31 Januari 2015: Risiko Menerima Pengampunan

Dalam kekristenan pengampunan yang diberikan kepada orang percaya bukan hanya membuat dosa- dosanya terampuni sehingga diloloskan dari api kekal, tetapi juga agar orang percaya memilikidan melakukan perjuangan untuk mencapai keberadaan sebagai ciptaan yang sesuai dengan rancangan Allah semula. Inilah maksud pengampunan diberikan dan keselamatan disediakan. Pada dasarnya kematian Tuhan Yesus di kayu salib mengangkut dosa dunia. Semua kesalahan yang dilakukan semua manusia yang pernah hidup dari sejak zaman Adam sampai manusia terakhir telah diselesaikan di kayu salib. Dosa yang dipikul oleh Tuhan Yesus adalah semua dosa manusia, baik orang Kristen maupun bukan orang Kristen, baik mereka yang hidup di zaman anugerah maupun hidup sebelum zaman anugerah. Dengan demikian Tuhan Yesus mati bukan hanya untuk orang Kristen tetapi untuk semua orang yang pernah hidup di atas muka bumi ini. Jelas sekali dalam pernyataan Yohanes: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia”.1 Harus dimengerti bahwa ketika Yohanes mengucapkan kalimat tersebut, ia ada dilingkungan para pemimpin agama Yahudi, masyarakat umum Yahudi dan prajurit- prajurit Roma yang tidak berkebangsaan Yahudi. Hal ini berarti bahwa pernyataan tersebut ditujukan kepada dunia. Orang percaya tidak boleh menyamakan dirinya dengan orang yang ada di luar Kristen. Perbedaan orang percaya dengan mereka yang ada di luar Kristen adalah mereka tidak mengenal penanggungan dosa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, tetapi kita mengerti pengorbanan Tuhan Yesus yang memikul dosa-dosa dunia. Walaupun mereka yang di luar Kristen tidak pernah mengerti pengampunan ini, tetapi akibat dosa- dosa yang dilakukan oleh mereka dipikul oleh Tuhan Yesus. Apakah berarti mereka semua akan mudah masuk surga? Tentu tidak. Mereka akan dihakimi menurut perbuatan mereka. Tentu bukan perbuatan itu sendiri yang menentukan mereka diperkenankan masuk dunia yang akan datang atau tidak, tetapi bagaimana kualitas diri mereka yang tercermin dari keadaan nurani mereka.2 Perbuatan seseorang menunjukkan keadaan batiniah mereka. Dalam hal ini hanya Tuhan yang mengetahui apakah kebaikan yang mereka lakukan, mereka lakukan dengan motivasi yang benar atau tidak, sebab Tuhan yang mengetahui dan menyelidiki keadaan batiniah seseorang.3 “ Keselamatan mereka” sebenarnya juga oleh karena pengorbanan Tuhan Yesus, tetapi bukan seperti orang percaya yang dikembalikan ke rancangan semula Allah dan diperkenan menjadi anggota Kerajaan. Mereka yang di luar Kristen keselamatannya hanya diperkenan masuk dunia yang akan datang sebagai anggota masyarakat. Tentu hanya mereka yang berbuat baik ( tidak membahayakan bagi sesama) akan diperkenan masuk sebagai anggota masyarakat di Kerajaan Surga nanti. 4 Orang percaya yang mengerti dan menerima pengampunan dosa, mendapat tuntutan yang berat yaitu untuk sempurna seperti Bapa. Mereka yang di luar Kristen tidak dipanggil untuk sempurna seperti Bapa, sebab yang dipanggil sempurna hanyalah mereka yang mengenal Bapa di Surga. Orang percaya harus meyakini bahwa masalah dosa dalam arti pelanggaran terhadap hukum Torat dan keadaan meleset (Yun. hamartia) sudah diselesaikan tuntas. Oleh pengorbanan Tuhan Yesus tersebut manusia bisa diterima sebagai anak-anak Allah. Tetapi ketika baru diterima sebagai anak Allah, kita tidak langsung menjadi menjadi anak yang sah (Yun. huios) tetapi masih berstatus anak gampang (Yun. nothos). Anak gampang belum bisa mengambil bagian dalam kekudusan Bapa.5 Itulah sebabnya mereka harus dididik untuk menjadi huios tersebut. Inilah persoalan tersulit dalam kehidupan umat pilihan Allah. Oleh sebab itu orang Kristen harus memeriksa diri apakah layak diterima di rumah Bapa atau tidak. Sebab hanya mereka yang “menjadi saudara bagi Tuhan Yesus” artinya memiliki keberadaan seperti Tuhan Yesus yang akan disambut sebagai putra-putri atau pangeran Allah. Inilah perlombaan yang diwajibkan bagi semua orang percaya.6

1) Yoh 2:29 2) Roma 2:12-16 3) Amsal 20:27; Yeremia 17:10; 1Korintus 2:10 4) Matius 25:31-46 5) Ibrani 12:9 6) Ibrani 12:1

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.