4. Pengertian Keluar

ADA PANDANGAN YANG mengesankan bahwa Roh Kudus seperti tenaga aktif yang mengalir berasal dari Bapa. Dalam hal ini Roh Kudus digambarkan seperti aliran tenaga listrik. Kalau Allah digambarkan sebagai pusat tenaga listriknya, Roh Kudus sebagai arus listriknya. Ini pandangan yang kurang tepat, sebab Roh Kudus bukan sekadar tenaga aktif yang berasal dari Allah, seperti yang ditafsirkan oleh beberapa teolog. Roh Kudus adalah suatu pribadi, suatu pribadi berarti memiliki pikiran, perasaan dan kehendak. Dalam Yohanes 15:26 tertulis: … Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Roh Kudus keluar dari Allah Bapa dan tidak pernah menjadi pribadi yang terpisah dari diri Bapa. Kata keluar dalam Yohanes 15:26 teks aslinya adalah ekporeuomai (ἐκπορεύομαι), yang selain berarti to go forth, go out, depart (keluar, berangkat dari, datang dari), juga berarti proceed (meneruskan atau melanjutkan). Kata ekporeuomai lebih mengandung pengertian mengalir terus menerus (to flow forth) dan juga berarti menyebar ke luar (to spread abroad). Hal ini menunjukkan suatu relasi antara Bapa dan Roh Kudus yang tidak pernah bisa putus. Jika dikatakan bahwa Roh Kudus seperti arus listrik yang mengalir keluar dari sumber pusat tenaga listrik, hal ini mengandung sebagian kebenaran. Sebagian saja artinya hanya satu aspek saja, bukan kebenaran penuh, sebab kebenaran harus dilihat dari semua aspeknya. Namun demikian pandangan bahwa Roh Kudus adalah tenaga aktif yang keluar dari Bapa, menjadi inspirasi yang baik untuk membuka rahasia mengenai Allah Tritunggal. Dengan pandangan ini penjelasan mengenai Allah Tritunggal dapat menjadi lengkap dan utuh.

Berbicara mengenai fenomena bahwa Roh Kudus keluar dari Bapa, sebagai perbandingan, bahwa Tuhan Yesus pun berkata bahwa diri-Nya datang atau juga bisa dikatakan keluar dari Bapa. Hal ini diperoleh dari pernyataan Tuhan Yesus sendiri dalam Injil Yohanes 16:28 tertulis: “Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.” Sebenarnya kata datang dari Bapa lebih tepat diterjemahkan keluar dari Bapa. Kata datang (teks bahasa Indonesia) dalam teks aslinya adalah ekserkhomai (ἐξέρχομαι). Kata ekserkhomai, lebih berarti go out, come out, get out, go away (pergi keluar, keluar). Kata ekserkhomai (ἐξέρχομαι) tidak sama dengan ekporeuomai (ἐκπορεύομαι). Kalau Roh Kudus keluar dari Bapa berarti Roh Kudus tetap ada hubungan dengan Bapa, yaitu bahwa Roh Kudus mengalir terus menerus (ekporeuomai) dari diri Bapa, sedangkan Tuhan Yesus keluar (ekserkhomai). Dalam hal ini seakan-akan Tuhan Yesus keluar dari Bapa dan bisa berstatus terputus, bisa menjadi pribadi yang terpisah dari Bapa; Allah Anak bisa mandiri dan berdaulat penuh. Penjelasan ini menentang keras pandangan yang menyatakan bahwa Allah (Elohim) hanya memiliki satu pribadi.

Demikianlah faktanya, Tuhan Yesus bisa meninggalkan kemuliaan, keluar dari Bapa dan menjadi manusia yang bisa berdaulat sendiri.1 Dalam perjalanan hidup-Nya di dunia, Ia pernah menyatakan bahwa Bapa meninggalkan diri-Nya ketika ada di kayu salib.2 Walaupun ada kemungkinan untuk bisa berdaulat sendiri, tetapi Tuhan Yesus menundukkan diri-Nya kepada Allah Bapa. Ia tetap menjadi satu dengan Bapa dalam kehendak dan rencana Bapa. Ia tidak pernah bertindak di luar kehendak dan rencana Bapa. Berbeda dengan Roh Kudus, Roh Kudus tidak akan pernah bisa meninggalkan Allah Bapa atau sebaliknya. Tidak pernah Roh Kudus terpisah dari Bapa. Dimana ada Bapa di situ pasti ada Roh Kudus, tetapi dimana ada Roh Kudus, belum tentu ada kehadiran Pribadi Bapa secara penuh bersama, sebab Bapa ada di dalam surga. Namun demikian, tentu saja dimana ada Roh Kudus berarti juga kehadiran Bapa dan Anak (Allah Elohim). Dalam hal ini harus bisa dibedakan antara kehadiran Pribadi Bapa secara penuh dengan kehadiran Bapa melalui atau di dalam Roh-Nya. Pribadi Bapa ada di dalam surga, tetapi kehadiran Bapa diwakili oleh Roh Kudus. Di sini kehadiran Bapa melalui Roh-Nya, bisa menjadi Pribadi sendiri yaitu Roh Kudus.

1) Filipi 2:5-7 ; 2) Markus 15:34

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.