5 November 2014: Ciri Menemukan Tuhan

Orang yang menemukan Tuhan memiliki tanda-tanda yang jelas dalam kehidupannya. Ciri pertama, memiliki kehidupan yang suci. Orang yang menemukan Tuhan akan memiliki kegentaran akan Tuhan. Dari kegentaran ini akan membangun kehidupan yang bersih di hadapan Tuhan. Orang yang hidup sembarangan menunjukkan bahwa ia belum menemukan Tuhan secara benar. Demikianlah salah satu tujuan menemukan Tuhan, agar umat dapat hidup suci di hadapan-Nya dengan kesucian yang benar; hidup suci yang juga didorong oleh kekagumannya terhadap kesucian Tuhan dan keagungan Pribadi-Nya. Selanjutnya ia dapat memahami bagaimana seharusnya menjalani hidup ini sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan. Tentu saja kehidupan orang yang menemukan Tuhan akan memancarkan kesalehan yang dapat menjadi pola dengan mana orang lain membangun dirinya.

Ciri kedua adalah keberanian menghadapi segala sesuatu. Segala sesuatu di sini adalah kemiskinan, perang, ancaman teror dan lain sebagainya sampai pada kematian. Orang yang menemukan Tuhan menghayati betapa dahsyat Tuhan bagi dirinya. Hal ini akan meneguhkan hatinya dalam menghadapi segala sesuatu dalam hidup ini. Ia yakin Bapa yang baik pasti menopang dirinya dalam segala hal. Karena ia mengakui bahwa segala sesuatu yang dimilikinya adalah milik Tuhan, maka ia percaya bahwa Tuhan akan menjaga miliknya dengan sempurna. Keberanian menghadapi segala sesuatu dalam hidup ini membangun perasaan damai.

Ciri ketiga, kemerdekaan dari percintaan dunia. Ketika seseorang menemukan Tuhan ia dapat memahami betapa indahnya Tuhan, melampaui segala hal. Hal ini yang membuat dirinya tidak terikat dengan keindahan dunia. Orang yang masih mengingini dunia ini adalah orang-orang yang masih terbelenggu. Dalam hal ini betapa sulitnya mengajak orang untuk tidak duniawi, sebab kalau seseorang belum menemukan Tuhan, bagaimanapun ia tidak akan dapat melepaskan dirinya dari percintaan dunia.

Ciri keempat, mengasihi Tuhan diekspresikan dalam pelayanandengan segala pengorbanan tanpa batas. Ketika seseorang menemukan Tuhan maka akan terjalin cinta yang luar biasa dengan Tuhan. Percintaan fantasi dengan Tuhan hanya ada dalam imaginasinya dan diucapkan dengan mulut. Tetapi sebuah pengalaman riil yang mewarnai kehidupannya. Cinta inilah yang menggerakkan seseorang melakukan pembelaan terhadap kepentingan Tuhan.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.