7. TAKUT YANG BENAR

Tidak jelasnya berita mengenai neraka membuat orang percaya tidak gencar memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Kedahsyatan kengerian api neraka yang dipahami dengan benar sejatinya pasti mengobarkan gairah untuk memindahkan sebanyak mungkin jiwa dari ancaman api kekal neraka ke dalam keselamatan dalam Yesus Kristus. Sebaliknya, tidak jelasnya berita mengenai neraka mengurangi bahkan meniadakan sikap serius menangani dosa dalam diri sendiri dan dalam kehidupan orang lain. Orang yang menyadari betapa dahsyatnya kengerian neraka akan berusaha menghindarkan diri dari neraka tersebut dan berusaha agar orang lain juga terhindar dari neraka. Itulah sebabnya diselenggarakan pekerjaan misi dan pelayanan pendewasaan atau penggembalaan. Penggembalaan ini termasuk mengajarkan kebenaran secara lengkap dan utuh agar memiliki pemahaman yang benar terhadap isi Alkitab, sehingga membangun kegentaran akan Allah yang benar.

Berita yang jelas tentang neraka memfokuskan proyeksi perjalanan hidup Kekristenan kepada Kerajaan-Nya. Surga bukan menjadi tempat pembuangan yang terpaksa dimasuki karena kematian, tetapi obyek kerinduan utama, tempat di mana kita bertemu dengan kekasih jiwa kita, Tuhan Yesus Kristus. Itulah Kerajaan Terang yang penuh kebahagiaan, damai Allah dan tiada air mata dukacita. Hal ini akan semakin menjauhkan kita dari neraka. Dalam hal ini yang penting bagi orang percaya adalah kesetiaan untuk tetap ada di jalan Tuhan sampai mati. Hanya orang yang setia sampai mati yang akan diselamatkan.

Berita mengenai neraka menciptakan nuansa kegentaran terhadap Allah, sehingga menguatkan hati takut yang dahsyat dan benar akan Dia. Tentu saja ini bukan satu-satunya alasan atau bukan alasan utama untuk takut akan Tuhan, sebab takut akan Allah harus dibangun di atas dasar mengasihi dan menghormati Dia. Namun bagaimanapun berita mengenai neraka akan memperkuat kegentaran kita akan Allah. Bila kita memperhatikan Matius 10:28, jelas sekali Tuhan memberikan peringatan sekaligus ancaman: Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Tuhan Yesus tegas berkata: takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Tuhan menghubungkan takut akan Tuhan dengan kuasa Tuhan yang dapat membuang manusia ke dalam neraka. Walau tidak secara langsung dan jelas, bagaimanapun ayat ini merupakan ancaman halus yang menggiring manusia kepada pertobatan agar selamat. Jadi, berita mengenai neraka memperingatkan manusia agar manusia mengembangkan hati yang takut akan Dia supaya luput dari neraka tersebut. Dengan demikian dibutuhkan keseimbangan pengajaran antara neraka dan surga.

Banyak orang memiliki pemahaman yang salah mengenai dunia di balik kubur, atau tempat manusia setelah meninggalkan tubuh fananya atau setelah meninggal dunia. Pada umumnya orang berpendirian bahwa setelah orang mati, maka ia segera langsung masuk surga, yaitu bagi yang berkelakuan baik; sedangkan bagi mereka yang jahat langsung masuk neraka. Tetapi sejatinya, setelah orang mati ia tidak langsung masuk surga atau langsung masuk neraka, tetapi di dunia orang mati (Hades) sebagai penampungan sementara. Mereka ada di dalam penampungan sampai pada hari kebangkitan.

Neraka adalah tempat terakhir bagi manusia yang namanya tidak terdapat dalam Kitab Kehidupan, yaitu setelah penghakiman terakhir. Bagi orang percaya atau yang berkelakuan baik, setelah mati mereka dibawa ke sebuah tempat penampungan sementara yang nyaman atau yang dikenal sebagai “pangkuan Abraham”. Setelah kebangkitan Tuhan membawa mereka ke dalam Kerajaan-Nya. Bagi orang yang berkelakuan jahat, setelah mati mereka dibawa ke sebuah tempat penampungan sementara yang tidak nyaman. Dan setelah kebangkitan mereka dibuang ke neraka.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.