6. MENOLAK TUNTUNAN TUHAN

Tidak ada bangsa di dunia yang memiliki sejarah yang lebih hebat dari bangsa Israel. Kehebatan sejarah bangsa tersebut karena memuat rahasia pengenalan akan Allah yang benar. Bagaimana sifat-sifat Allah atau karakter Tuhan yang nampak dari tindakan-tindakan-Nya dapat ditemukan melalui dan di dalam sejarah bangsa Israel tersebut. Dari sejarah bangsa Israel, kita dapat mengambil hikmat atau pelajaran rohani supaya kita dapat bersikap benar di hadapan Tuhan dan mengerti bagaimana menjalankan hidup kita hari ini agar sesuai dengan kehendak Tuhan. Sejarah bangsa Israel bisa menjadi peta petunjuk bagaimana keberadaan sifat-sfat Allah Pencipta langit dan bumi, supaya kita bisa bersikap benar terhadap Tuhan. Warisan pengenalan akan Allah dalam sejarah bangsa itu tak ternilai harganya. Kalau orang salah memahaminya, maka harta yang tidak ternilai menjadi sesuatu yang merusak atau menghancurkan. Dalam hal ini kita harus mengerti Alkitab dengan benar. Pengajaran yang mengatakan bahwa Allah membuat manusia tidak dapat menolak anugerah-Nya (irresistible grace) dan di pihak lain bisa terbangun pengertian bahwa Allah mengunci orang dalam penetapan untuk binasa, dapat merusak harta tak ternilai tersebut.

Dari sejarah panjang bangsa Israel keluar dari Mesir ke Kanaan, kita dapat memperoleh pelajaran bagaimana menghindarkan diri dari kegagalan. Bukan hanya kegagalan bisnis, kegagalan berumah tangga, kegagalan studi dan lain sebagainya, tetapi kegagalan masuk Kerajaan Surga atau diterima di “kemah abadi”. Ini adalah kegagalan yang paling mengerikan dalam kehidupan ini. Kalau gagal yang lain hanya berdampak sementara, tetapi kalau ditolak Tuhan merupakan kegagalan fatal, abadi dan sangat dahsyat. Kebenaran tulisan dalam tema ini kiranya dapat menghindarkan kita dari kegagalan tersebut.

Tuhan menghendaki bangsa Israel agar dapat keluar dari Mesir untuk ditempatkan di Kanaan, Tanah Perjanjian. Tetapi ternyata sebagian besar bangsa itu tewas di padang gurun dan gagal menjangkau Tanah Perjanjian.1 Kegagalan tersebut apakah disebabkan oleh pihak Tuhan (karena Tuhan tidak sanggup memindahkan bangsa itu ke Mesir) atau karena bangsa Israel sendiri yang keras kepala? Fakta ini penting bagi orang percaya di zaman Perjanjian Baru, sebab Perjanjian Baru mengutip peristiwa ini sebagai pelajaran bagi orang percaya. Itulah sebabnya Perjanjian Baru memunculkan fakta ini dalam pengajaran-Nya. Dalam Ibrani 3:7-9 dikemukakan bahwa bangsa Israel mengeraskan hati, tidak mau taat kepada Allah walaupun selama 40 tahun mereka telah melihat perbuatan-perbuatan Tuhan. Dari tulisan ini nampak bahwa Tuhan sudah “berusaha” menunjukkan perbuatan besar-Nya agar mereka dengar-dengaran, tetapi ternyata mereka memutuskan tidak percaya. Dalam hal ini kehendak bebas masing-masing individu memegang peranan, apakah mereka mau dengar-dengaran atau memberontak kepada Allah. Kalau mereka dengar-dengaran, maka mereka dapat menjangkau tanah Kanaan, tetapi sebaliknya, kalau mereka memberontak maka mereka tidak pernah menerima tanah Perjanjian yang Allah janjikan kepada nenek moyang mereka tersebut.

Seharusnya dengan melihat perbuatan-perbuatan Tuhan yang luar biasa di sepanjang perjalanan, mereka bisa bertobat. Tetapi ternyata mereka keras kepala. Dalam kaitan dengan ini, tidak ditemukan penjelasan bahwa Tuhan mengeraskan hati mereka supaya tidak sampai ke tanah Kanaan. Mereka sendiri yang menolak tuntunan Tuhan, sehingga mereka tidak pernah sampai ke tanah Perjanjian. Kasus ini sangat berbeda dengan orang-orang yang hatinya dikeraskan oleh Tuhan, terutama bangsa-bangsa kafir atau orang-orang yang tidak layak menerima anugerah karena kejahatan mereka.2 Kalau dalam berbagai kesempatan Tuhan mengeraskan hati orang-orang tertentu, hal ini hendaknya tidak menjadi ukuran umum. Tuhan pasti memiliki alasan mengapa hati seseorang harus dikeraskan. Seperti hati Firaun dikeraskan oleh Tuhan, sebab memang pada dasarnya Firaun tidak akan melepaskan bangsa Israel keluar dari Mesir (Kel 3:19).

1) 1 Korintus 10:5-6,11-12; 2) Yosua 11:20; Keluaran 4:21; 7:3; 9:12; 10:1,20,27; 11:10; 14:17

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.