5. Bapa Segala Roh

SATU HAL SANGAT penting yang harus dipahami dan diterima, bahwa semua realitas pribadi yang memiliki roh, telah menerima roh dari Allah Bapa. Maksudnya, bahwa tidak ada roh yang menjadi pribadi yang bukan berasal dari Allah Bapa. Semua roh berasal dari Bapa, itulah sebabnya dikatakan bahwa Dia adalah Bapa segala roh (Yun. patri ton pneumaton πατρὶ τῶν πνευμάτων).1 Tuhan Yesus menyatakan bahwa diri-Nya keluar dari Bapa.2 Roh-roh yang keluar dari diri Allah Bapa menjadi pribadi yang mandiri, antara lain Tuhan Yesus (Putra Tunggal yang menjadi Tuhan dan Pencipta langit dan bumi, satu dari pribadi dalam lembaga atau institusi Ilahi, Elohim), Lusifer, malaikat-malaikat dan manusia. Keluar dari Bapa di sini adalah ekserkhomai (ἐξέρχομαι), keluar dan bisa berstatus terpisah, berdaulat dan bisa mandiri. Berbeda dengan Roh Kudus yang tidak akan terpisah dari Bapa, sebab memang Roh Kudus adalah Roh Allah Bapa sendiri.

Dalam hal ini yang harus ditegaskan bahwa Roh Kudus bukanlah Pribadi mandiri yang bisa terpisah dari Allah Bapa. Selamanya Roh Kudus adalah bagian dari diri Allah Bapa yang tidak pernah bisa berpisah. Sedangkan Tuhan Yesus walaupun bisa terpisah dari Bapa, berdaulat dan mandiri, tetapi Tuhan Yesus menundukkan diri kepada Bapa. Ia menjadi Tuhan bagi kemuliaan Allah (Bapa), bukan Tuhan bagi kemuliaan diri-Nya sendiri.3 Selamanya Ia menjadi Anak Tunggal Bapa, yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa dan menerima kuasa pemerintahan. Inilah unik dan dahsyatnya Allah Bapa. Ia berada di surga tetapi kehadiran-Nya bisa dimana-mana. Bagaimanapun Pribadi Allah Bapa ada di surga sesuai dengan doa Bapa Kami yang Tuhan Yesus ajarkan, tetapi kehadiran-Nya bisa di bumi dan dimana-mana. Kehadiran Allah Bapa atau cara kehadiran-Nya inilah yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Roh Kudus bisa dikatakan sebagai bagian dari pribadi Allah Bapa, tetapi bukan Allah Bapa. Allah Bapa di surga, Roh Kudus yang hadir dimana-mana. Dalam hal ini Roh Kudus bertugas melaksanakan apa yang Allah Bapa kehendaki atau yang Allah Bapa kerjakan. Berkenaan dengan proyek penyelamatan umat manusia di dalam Tuhan Yesus Kristus, Roh Kudus meneruskan pekerjaan Tuhan Yesus di dalam kehidupan orang percaya.4 Roh Kudus adalah cara kehadiran Allah, baik Bapa maupun Anak (Elohim).

Dalam hal ini Roh Kudus juga berfungsi sebagai perwakilan dari Allah Elohim, sebab Roh Kudus mewakili kehadiran Allah Bapa dan Allah Anak sebelum berinkarnasi menjadi manusia dan setelah kebangkitan-Nya (duduk di sebelah kanan Allah Bapa). Selamanya nanti Roh Kudus akan selalu mewakili Allah Elohim. Oleh karenanya, kalau Roh Kudus disamakan dengan arus listrik dan Allah (Elohim) sebagi pusat tenaga listriknya, hal ini ada benarnya, tetapi baru sebagian kebenaran. Benarnya adalah bahwa Roh Kudus selalu berhubungan dengan Bapa dan tidak akan terpisah (seperti arus listrik dengan pusat tenaga listriknya), sebab Roh Kudus adalah kehadiran-Nya sendiri. Tidak benarnya adalah bahwa Roh Kudus tidak boleh disamakan dengan suatu benda atau suatu kekuatan yang tidak berperasaan, tidak bisa berpikir dan berkehendak. Mekanisme relasi Roh Kudus dengan Bapa ini berbeda dengan relasi Allah Anak (Tuhan Yesus) dengan Bapa. Allah Anak atau Tuhan Yesus bisa mandiri terpisah dari Bapa dan menjadi manusia.

Kalau teliti memperhatikan Alkitab, dapat diperoleh kenyataan bahwa Roh Kudus memiliki pikiran, perasaan dan kehendak. Komponen-komponen ini adalah ciri-ciri dari suatu pribadi. Roh Kudus adalah Roh yang tidak kelihatan tetapi riil atau nyata. Roh Kudus adalah cara berada Allah yang Esa. Allah adalah Esa atau satu dalam lembaga atau institusi-Nya, tetapi jamak dalam pribadi-Nya. Di dalam Allah Elohim terdapat pribadi Bapa, Anak. Adapun Roh Kudus yang menjadi representasi kehadiran Allah yang Esa tersebut. Kalau Allah (Bapa dan Anak) ada di surga, bukan berarti Allah tidak ada dimana-mana. Roh Kudus-lah yang ada di mana-mana (omnipresent). Hal ini juga sudah berarti Allah Bapa dan Allah Anak ada dimana-mana melalui dan di dalam Roh Kudus. Kehadiran Roh Kudus adalah kehadiran Allah (Elohim sendiri).

1) Ibrani 12:9 ; 2) Yohanes 16:28 ; 3) Filipi 2:11 ; 4) Yohanes 16:7

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.