7 September 2014: Berkiblat Secara Penuh

Banyak orang Kristen tidak mengerti tujuan hidupnya atau mungkin merasa sudah menangkap atau mencapai tujuan sehingga tidak berkiblat ke arah yang benar (panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus). Mereka merasa sudah menjadi orang Kristen yang baik dengan pergi ke gereja atau mengambil bagian dalam pekerjaan pelayanan gereja. Inilah penyesatan yang terjadi dalam kehidupan banyak jemaat Kristen karena kebodohan yang dibangun dari theologia atau ajaran yang salah. Dalam tulisannya yang lain Paulus menunjukkan usahanya untuk mencapai tujuan dengan mengatakan: Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak (1Kor. 9:27). Kata ditolak dalam teks aslinya adalah adokimos (ἀδόκιμος), yang memiliki beberapa pengertian antara lain: failing to stand the test (gagal untuk bertahan dalam ujian) hal ini sama dengan didiskualifikasi atau dipandang tidak layak atau tidak pantas. Dari tulisan menunjukkan bahwa kalau Paulus tidak melatih tubuhnya dan menguasai seluruhnya, ia pun juga bisa ditolak.

Paulus menunjukkan kiblatnya kepada Tuhan yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus dengan sangat jelas sekali. (Flp. 3:13-14). Kalau orang percaya tidak berkiblat secara teguh, maka ia tidak akan mencapai tujuan. Karena sudah merasa mencapainya atau merasa pasti bisa dengan mudah mencapainya maka tidak memiliki pergumulan yang serius untuk mencapainya. Jadi kalau seorang Kristen tidak berusaha sungguh-sungguh untuk mengenal kebenaran Tuhan dan berusaha untuk berkenan berarti ia tidak berkiblat kepada Tuhan. Hendaknya kita tidak seperti bangsa Israel yang akhirnya ditolak oleh Allah karena keras kepala mereka. Dalam 1 Korintus 10:5-6, 11-12 Paulus menulis bahwa semua yang terjadi pada bangsa Israel menjadi pelajaran bagi kita, artinya seperti bangsa Israel bisa gagal sampai tanah Kanaan, kita pun juga bisa gagal sampai ke Surga. Dari tulisan Paulus di atas menunjukkan bahwa ia tidak berharap apa-apa lagi dari kesenangan dunia ini. Ia hanya menujukan pikirannya kepada Tuhan dan kerajaan-Nya. Bisa dimengerti kalau kemudian Paulus juga meneruskan pernyataannya dengan tulisannya sebagai berikut: Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia..(Flp. 3:20-21).

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.