5. WARGA SODOM GOMORA DAN ISTRI LOT MENOLAK

Dalam percakapan antara Tuhan dan Abraham mengenai rencana Tuhan membinasakan Sodom dan Gomora, Tuhan tidak menetapkan istri Lot binasa.1 Bahkan sebenarnya telah terjadi tawar menawar antara Abraham dan Tuhan mengenai nasib penduduk Sodom dan Gomora. Abraham mengatakan apakah kalau ada 50 orang benar di kota Sodom, Tuhan akan membinasakan orang benar dengan orang fasik? Ternyata tidak ada 50 orang yang benar di kota itu. Sampai seandainya ada orang benar sejumlah 10 orang di Sodom dan Gomora, maka Tuhan tidak akan membinasakan kota itu. Ternyata hanya keluarga Lot yang dianggap benar oleh Tuhan. Dari percakapan tersebut nampak bahwa sebenarnya Tuhan tidak berniat hendak membinasakan kota itu jika masih ada orang benar. Sebab jika ada 10 orang benar, maka Tuhan akan mengampuni kota-kota itu. Tetapi ternyata memang penduduk kota itu sangat jahat. Hal ini terbukti dengan niat penduduk kota yang hendak menyodomi tamu-tamu Lot yang adalah malaikat-malaikat utusan Tuhan.

Pada akhirnya, hanya keluarga Lot yang pantas untuk diselamatkan dari sekian banyak penduduk Sodom dan Gomora. Tuhan serius bermaksud menyelamatkan seluruh keluarga Lot. Malaikat yang diutus Tuhan menyelamatkan Lot dan keluarga mendesak Lot untuk mengajak kaumnya yang lain yang mau diselamatkan.2 Dengan demikian tidak mungkin Tuhan menetapkan istri Lot untuk binasa dan tidak mungkin pula istri Lot dibuat Tuhan untuk tidak bisa menerima anugerah keselamatan, sementara anggota keluarga yang lain dibuat tidak bisa menolak anugerah-Nya.

Fakta ini penting bagi orang percaya di zaman Perjanjian Baru. Itulah sebabnya Tuhan Yesus memunculkan fakta ini dalam pengajaran-Nya.3 Mengapa Tuhan Yesus menyebut istri Lot dalam pengajaran-Nya? Kalau kita memperhatikan ayat sebelum dan sesudahnya,4 Tuhan Yesus menunjukkan pola hidup manusia akhir zaman yang tidak memedulikan keselamatan jiwanya: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Mereka sibuk sendiri dan tidak memedulikan keselamatan. Seperti zaman Lot, mereka tidak menyadari hujan belerang dan api akan menimpa mereka. Mereka menolak diungsikan. Walaupun Lot sudah memberitahu mereka akan datangnya penghukuman itu. Demikian pula dengan manusia hari ini, mereka menolak menerima keselamatan bukan karena dibuat tidak bisa menerima keselamatan atau anugerah, tetapi karena kehendaknya sendiri menolak anugerah Tuhan tersebut.

Kondisi manusia pada zaman Lot dan Nuh paralel dengan manusia menjelang kedatangan Tuhan Yesus nanti. Manusia mau menyelamatkan nyawa (psyke), mengumbar keinginan jiwanya yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Dalam Lukas 17:31, Tuhan memperingatkan beberapa kali: Janganlah…jangan. Larangan ini menunjukkan bahwa manusia bisa menerima anugerah atau menolaknya. Faktanya banyak manusia menolak, sehingga tidak bisa diselamatkan. Mereka tidak menghargai kesempatan yang Tuhan berikan. Dalam hal ini keselamatan harus diresponi oleh individu dengan kehendak bebasnya. Kalau pada zaman Lot dan Nuh keselamatan berbicara mengenai keselamatan jasmani dari api dan air bah, tetapi pada zaman Perjanjian Baru, keselamatan berorientasi pada keselamatan jiwa abadi, yaitu surga kekal atau neraka kekal.

Pernyataan Tuhan yang menyebut nama istri Lot merupakan peringatan yang sangat tegas dan jelas, bahwa karya keselamatan Allah bisa gagal atas seseorang yang tidak bersedia meresponi karya keselamatan itu dengan benar. Kata ingatlah dalam Lukas 17:32 dalam teks aslinya adalah mnemoneuo (μνημονεύω), yang artinya menjadi sadar dan terus menerus mengingat. Begitu pentingnya fakta ini, maka orang percaya harus selalu sadar dan terus menerus mengingat fakta ini agar proses keselamatan yang sedang berlangsung tidak gagal. Jadi sangatlah jelas bahwa seseorang bisa menolak atau menyia-nyiakan keselamatan yang Tuhan telah sediakan. Terkait dengan hal ini, kitab Ibrani menulis mengenai fakta bahwa orang Kristen bisa menyia-nyiakan keselamatan yang Tuhan berikan.5 Dengan kebenaran ini orang percaya dipanggil untuk mengawasi dirinya sendiri dan selalu waspada.

1) Kejadian 18:16-33; 2) Kejadian 19; 3) Lukas 17:32; 4) Lukas 17:22-37;
5) Ibrani 2:2-23

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.