7. Sama Dengan Orang Kafir

FIRMAN TUHAN ADALAH kebenaran yang menyucikan, artinya kebenaran Firman Tuhan jika dipahami dengan benar dan dikenakan dalam hidup akan sangat berdaya guna membersihkan semua unsur kekafiran dalam kehidupan orang percaya. Doa Tuhan Yesus agar orang percaya dikuduskan oleh kebenaran maksudnya adalah agar semua unsur kekafiran dapat dilenyapkan dalam kehidupan orang percaya.1 Dalam hal ini pengudusan bukan hanya oleh darah Tuhan Yesus dimana kesalahan yang kita lakukan diampuni dan dihapus. Penyucian juga menunjuk kepada pembaharuan cara berpikir, ini berarti mengubah gaya hidup secara total. Sebagaimana Tuhan menghapus semua dosa kita tanpa disisakan, Tuhan pun menghendaki agar manusia batiniah kita benar, kudus dan tidak bercela sama sekali. Target yang dikehendaki oleh Tuhan adalah sempurna.

Tanpa disadari banyak orang percaya yang masih menyimpan unsur-unsur kekafiran dalam hidup mereka. Sisa-sisa kekafiran inilah yang sangat mengganggu pertumbuhan rohani kita untuk mengenakan kodrat Ilahi atau mengambil bagian dalam kekudusan Allah. Mengambil bagian dalam kekudusan Allah artinya bertindak seperti Allah Bapa bertindak. Perjalanan hidup sebagai orang Kristen adalah perjalanan untuk dibersihkan dari unsur kekafiran dan selanjutnya sepenuhnya mengenakan unsur Ilahi sebagai pangeran-pangeran Kerajaan Surga yang memiliki keagungan seperti Bapa.

Banyak orang Kristen berpikir bahwa atribut-atribut Kekristenan seperti pergi ke gereja mengikuti kebaktian, liturgi atau misa berarti sama dengan mengenakan Kekristenan yang sejati. Dengan pergi ke gereja mereka merasa telah memiliki unsur Ilahi dalam hidup mereka. Mereka membedakan unsur kekafiran dengan keberagamaan hanya pada kegiatan seremonial dan hukum moralnya. Mereka memandang yang tidak melakukan kegiatan ibadah seperti pergi ke rumah ibadah berarti kafir.Orang Kristen seperti ini memahami kekafiran seperti agama lain yaitu tidak percaya atau tidak mengakui Tuhan dan agama sebagai pemberian dari Tuhan. Apalah artinya mengaku percaya dan beragama tetapi tidak hidup sesuai dengan Tuhan? Percaya berarti melakukan segala sesuatu sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan. Banyak orang Kristen merasa sudah menjadi orang percaya dan merasa bukan orang kafir. Padahal faktanya mereka hidup cara orang kafir, belum hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

Kita dibesarkan dalam dunia yang semakin fasik dan sarat dengan segala unsur kekafiran yang tanpa kita sadari telah mewarnai hidup kita. Keadaan kita hari ini adalah keadaan manusia yang telah terwarnai oleh banyak unsur kekafiran. Unsur kekafiran tertulis dalam 1Yoh 2:15-17 yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Unsur-unsur ini sudah terlanjur melekat kuat dalam diri kita sampai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kepribadian atau diri kita sendiri.Kita sudah terbiasa menerima diri kita sebagai sosok manusia wajar yang sudah benar atau baik, maka yang kita lakukan hanyalah memoles. Padahal yang Tuhan kehendaki bukan memoles tetapi merobohkan sama sekali atau menumpas atau mematikan. Itulah sebabnya Tuhan mengatakan bahwa kita sudah mati.2

Kata mati di sini menunjuk bahwa keberadaan manusia lama kita harus sama sekali ditiadakan. Dalam 2Korintus 5:14-15 Firman Tuhan mengatakan bahwa yang lama sudah berlalu dan baru baru sudah terbit. Ini jelas menunjukkan bahwa manusia lama kita harus ditiadakan sama sekali. Dalam Efesus 4:22, dikatakan bahwa manusialama harus ditanggalkan. Kata ditanggalkan dalam teks aslinya adalah apotithemi (ἀποτίθημι) yang bisa berarti dilepaskan sama sekali atau dibuang. Seseorang yang masih memberi peluang unsur kekafiran hadir atau ada dalam hidupnya tidak akan pernah bisa “all out” terhadap Tuhan. Ini berarti ia tidak dapat menempatkan diri di hadapan Tuhan dengan benar dan tidak menempatkan Tuhan secara pantas dalam hidupnya.

1) Yohanes 17:17 ; 2) Kolose 3:3

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.