31 Oktober 2014: Membenci Tuhan

Ketika Tuhan berkata bahwa kita tidak dapat memiki dua tuan, hal ini juga menunjukkan bahwa kita tidak boleh memiliki target lebih dari satu (Mat. 6:24). Target satu-satunya yang harus kita miliki hanyalah menyenangkan hati Tuhan atau berkenan di hadapan-Nya. Tuhan Yesus menyatakan bahwa seorang yang memiliki dua tuan akan mengasihi yang satu dan membenci yang lain. Dari pernyataan ini Tuhan menghendaki cinta yang bulat atau utuh dari kita. Cinta sebagian (tidak utuh) sebab memiliki kekasih atau tuan yang lain berarti pengkhianatan. Bisa saja orang berkata, saya memang masih duniawi tetapi saya tidak membenci Tuhan. Kalau seseorang tidak mengasihi Tuhan secara utuh sesuai dengan standar-Nya, berarti ia membenci. Dalam hal ini ketidak setiaan berarti tidak mengasihi atau mencintai secara utuh. Seorang pria atau wanita belum bisa dikatakan setia hanya karena tidak menikah dengan pasangan lain. Hatinya harus bulat atau utuh hanya untuk satu pasangan saja. Kalau seseorang menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya “tuan”, berarti hidupnya hanya dipersembahkan untuk “berkenan kepada Tuhan”. Hal ini harus diusahakan serius dengan mempertaruhkan segala sesuatu dalam hidup ini. Usaha yang serius ini menunjukkan penghargaan terhadap keselamatan yang diperjuangkan oleh Tuhan Yesus. Dengan demikian kita termasuk sekelompok kecil orang yang berusaha masuk jalan sempit (Luk.13:23-24). Sehingga kita dapat mengerti bahwa sulitnya hidup ini terletak pada menjadi anak-anak Allah yang benar. Anak-anak Allah adalah orang yang melalukan kehendak Bapa. Orang yang tidak melakukan kehendak Bapa berarti tidak menjadikan Yesus sebagai Tuhan. Percuma berseru kepada-Nya: Tuhan, Tuhan.. tetapi tidak melakukan kehendak Bapa. Berseru di sini artinya mengatakan atau mengakui. Jadi, kalau seseorang mengaku Yesus Tuhan, ia harus hidup dalam kehendak Bapa. Tidak melakukan kehendak Bapa berarti tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Dengan demikian pengakuan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan harus dinyatakan atau diekspresikan dengan perbuatan melakukan kehendak Bapa. Itulah sebabnya dikatakan dalam Yohanes 1:12, siapa yang menerima Tuhan Yesus diberi kuasa supaya menjadi Anak Allah. Menerima sebagai apa? Tentu menerima sebagai majikan (tuan atau kurios) sebab Tuhan Yesuslah yang menciptakan langit dan bumi bersama dengan Bapa (Yoh. 1:1-3).

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.