4. KEMUNGKINAN YANG LAIN

Penggenapan nubuat mengenai Yudas yang berkhianat kepada Yesus adalah satu dari sekian banyak nubuat mengenai Mesias, yang tertulis dalam Perjanjian Lama. Seperti misalnya, nubuat bahwa Yesus akan lahir di Bethlehem. Hal terpenting bukanlah penunjukkan tempat di mana Ia dilahirkan, tetapi pembuktian atau verifikasi bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Penguasa yang lahir di tengah-tengah bangsa Israel. Semua imam kepala dan ahli Taurat rupanya tahu betul di mana seorang pemimpin Yahudi atau Mesias yang menggembalakan bangsa Israel akan dilahirkan (Mat. 2:4-6). Dalam nubuat yang lain, kalau dikatakan bahwa Ia akan mengendarai keledai tunggangan, maka yang penting bukan menunjukkan keledai sebagai tunggangan-Nya masuk Yerusalem, tetapi yang penting bagi pembaca Injil dapat diyakinkan dan menerima konfirmasi bahwa sungguh Dia adalah Mesias yang dimaksud (Luk. 19:39; Yoh. 12:12). Oleh sebab itu, kita tidak boleh menganggap nubuat sebagai dekrit atau penetapan, tetapi nubuat sebagai konfirmasi dan pembuktian kebenaran Allah yang pasti akan digenapi. Maka dari itu semua nubuat mengarah kepada pribadi Kristus dan karya keselamatan-Nya guna mengonfirmasi atau membuktikan identitas-Nya sebagai Mesias.

Kalau kita memperhatikan perjalanan hidup Yesus di muka bumi, salah satu yang bisa menghambat dan bahkan menggagalkan tugas penyelamatan yang dilakukan oleh Yesus adalah Petrus. Hal ini ditulis dalam Matius 16:21-23: Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Dalam ayat-ayat tersebut, dinyatakan dengan sangat jelas Yesus menghardik Petrus sebagai Iblis. Petrus dapat menjadi batu sandungan bagi Yesus yang harus menyelesaikan pekerjaan Bapa dengan mati di kayu salib di bukit Golgota. Ironinya, justru Yudas tidak pernah diperlakukan sekeras itu. Logikanya, Petrus juga berpotensi menjadi “iblis” seperti yang dikatakan Tuhan dalam Yohanes 6:70-71: Jawab Yesus kepada mereka: “Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis. Dengan hal ini, maka dapat diperoleh pelajaran bahwa yang ditentukan binasa tidak harus Yudas. Tidak menutup kemungkinan Petrus dapat menjadi yang binasa. Tetapi ternyata, pada akhirnya Yudas yang berkhianat kepada Yesus.

Terkait dengan Petrus, dalam Lukas 22:31-32 tertulis ucapan Tuhan Yesus kepadanya: “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” Mengapa Yesus tidak berdoa untuk Yudas? Sebab pada waktu itu, Yudas sudah terbukti bahwa dirinya adalah pengkhianat tersebut (Luk. 22:3-6). Yesus tidak mungkin berdoa meminta sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak dan rencana Bapa. Kalau memang sudah dinubuatkan bahwa salah satu dari murid Yesus akan berkhianat, maka Yesus tidak akan meminta agar semua selamat.

Dalam Yohanes 17:12, Tuhan Yesus menyatakan suatu pernyataan yang penting untuk dicermati: Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Jelas sekali, Tuhan Yesus tidak melindungi orang yang pasti harus binasa. Setelah kedapatan bahwa Yudas yang berkhianat, maka Ia berdoa untuk Petrus agar tidak ikut berkhianat. Usaha Tuhan Yesus tersebut mengisyaratkan bahwa Ia tidak menghendaki lebih dari satu yang binasa dari antara murid-murid-Nya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.