6. HAL-HAL ROHANI SAJA

Seandainya Tuhan Yesus hidup pada zaman sekarang, kira-kira apa yang diajarkan Tuhan kepada kita? Ini persoalan penting yang harus diperkarakan. Kita harus menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut, sebab kalau kita tidak menemukannya, berarti kita telah sesat. Ini berarti pula dilahirkannya Injil yang lain. Dalam hal ini, hendaknya kita tidak berpikir bahwa kalau kita sudah pergi ke gereja dan bertemu dengan para rohaniwannya, berarti kita telah menemukan perwakilan Tuhan. Firman Tuhan mengatakan bahwa selain ada Injil yang lain (palsu), juga ada pelayan-pelayan Tuhan palsu, seperti Iblis dapat menyamar sebagai malaikat terang (2Kor. 11:13-15).

Tidak bisa dipungkiri, Kekristenan yang sesungguhnya adalah jalan hidup, yaitu bagaimana menjalani hidup seperti yang telah Yesus jalani. Tetapi kalau Kekristenan telah melembaga menjadi agama dengan segala atribut dan cirinya, yang sama seperti agama lain, maka Injil yang murni digelapkan. Dengan hal ini, pasti telah terjadi penyimpangan yang parah. Faktanya penyimpangan tersebut sudah terjadi lama sampai hari ini. Penyebabnya adalah gereja telah dipengaruhi semangat zaman yang fasik.

Mengapa hampir tidak ada orang yang memperkarakan hal tersebut? Sebab mereka tidak merasa haus dan lapar akan kebenaran. Kehausan jiwanya telah rusak, yaitu tertuju kepada kekayaan dunia dengan segala keindahannya. Banyak orang Kristen tidak mengingini kebenaran Firman Tuhan dan Kerajaan-Nya, sebab percintaan dunia telah menguasai mereka. Mereka tidak peduli apakah Injil yang mereka dengar adalah Injil yang orisinal dari Tuhan atau palsu. Sebab memang mereka tidak sungguh-sungguh mau mengerti kebenaran dan mengenal Tuhan dengan benar, serta tidak berhasrat mengikut Tuhan secara benar. Kalau seseorang memang tidak berhasrat untuk menemukan Tuhan dan Kerajaan-Nya, ia menerima saja apa yang didengar dan dilihat dalam gereja tanpa sikap kritis atau tanpa mengujinya.

Kita percaya Tuhan tidak meninggalkan gereja-Nya. Dia sudah berjanji menyertai orang percaya sampai kesudahan zaman. Ini berarti pasti selalu saja ada orang-orang yang disisakan, yang dipakai Tuhan untuk mengembalikan gereja-Nya di rel yang dikehendaki oleh Allah. Orang-orang yang dipakai Tuhan ini harus berani membayar harga pengiringan kepada Tuhan sebagai juru bicara-Nya. Selain itu, ia harus mewakili kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat guna menampilkan gaya hidup yang seharusnya dikenakan umat pilihan pada abad 21 ini. Dengan demikian, ia juga harus dapat menjadi teladan bagi orang percaya lainnya. Oleh sebab itu, kita yang termasuk orang yang disisakan tersebut, harus serius belajar kebenaran dan bersedia mengenakan kebenaran atau meneladani kehidupan Yesus. Tuhan tidak akan memakai seseorang sebagai juru bicara-Nya, kalau tidak mengenakan kehidupan seperti yang Dia kenakan dua ribu tahun yang lalu.

Jika kita teliti memperhatikan Injil, kebenaran yang diajarkan oleh Tuhan Yesus pasti mengarah hanya kepada butir-butir ini: Pertama, kehidupan yang dikembalikan ke rancangan-Nya semula. Dengan demikian, orang percaya harus hidup tidak bercacat dan tidak bercela. Ini juga berarti orang percaya harus hidup dalam kesucian. Kedua, fokus yang harus diarahkan ke dunia yang akan datang sebagai anggota keluarga Kerajaan Surga. Dalam hal ini, orang percaya harus sudah memindahkan hatinya di surga sebelum meninggal dunia. Ketiga, hidup bertanggung jawab demi pemberitaan Firman dapat diselenggarakan dengan maksimal. Dalam hal ini, setiap orang percaya adalah hamba-hamba Tuhan yang sepenuh waktu melayani Tuhan. Mereka tidak harus menjadi pendeta, tetapi mereka menjadi saksi yang nyata di tengah-tengah masyarakat.

Harus ditegaskan bahwa Injil yang murni yang diajarkan Tuhan Yesus tidak berunsur duniawi sama sekali. Hal ini berbeda dengan apa yang diajarkan banyak pendeta hari ini, yang menjurus kepada kemakmuran jasmani. Pengajaran yang menekankan kemakmuran jasmani, sesungguhnya pengajaran yang berpotensi besar merusak bangunan iman Kristiani yang benar. Kita harus tegas menolaknya, sebab Tuhan Yesus hanya mengajarkan ajaran yang menekankan hal-hal rohani saja.

Hal-hal rohani adalah pokok-pokok ajaran yang pasti Tuhan Yesus kehendaki untuk diajarkan kepada orang percaya sekarang ini, tanpa merubahnya sama sekali. Jadi, apa yang harus diajarkan gereja hari ini harus sama seperti yang pernah diajarkan oleh Tuhan Yesus dua ribu tahun yang lalu. Hal-hal rohani menyangkut kesempurnaan karakter, tidak terikat dengan percintaan dunia, hati yang mengasihi Tuhan, dan fokus kepada Kerajaan Surga. Kalau kita bertanya atau memperkarakan apa yang Tuhan Yesus ajarkan seandainya Dia mengajar sekarang, maka kita pasti mendapat jawaban dari Tuhan dengan jelas. Tuhan Yesus menjanjikan bahwa orang yang haus dan lapar akan kebenaran akan dipuaskan (Mat. 5:6). Kita harus memperoleh jawabannya dan menyerukannya di zaman yang semakin gelap ini. Dengan cara demikian kita menantang zaman.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.