5. KEBODOHAN YANG MEMBINASAKAN

PADA ZAMAN PENGGENAPAN ini Allah hendak melahirkan orang yang menerima Tuhan Yesus supaya menjadi anak-anak Allah. Ini bukanlah proses mudah dan sekejap. Ini adalah proses yang sulit dan menyita seluruh waktu hidup. Kalau proses pembuahan dan kelahiran manusia membutuhkan waktu 9 bulan, maka proses menjadi anak-anak Allah bisa sepanjang umur hidup kita. Menghayati hal ini, kita dapat mengerti betapa berharganya waktu hidup yang kita miliki ini. Setiap orang harus memilih: waktu yang ada bisa digunakan untuk mempersiapkan kekekalan yang indah luar biasa atau kebinasaan yang dahsyat. Kalau kelahiran sebagai anak-anak Allah dipahami sebagai kejadian otomatis atau dengan sendirinya karena merasa sudah percaya kepada Tuhan Yesus, maka tidak ada usaha yang proporsional

untuk berjuang menjadi anak-anak Allah. Demikianlah fakta yang kita saksikan dalam kehidupan banyak orang Kristen, mereka sudah merasa nyaman karena merasa sudah menjadi anak-anak Allah yang sah. Mereka yakin kalau mati kemungkinan diterima masuk surga. Padahal mereka belum pantas menyandang status sebagai anak-anak Allah, karena keberadaan mereka belum sebagai anak-anak Allah. Kebodohan yang ada dalam kehidupan banyak orang Kristen hari ini sesungguhnya membinasakan mereka tanpa mereka sadari. Betapa celaka kalau gereja tidak memberi peringatan yang tegas. Bisa dimengerti kalau Paulus mengatakan terkutuklah orang yang mengajarkan Injil yang berbeda dengan Injil yang diberitakannya.

Injil adalah kabar baik, maksudnya bahwa pada zaman penggenapan ini manusia dimungkinkan untuk menjadi manusia sempurna. Untuk itu Roh Kudus dimateraikan dalam kehidupan orang percaya. Mengapa hal ini tidak bisa dilakukan di zaman Perjanjian Lama? Ada dua alasan, yaitu pertama karena pada saat itu belum ada penebusan dan kedua, karena belum ada Injil. Roh Kudus tidak dapat mengubah seseorang tanpa perangkat Injil

atau Firman Tuhan. Untuk menjadi anak Allah, seseorang harus diproses melalui proses kelahiran baru. Kelahiran baru terjadi melalui kebenaran Firman Tuhan.1 Selanjutnya Allah akan bekerja dalam segala sesuatu untuk mengubah seseorang agar dapat sempurna seperti Tuhan Yesus. Segala peristiwa kehidupan -yang dialami orang yang menerima Tuhan Yesus dan mengasihi Dia- dijadikan sarana untuk menyempurnakan pribadinya agar menjadi manusia seperti Tuhan Yesus. Belum ada masa yang sehebat masa ini. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa banyak orang benar dan nabi-nabi ingin melihat dan mendengar apa yang kita alami sekarang, tetapi mereka tidak beroleh kesempatan anugerah yang besar ini.2 Sangat disayangkan kalau kita -yang memiliki kesempatan yang sangat berharga ini- menyia-nyiakannya.

Bapa mendidik orang percaya dengan pukulan- pukulan kalau diperlukan demi kesempurnaannya.3 Kalau orang beragama Kristen hanya supaya hidupnya di dunia diberkati secara finansial, dilindungi dari malapetaka umum dan menikmati dunia seperti Firdaus, pastilah tidak mengerti proses pendidikan yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus ini. Menjadi orang Kristen bukanlah proses beragama tetapi proses menjadi manusia sempurna. Semua perhatian harus ditujukan kepada proyek ini sepenuhnya. Segala sesuatu yang lain hanyalah dukungan

demi tercapainya proyek ini. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata “barangsiapa hendak mengikut Dia harus melepaskan segala sesuatu, sebab kalau tidak, maka ia tidak layak menjadi murid Tuhan”.4 Dalam kehidupan ini tidak ada hal yang kita anggap berharga selain menjadi anak Allah. Kalau hal ini belum tercapai, sejatinya kita harus merasa gusar melampaui kegusaran kita mengenai hal apa pun. Jika demikian, berarti kita menganggap bahwa rencana Allah menyelamatkan kita lebih berharga dari segala sesuatu. Dengan cara demikian sebenarnya seseorang telah memindahkan hatinya ke dalam Kerajaan Surga. Inilah yang dimaksud oleh Alkitab sebagai mendahulukan Kerajaan Surga.

1) 1Petrus 1:23 ; 2) Matius 13:17 ; 3) Ibrani 12:6-9 ; 4) Lukas 14:33

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.