4. KEADILAN ALLAH

Salah satu karakter Tuhan yang Alkitab tunjukkan adalah Allah adalah Allah yang adil. Dalam menegakkan keadilan-Nya, Allah bersikap sangat tegas tanpa kompromi. Ia bukan Pribadi yang lemah, yang bisa diatur dan dikuasai dan tidak berpendirian, tetapi sebaliknya, Allah adalah Allah yang tegas dalam keputusan dan berintegritas tinggi terhadap diri-Nya sendiri dalam menegakkan keadilan-Nya. Berintegritas tinggi terhadap diri-Nya sendiri artinya bahwa Allah dalam seluruh tindakan dan keputusan-Nya tidak terlepas dari hakikat-Nya yang tidak berubah. Harus diperhatikan tatanan dalam diri Allah yang juga menjadi kodrat-Nya, bahwa selain Allah adalah Allah yang Mahakasih, Ia juga Allah yang Mahaadil. Banyak orang hanya memperhatikan dan menekankan kasih-Nya, tetapi tidak memperhatikan hakikat Allah yang lain, yaitu keadilan-Nya. Seharusnya kita memandang dengan seimbang, selain memandang kasih Allah, juga memandang keadilan-Nya.

Sikap keadilan dan ketegasan Allah juga nampak dalam perlakuan-Nya kepada bangsa Israel. Walaupun mereka umat pilihan Allah, tetapi kalau mereka tidak mau mengerti kehendak-Nya dan melakukan pelanggaran terhadap hukum-Nya, maka Allah bersikap tegas terhadap mereka, yaitu membuang mereka. Demikian pula terhadap umat Perjanjian Baru. Kalau mereka tidak taat, maka Allah pun dapat membuang mereka ke neraka; penjara abadi yang mengerikan (Rm. 11:19-22).

Dalam Roma 11:19-21 ditunjukkan bahwa karena ketidaktaatan bangsa Israel, mereka ditolak Allah, demikian pula kalau umat Perjanjian baru tidak taat dan dengar-dengaran “Tuhan pun tidak menyayangkan“. Hal ini harus sungguh-sungguh diperhatikan, sebab banyak orang Kristen merasa bahwa jika dirinya mati pasti masuk surga. Selama ini banyak orang Kristen yang mengaku sudah disayang Tuhan, lalu merasa aman-aman saja. Mereka tidak menyadari bahwa Tuhan adalah Tuhan yang tegas. Karena ketidaktaatan, maka Tuhan bisa bersikap tegas terhadap orang Kristen. Dalam Matius 7:21-23 ditunjukkan oleh Tuhan Yesus mengenai sekelompok orang tertentu yang walaupun mereka berseru kepada nama Yesus, tetapi kalau tidak melakukan kehendak Bapa, maka mereka akan ditolak.

Dalam Roma 2:6-8 tertulis: Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. Kata “geram dan murka” dalam ayat ini, menunjukkan hakikat Tuhan. Bahwa Ia bisa murka dan geram. Karenanya orang percaya tidak boleh hanya memahami keramahan Tuhan, tetapi juga kenyataan bahwa Allah memiliki geram dan murka.

Tuhan tidak pandang bulu atau tidak pandang muka, setiap kesalahan akan mendapat hukuman. Dalam Roma 2:11 tertulis: Sebab Allah tidak memandang bulu. Hal ini harus membuat kita gentar akan Tuhan, sekalipun kita adalah anak. Bahkan justru karena kita anak Tuhan, maka kita harus lebih takut kepada Bapa surgawi (Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. 1Ptr. 1:17). Dalam hal ini jelas bahwa Allah tidak pandang bulu. Kebenaran inilah yang sering ditutup-tutupi penguasa kegelapan agar tidak diketahui manusia atau kurang diperhatikan, agar banyak orang tidak takut Allah, menganggap sepi kemurahan Allah (Rm. 2:4), manusia berdosa berkepanjangan, menolak pertobatan. Bagaimanapun Allah akan membawa setiap perbuatan ke dalam perhitungan dalam pengadilan-Nya (Nah. 1:2-3).

Menyadari hal ini maka orang percaya tidak boleh ceroboh dalam menjalani hidupnya. Orang percaya juga harus bersikap tegas menolak segala hal yang dapat mendukakan hati Allah. Ketegasan ini mendatangkan kesucian hidup dan keselamatan kekal, sehingga dilayakkan menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga. Tetapi kalau seseorang tidak bersikap tegas terhadap dosa, sehingga hidup dalam keadaan yang tidak menyenangkan hati Tuhan, maka Tuhan akan bersikap tegas menolaknya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.