6. Pentakosta Dalam Latar Belakang Yudaisme

BANYAK ORANG KRISTEN sering menyebut kata Pentakosta dan merayakan hari Pentakosta, tetapi banyak mereka yang tidak mengerti apa sebenarnya Pentakosta itu. Sebenarnya Pentakosta bukan hari raya milik orang Kristen, tetapi hari raya milik orang Yahudi yang mereka sebut “khamisyim yom”1 (Ibr. חמִשִּׁ֣ים י֑וֹם ). Khamisyim artinya lima puluh, sedangkan yom artinya hari jadi khamisyim yom artinya hari kelima puluh. Disebut hari kelima puluh maksudnya hendak menunjuk kepada jumlah hari mulai dihitung dari permulaan hari raya Paskah. Paskah adalah hari raya orang Yahudi yang penting, sebab hari itu mereka memperingati peristiwa keluarnya mereka dari Mesir. Peristiwa bersejarah itu mengawali lahirnya bangsa Israel. Maka hari kelima puluh tersebut dijadikan hari raya mereka. Karena 50 hari sama dengan 7 minggu maka hari itu juga disebut “khag syavuat’ot” atau hari raya tujuh minggu.2 Hari raya ini juga disebut sebagai hari raya menuai (khag haqqatsir), juga disebut sebagai hari raya buah bungaran (yom habbbikurim). Hari raya ini dinyatakan atau diumumkan sebagai “pertemuan kudus”. Pada hari itu pria-pria Yahudi tidak bekerja seperti biasanya, mereka semua berkumpul di tempat kemah suci atau di bait Allah, yang mereka percayai sebagai tempat kudus, guna beribadah kepada Tuhan.

Hari raya Pentakosta bagi orang Yahudi adalah hari sukaria, dimana mereka mensyukuri berkat tuaian gandum sekaligus menunjukkan rasa takut dan hormat mereka kepada Yahwe. Pada hari raya tersebut mereka diperintahkan untuk membawa persembahan kepada Tuhan sebagai ucapan syukur. Hari itu juga dipergunakan oleh mereka untuk memperingati pembebasan dari perbudakan bangsa Mesir. Pada perkembangannya, hari raya ini juga dipakai untuk memperingati pemberian hukum taurat di Sinai. Orang-orang Yahudi dari perantauan pun ikut serta merayakannya. Pada hari-hari itu mereka berkumpul di Yerusalem. Tuhan memakai momentum ini untuk mendeklarasikan lahirnya gereja-Nya di Yerusalem.

Dalam bahasa Yunani “khamisyim yom” diterjemahkan hemeran tes pentekostes (ἡμέραν τῆς πεντηκοστῆς), yang artinya sama, yaitu hari kelima puluh. Rupanya Pentakosta diambil dari kata dalam bahasa Yunani ini. Tuhan memakai momentum ini yaitu peristiwa peringatan hari raya tersebut untuk menyatakan kemuliaan-Nya, yaitu turun-Nya Roh Kudus yang dijanjikan sebagai “pentahbisan gereja Tuhan”.3 Pada hari Pentakosta tersebut murid-murid berkumpul di Yerusalem untuk berdoa dan berpuasa, Tuhan mencurahkan Roh Kudus sebagai pengenapan nubuatan nabi Yoel.3 Dalam peristiwa tersebut turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Tuhan sengaja menyertakan tanda-tanda yang spektakuler pada peristiwa Pentakosta tersebut dimaksudkan agar masyarakat Yahudi pada waktu itu dan dunia pada umumnya bisa melihat bukti penggenapan apa yang dikatakan Yohanes Pembaptis mengenai Tuhan Yesus. Yohanes Pembaptis membaptis dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Tuhan Yesus -yang datang kemudian dan lebih berkuasa dari Yohanes- akan membaptiskan dengan Roh Kudus dan dengan api.4

Pada waktu itulah murid-murid dipenuhi Roh Kudus dan mulai berkata dalam bahasa-bahasa lain (Yun. lalein heterais gloossais; λαλεῖν ἑτέραις γλώσσαις). Lalein heterais gloossais bisa berarti bahwa murid-murid Yesus berbicara dalam berbagai bahasa yang mereka sendiri tidak pernah belajar, tetapi lalein heterais gloossais juga adalah berbahasa dalam satu bahasa (yang ada di dunia) yang dimengerti oleh banyak orang dari berbagai kelompok, seolah-olah murid-murid itu berbicara dalam bahasa mereka. Inilah menjadi hari kelahiran gereja Tuhan di dunia. Mata dunia dibuka untuk melihat peristiwa besar yaitu pencurahan Roh Kudus sebagai konfirmasi bahwa karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus adalah jalan keselamatan dari Tuhan dan Allah telah menggenapi semua perjanjian dan nubuatan-Nya.

1) Imamat 23:16 ; 2) Keluaran 34:22; Ulangan 16:10 ; 3) Kisah 2:17-21 ; 4) Matius 3:11

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.