31. Mabuk

KEPENUHAN ROH SECARA permanen seperti yang ada pada Yosua juga dimiliki tokoh-tokoh seperti Yusuf, Daniel dan lain sebagainya. Dalam kehidupan setiap hari nampak keunggulan mereka di antara manusia lain. Dalam Perjanjian Baru, orang yang dipenuhi Roh secara temporal tidak menunjukkan keunggulannya, tetapi kalau dipenuhi Roh secara permanen akan menunjukkan keunggulannya terutama dalam kesucian hidup. Tidak mungkin orang yang dipenuhi Roh secara permanen mudah berbuat dosa. Ada perbedaan dengan umat Perjanjian Baru yang kepenuhan Roh secara permanen. Umat Perjanjian Baru dipenuhi Roh Kudus dengan kualitas yang berbeda. Kalau dalam Perjanjian Lama, seorang yang kepenuhan Roh Kudus ada dalam kebijaksanaan yang terbatas menerima tuntunan Roh Kudus, sehingga mereka bisa memiliki pengetahuan yang luar biasa dibanding manusia pada zamannya. Pengetahuan itu antara lain menafsir mimpi, mengambil keputusan untuk masalah-masalah ekonomi dan kenegaraan, seperti yang dilakukan oleh Yusuf dan Daniel.

Bagi umat Perjanjian Baru, mereka memiliki Injil yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Injil yang dirindukan oleh nabi-nabi dan orang-orang benar di Perjanjian Lama.1 Roh Kudus diberikan untuk menuntun orang percaya mengenal kebenaran atau Injil yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. 2 Tanpa Roh Kudus, Injil menjadi barang yang tidak berkuasa. Hanya Roh Kudus yang bisa membuka rahasia Injil Kerajaan Allah. Injil inilah yang mengubah cara berpikir seseorang, sehingga seseorang mampu berpikir seperti Allah sendiri. Seiring dengan perubahan pola pikir, sehingga berkapasitas berpikir seperti Bapa, berarti seseorang lebih penuh dengan Roh. Dalam hal ini penuh dengan Roh sama dengan semakin memiliki pola berpikir yang seirama dengan Bapa. Kepenuhan Roh seperti inilah yang sebenarnya yang harus diperjuangkan. Perjuangan ini meliputi dua hal, yaitu pertama mendengar Firman Tuhan yang benar sehingga mendapat pengetahuan mengenai Logos secara memadai. Kedua, melalui pengalaman hidup setiap hari dimana Roh Kudus akan menasihati seseorang atau Tuhan berfirman secara lisan (inilah rhema) yang mendewasakan. 3 Firman Tuhan secara logos maupun rhema adalah pikiran Roh Kudus. Semakin seseorang dipenuhi oleh Firman Tuhan, semakin penuh dengan Roh Kudus. Semakin seseorang mengalami pembaharuan pikiran oleh Firman (baik logos maupun rhema), maka hidupnya semakin dikendalikan oleh pikiran yang diperbaharui tersebut. Dalam hal inilah baru bisa dikatakan bahwa seseorang dipimpin oleh Roh.4 Kepenuhan inilah yang mengukir prestasi di keabadian.

Seperti seseorang dapat mabuk oleh anggur, demikian pula kehidupan seseorang yang dipengaruhi oleh Roh Kudus. Sebagaimana seseorang yang hendak dikuasai oleh anggur harus minum anggur, demikian pula seorang yang hendak dikuasai oleh Roh harus mengkonsumsi Firman yang benar. Firman yang memperbaharui pikiran seseorang, membuka peluang selebar-lebarnya bagi Roh Kudus untuk mencerahi pikiran. Roh Kudus akan mengontrol emosi dan mengarahkan keinginannya kepada kehendak Allah. Dalam hal ini Roh Kudus benar-benar berfungsi sebagai parakletos atau pendamping. Untuk memiliki kepenuhan Roh secara permanen, harus ada perjuangan serius pada setiap individu. Inilah yang dimaksudkan Paulus dalam Efesus 5:8, Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh. Doa puasa memang kadang bisa menghasilkan kepenuhan roh secara temporal yang tidak atau kurang mendewasakan. Malah di antara mereka menjadi mistis dan sombong rohani. Kesalahan lain yang dilakukan banyak orang Kristen-terutama “hamba-hamba Tuhan” yang tidak mengerti kebenaran-yaitu selalu melakukan ritual penumpangan tangan. Seakan-akan penumpangan tangan seperti mengisi arus listrik ke suatu komponen baterai (to charge). Hal ini akan membuat jemaat bodoh dan bergantung kepada hamba Tuhan. Yang penting, adalah mengisi pikiran mereka dengan kebenaran Firman Tuhan dan mendorong mereka bersekutu dengan Tuhan secara pribadi setiap hari.

1) Matius 13:17 ; 2) Yohanes 14:17; 15:26; 16:13 ; 3) Matius 4:4 ; 4) Galatia 5:25

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.