4. KETURUNAN DAUD

Dalam Roma 1:3 terdapat kalimat “tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud”. Kalimat ini secara tidak langsung menegaskan bahwa Yesus yang dikandung Maria, bukanlah hasil hubungan biologis antara Maria dengan Yusuf. Alkitab jelas mengatakan: Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus (Mat. 1:24-25).

Sesungguhnya Yesus adalah Anak Tunggal Bapa. Anak Tunggal Bapa ini bersama-sama dengan Bapa menciptakan langit dan bumi, sesuai dengan yang ditulis oleh Yohanes (Yoh. 1:1-3). Tetapi Yesus mengakui bahwa tanpa penyertaan Bapa Ia tidak dapat berbuat-apa. Sebelum berinkarnasi sebagai manusia, Yesus adalah kepala pemerintahan yang pemerintahan-Nya sejak zaman purbakala, sejak zaman dahulu kala (Mik. 5:2). Yesus adalah Tuhan (majikan) yang memiliki kemuliaan sebelum dunia ada atau sebelum dunia dijadikan oleh-Nya (Yoh. 17:5). Anak Tunggal Bapa ini telah menjadi manusia yang dalam segala hal disamakan dengan manusia (Ibr. 2:17).

Kalimat “menurut daging” mengisyaratkan dan jelas menunjukkan bahwa Yesus benar-benar mengenakan daging atau tubuh jasmaniah yang sama dengan daging atau tubuh jasmaniah kita semua yang sekarang kita kenakan. Dengan kebenaran ini, maka kita dapat membungkam pandangan yang mengatakan bahwa Yesus tidak menggunakan tubuh daging atau tubuh jasmaniah seperti kita, tetapi mengenakan tubuh maya.

Dengan tubuh sama seperti kita, maka Ia dapat merasakan apa yang kita rasakan, sebab Ia sendiri juga mengalami pencobaan-pencobaan seperti yang kita alami. Dengan keberadaan-Nya, Yesus dapat menjadi Juruselamat yang memikul dosa manusia. Dosa dilakukan dalam daging dan harus dipikul oleh jenis daging yang sama, yaitu daging manusia; bukan dengan daging binatang. Adapun kalau di Perjanjian Lama, darah binatang yang menjadi alat penghapusan dosa, maka sesungguhnya darah binatang hanya menjadi lambang dan alat nubuatan (profetik) dari darah Anak Manusia (Yesus) yang ditumpahkan dan diremukkan di bukit Golgota. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengenakan tubuh seperti tubuh kita, agar dapat menanggung dosa yang dilakukan dalam daging.

Aspek yang lain, dengan keadaan Yesus disamakan dengan kita, maka Ia dapat menjadi teladan bagi kita. Itulah sebabnya seperti Dia bisa menang, maka kita juga harus bisa menang, artinya sebagaimana Ia dapat hidup tidak bercacat dan tidak bercela, orang percaya juga dapat memiliki kehidupan yang sama seperti itu. Inilah tujuan keselamatan, yaitu agar kita menjadi manusia sesuai dengan rancangan Allah semula. Tuhan Yesus adalah model manusia yang dikehendaki oleh Allah sesuai dengan rancangan Allah semula.

Kalimat “dari keturunan Daud” memiliki dua implikasi, pertama bahwa Juruselamat harus datang dari keturunan Abraham melalui Ishak. Itulah sebabnya dalam memperkenalkan Diri-Nya, Allah sering atau hampir selalu menyebut Diri-Nya sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Sebab selain Ishak, Abraham juga memiliki anak lain dari hamba perempuan. Tetapi anak yang sah adalah Ishak (Gal. 4:22-26). Allah sudah menyatakan bahwa dari keturunan Abraham, semua bangsa di muka bumi ini diberkati (Kej. 12:1-3). Keturunan Abraham adalah keturunan dari Ishak dan Yakub, yaitu bangsa Israel. Dengan demikian, hal ini meneguhkan kita terhadap apa yang dikemukakan oleh Tuhan Yesus bahwa keselamatan datang dari bangsa Yahudi (Yoh. 4:22). Jadi kalau ada Juruselamat yang diperkenalkan bukan dari bangsa Yahudi, maka pasti hal itu bertentangan dengan Firman Allah yang benar.

Implikasi kedua dari kalimat “dari keturunan Daud”, yaitu Allah sudah menyatakan bahwa sesungguhnya takhta Daud untuk selama-lamanya (1Raj. 2:45). Itulah sebabnya Yesus harus lahir dari keturunan Daud. Dari hal ini nyata akurasi nubuat dan pernyataan Allah dalam Perjanjian Lama. Dengan demikian tidak terbantahkan bahwa Yesus yang dilahirkan dari perawan Maria adalah Kristus yang diurapi. Hanya Yesus Kristus yang memiliki takhta yang berdurasi selama-lamanya. Dialah Raja di atas segala raja. Tuhan Yesus adalah representasi Bapa yang tidak pernah dapat dilihat. Nanti, kalau dunia ini sudah berakhir, maka Yesus menjadi Raja dalam kekekalan bagi kemuliaan Bapa di surga.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.