30. Yang Permanen Lebih Penting

KATA KEPENUHAN ROH KUDUS memberi kesan seakan-akan Roh Kudus sesuatu yang memiliki volume yang dapat dibagi-bagi. Padahal Roh Kudus adalah Pribadi, bukan benda (cair atau padat) yang dapat dibagi-bagi. Perlu dipahami bahwa Roh Kudus adalah cara keberadaan Allah. Cara keberadaan Allah ini sangat dinamis dan fleksibel. Di Perjanjian Lama dalam berbagai kasus diungkapkan bagaimana seseorang dipenuhi Roh Kudus dengan manifestasinya. Demikian pula dalam Perjanjian Baru, manisfestasi kepenuhan Roh atas setiap orang bisa berbeda. Di Perjanjian Baru Roh Kudus juga bisa memanifestasikan diri seperti dalam bentuk burung merpati dan lidah api. Orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus secara temporal juga menampilkan berbagai manifestasi yang tidak ditemukan di Perjanjian Lama. Manifestasi umat Perjanjian Baru yang yang dipenuhi Roh Kudus secara temporal bermacam-macam, sesuai dengan karunia yang diberikan kepada masing-masing individu.

Seperti yang telah dijelaskan bahwa ada dua tipe kepenuhan Roh, yaitu secara permanen dan secara temporal. Lebih mendalam dijelaskan di bawah ini mengenai kepenuhan roh secara temporal dan secara permanen. Kepenuhan roh secara temporal dengan berbagai manifestasi adalah pekerjaan Roh Kudus sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya. Biasanya berbeda-beda manifestasi orang yang dipenuhi Roh Kudus secara temporal. Ketika Simson dipenuhi Roh, ia bisa merobek mulut singa.1 Berbeda dengan Saul yang mengalami kepenuhan Roh, ia bisa bertelanjang badan di depan Samuel.2 Kepenuhan Roh secara temporal ini tidak membuat Simson dan Saul menjadi orang benar secara permanen. Hal ini memberi pelajaran yang berharga bahwa orang yang dipenuhi Roh secara temporal tidak menjamin dirinya menjadi dewasa rohani. Terdapat kelompok orang Kristen yang menganggap begitu berharganya pengalaman kepenuhan Roh secara temporal dengan berbagai manifestasinya. Tetapi di kemudian hari, di antara mereka ada yang menjadi orang-orang yang tidak memberkati orang lain, karena perbuatannya tidak sesuai dengan kesucian Tuhan. Kepenuhan Roh secara temporal tidak otomatis membuat seseorang mengenakan kodrat Ilahi. Tetapi kepenuhan Roh secara permanen membuat seseorang mengenakan kodrat Ilahi. Tetapi bagaimana pun, pengalaman dipenuhi Roh Kudus secara temporal memberi kesan yang sangat kuat dalam diri seseorang. Oleh sebab itu hendaknya seseorang tidak merasa puas dengan pengalaman kepenuhan Roh secara temporal dengan berbagai karunia yang bisa didemonstrasikan.

Karunia tidak otomatis membuat seseorang dewasa. Ironis, banyak orang Kristen yang tidak mengenal kebenaran, sehingga mereka hanya suka dengan pengalaman supranatural berkenaan dengan karunia-karunia Roh. Padahal pengalaman tersebut tidak menjamin seseorang menjadi dewasa. Sejatinya, yang harus kita gumuli adalah kepenuhan Roh secara permanen. Kepenuhan Roh secara permanen memiliki manifestasi yang sama. Kepenuhan Roh secara permanen bertalian dengan kedewasaan rohani seseorang, dimana mereka memiliki kapasitas berjalan dengan Tuhan. Dalam hal ini seberapa seseorang dipenuhi Roh Kudus, berarti pula seberapa jauh atau seberapa dalam seseorang bisa berjalan dengan Tuhan. Kepenuhan Roh secara permanen menentukan kualitas hidup seseorang. Hal ini bukan disebabkan Roh Kudus bisa dibagi-bagi tetapi cara keberadaan dan bekerja Roh Kudus dalam diri setiap orang berbeda-beda. Di Perjanjian Lama ketika Musa dipenuhi Roh Kudus, ia membagi Roh Kudus kepada tua-tua Israel. Terkesan Roh Kudus bisa dibagi-bagi, tetapi sebenarnya Roh Kudus adalah suatu Pribadi yang tidak dapat dibagi-bagi. Cara keberadaan dan bekerja Roh Kudus di dalam diri Musa dan di dalam kehidupan tua-tua Israel berbeda. Setelah para tua-tua Israel dipenuhi Roh Kudus, tidak lama kemudian mereka tidak lagi dipenuhi dengan Roh atau kepenuhan itu hilang.3 Berbeda dengan Yosua yang penuh dengan Roh secara permanen. Roh Kudus tetap memenuhi Yosua, sebab kapasitas diri Yosua lebih dari tua-tua Israel.4

1) Hakim 14:5-6 ; 2) 1Samuel 19:20-24 ; 3) Bilangan 11:25-26 ; 4) Bilangan 27:18

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.