31. PELACURAN ROHANI

CIRI ANAK ALLAH yang tidak terikat dunia berarti tidak mencintai dunia. Mencintai dunia artinya masih mengingini menjadi kaya untuk kepuasan diri. Cinta terhadap dunia ini adalah dosa yang Alkitab identifikasikan sebagai pelacuran rohani. Kalau Alkitab berbicara tentang pelacuran, itu bukan saja pelacuran yang berkenaan dengan penyalahgunaan dan pelecehan seks, yang kita kenal sebagai prostitusi. Tetapi kalau Alkitab berbicara mengenai pelacuran, yang dimaksudkan adalah mengenai pelacuran rohani juga. Pelacuran rohani adalah praktik hidup yang mengesampingkan Tuhan. Apa yang dikemukakan dalam Wahyu 17:1-5 menunjuk kepada praktik pelacuran rohani atau pelacuran ilahi di akhir zaman. Ini dosa yang paling berbahaya dan tidak disadari. Praktik dosa yang mendatangkan laknat ini telah merambah

ke berbagai lapisan masyarakat, dari kalangan rakyat kecil sampai kepada para pembesar, dan kaum elit politik, elit sosial, elit ekonomi, bangsawan-bangsawan dan lain-lain. Pelacuran yang tidak kalah dahsyatnya dengan pelacuran seks adalah percintaan dengan dunia.1 Percintaan dunia sama dengan kepentingan-kepentingan duniawi itu (Alkitab Terjemahan Lama), yang dalam teks aslinya disebutkan dengan “perimnais biotikais” (percintaan kehidupan), “anxieties of life” atau “the worries of this world”. Kecemasan inilah yang mendorong manusia untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.2

Banyak orang Kristen memburu kekayaan dunia namun mereka tidak kaya di hadapan Allah, padahal bagian orang percaya yang sejati adalah langit baru dan bumi baru.3 Dunia yang warnanya sudah sedemikian materialistis ini telah membelenggu pikiran banyak manusia, termasuk orang-orang Kristen. Kalau orang-orang Kristen ini tidak bertobat, maka mereka akan disamakan dengan orang-orang fasik yang akan dibinasakan oleh Allah. Dalam Lukas 17:30-33, Tuhan menyatakan bahwa orang yang mencintai nyawanya akan kehilangan nyawanya. Mencintai nyawa artinya mencari kepuasan diri dari kekayaan dunia. Istri Lot menjadi pelajaran berharga untuk kita. Kita harus serius mengikut Yesus, artinya meneladani cara hidup-Nya. Kita harus bertumbuh dengan mental anak-anak Allah agar dunia tidak lagi dapatmenarik kita masuk ke dalam cengkeramannya. Hubungan kita harus dipulihkan dari hari ke hari, kita juga harus mengenal kebenaran dan melihat kemuliaan-Nya serta menikmati hadirat-Nya.

Kita akan terlambat seperti lima gadis yang bodoh kalau kita tidak berjaga-jaga.4 Kenyataan yang kita lihat adalah terdapat banyak orang Kristen yang terikat dengan mamon dan menjadi semakin terikat. Mereka menjadikan kekristenan sebagai cara meraih dunia. Mereka adalah orang-orang yang tidak setia, artinya hidup dalam pelacuran rohani. Harus disadari banyak orang Kristen yang sekarang ini masih dalam kubangan pelacuran rohani ini, bahkan ada yang sudah sedemikian terikat dan sukar untuk dapat melepaskan diri. Kalau kini kita berkeadaan seperti itu, sesungguhnya masih ada kesempatan bagi kita untuk terlepas, asalkan kita sungguh-sungguh mau melepaskan diri. Dan Tuhan pasti menolong, sebab apa yang mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi Allah. Apabila seseorang memiliki tekad yang kuat melepaskan diri dari kubangan pelacuran rohani, ia sungguh-sungguh dapat dilepaskan.

Orang percaya tidak dipanggil untuk memburu harta dunia. Berulang-ulang Tuhan Yesus menegaskan dengan jelas bahwa orang percaya dipanggil tidak untuk memuliakan harta dunia. Rasul Paulus mengatakan asal ada makanan dan pakaian cukuplah.5 Oleh sebab itu kalau seseorang mau mengikut Yesus tetapi masih mengingini harta dunia, ia tidak dapat mengikut Yesus. Kekristenannya sia-sia. Kalau kita mengerti apa yang tersedia bagi kita yang setia, maka pandangan kita terhadap keindahan dunia ini pasti berubah.6 Sangat jelas sekali dalam Amsal 23:4, firman Tuhan menasihati kita untuk meninggalkan niat menjadi kaya. Kalau kita bekerja mencari nafkah dan kekayaan, hal itu bukan karena ingin kaya, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian kita kepada Tuhan sebagai anak-anak Allah yang harus menggenapi rencana-Nya.

1) Yakobus 4:4; Lukas 21:34 ; 2) band. Lukas 12:16-21 ; 3)Matius 6:33; Kolose 3:1-4; Mazmur 73:25-26 ; 4)Matius 25 ; 5) 1Timotius 6:8 ; 6) Kisah Zakheus dalam Lukas 19

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.