6 Januari 2015: Wujud Kasih Dan Pemeliharaan Tuhan

Kata menang artinya mengatasi lawan, mengungguli musuh, lulus, menaklukkan. Pemenang artinya orang yang menang.1 Dalam teks aslinya kata pemenang dalam Roma 8:37 adalah hupernikomen (ὑπερνικῶμεν). Dalam bahasa Inggrisnya adalah over conquer. Dalam terjemahan Good News adalah: we have complate through Him who love us. Untuk dapat menemukan pengertian hidup berkemenangan, kita harus memperhatikan konteks Roma 8:31-39. Melihat konteks dengan cermat dalam menggali Firman Tuhan akan membuat orang percaya memahami pengertian hidup berkemenangan dengan benar. Ketika Paulus berbicara mengenai kemenangan konteksnya mengenai beberapa hal di bawah ini: Orang percaya adalah ahli waris Kerajaan Surga atau dimuliakan bersama dengan Tuhan Yesus,2 orang percaya harus menderita untuk mewarisinya bersama dengan Tuhan Yesus,3 orang percaya harus diproses untuk serupa dengan Tuhan Yesus agar dimuliakan bersama dengan Tuhan Yesus.4 Walaupun orang percaya harus mengalami aniaya yang sangat hebat dari berbagai pihak pada waktu itu. Semua butir-butir-butir tersebut menunjukkan lebihnya orang percaya dibanding dengan mereka yang hanya memilikibanyak dalam materi, tinggi dalam kehormatan dan luas dalam kekuasaan serta elok dalam penampilan.

Karena Tuhan mengasihi dan membela orang percaya maka Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia. Kebaikan di sini adalah kesempurnaan karakter seperti Tuhan Yesus. Kasih dan pembelaan Tuhan diwujudkan dalam tindakan Tuhan mengkondisi orang percaya mengalami aniaya yang hebat. Memang sukar dimengerti, tetapi inilah faktanya. Tindakan Tuhan tidak mudah dipahami, tetapi kalau kita percaya dan belajar mengerti maka kita akan memahami maksud-maksud Tuhan yang sangat cerdas dan bijaksana tersebut. Ternyata keadaan-keadaan yang sulit yang dialami orang percaya dimaksudkan untuk mendewasakan mereka.5 Keadaan-keadaan sulit itu antara lain: penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan atau ketelanjangan, bahaya pedang, bahaya maut sepanjang hari dan dianggap sebagai domba-domba sembelihan. Tetapi pada akhirnya orang percaya dilayakkan untuk dimuliakan bersama dengan Tuhan Yesus, sebab harus diingat, tidak ada mahkota tanpa salib.6

Keadaan-keadaan yang sulit bukanlah sebuah kekalahan. Inilah yang salah dimengerti oleh banyak orang Kristen. Banyak di antara mereka yang berpikir bahwa keadaan yang sulit adalah akibat serangan Iblis. Jadi kalau mereka berkeadaan yang tidak menyenangkan maka mereka merasa sebagai orang-orang yang kalah, walaupun hal itu tidak terucap di bibir. Pada zaman Musa, sebenarnya tidak sulit bagi Tuhan untuk menaklukkan Mesir dengan kuasa-Nya, tetapi sangatlah sulit bagi Tuhan menghadapi kekerasan hati dan tegar tengkuknya bangsa Israel, sehingga sulitlah bagi Tuhan untuk dapat menaklukkan watak atau karakter bangsa tersebut serta mendewasakannya. Hal ini berlaku sama terhadap sebagian orang Kristen. Tuhan tidak sulit menyelesaikan problem atau membuat orang percaya bisa melewati dengan mudah berbagai kesulitan hidup. Tidak sulit bagi Tuhan melimpahi orang percaya dengan berkat materi, menjadikan mereka terhormat. Tidak sulit bagi Tuhan untuk membuat mereka menonjol dalam bidang-bidang kehidupan yang digumuli manusia, politik, ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Tetapi, masalahnya adalah tidak mudah bagi Tuhan untuk mengubah hati orang percaya yang memiliki banyak keinginan sehingga menjadi pangkalan Iblis. Untuk ini hendaknya orang Kristen tidak terkecoh dengan tawaran Iblis untuk menikmati dunia seperti anak dunia menikmati dunia sehingga mereka berkatagori menyembah Iblis. Kalau orang percaya pada abad mula-mula dimurnikan melalui aniaya yang mereka alami, tetapi bagi orang percaya di zaman ini harus dengan komitmen yang bulat untuk meninggalkan percintaan dunia.

1) Roma 8:31-39 2) Roma 8:17 3) Roma 8:17-18 4) Roma 8:28-30 5) Roma 8:35-36
6) Roma 8:17

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.