nya. Pembedaan tersebut membuat orang percaya tidak “all out” hidup bagi Tuhan. Mereka membatasi diri sebab merasa bahwa mereka tidak memiliki tempat yang istimewa bagi Tuhan. Setiap orang percaya harus mempersembahkan hidupnya tanpa batas bagi Tuhan. Itu adalah ibadahnya yang sejati. Itulah liturgi kehidupannya. Hendaknya ibadah yang sejati tidak digantikan dengan “kebaktian atau misa atau liturgi” di hari Minggu dalam gereja. Liturgi orang percaya seharusnya segenap perjalanan hidupnya melalui segala hal yang dilakukan.

Berkenaan dengan hal ini perlu kita perhatikan tulisan Paulus dalam Efesus 4:11-13, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus”. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ada orang-orang yang dipakai secara istimewa oleh Tuhan menjadi alat-Nya, yaitu para nabi dan rasul (jumlahnya juga terbatas), tetapi penginjil, gembala dan pengajar jumlahnya besar sekali di sepanjang sejarah gereja. Tuhan memberikan atau mengutus hamba-hamba-Nya agar setiap orang percaya -sebagai orang-orang kudus- dapat melayani Tuhan dengan segenap hidup yang dimilikinya. Pembangunan tubuh Kristus artinya setiap orang percaya berperan untuk menggenapi rencana Allah di dunia ini. Sebab setiap orang percaya memiliki tempat khusus dan istimewa untuk mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya. Sampai kita semua -artinya semua orang yang terpilih- mencapai kesatuan iman, yaitu sama-sama memiliki kebenaran yang murni dari Alkitab, kedewasaan seperti yang Tuhan kehendaki seperti Kristus. Jawatan dalam gereja dengan panggilan khusus diutus oleh Tuhan untuk mempersiapkan pejabat-pejabat dalam Kerajaan Bapa di surga.

1) 1Korintus 4:16; Filipi 3:17 ; 2)Yohanes 13:15; 1Petrus 2:21 ; 3)1Petrus 2:9

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.