30 September 2014 (A): Kekayaan Yang Bernilai Tinggi

Satu hal yang bisa sangat merugikan bahkan bisa membinasakan adalah pemikiran dan merasa bahwa waktu hidup ini masih bisa panjang dan merasa masih memiliki banyak kesempatan untuk meraih hal-hal surgawi. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang mengesampingkan apa yang seharusnya bisa diselesaikan pada waktunya. Pada waktunya pasti waktu yang tercepat yang bisa dicapai. Kalau dapat diselesaikan dalam satu hari mengapa harus dikerjakan dua minggu? Mengingat kesempatan hidup hanya satu kali dan sangat singkat, maka perlulah menghargai setiap menit dan detik yang Tuhan berikan. Semua itu merupakan kekayaan yang tidak ternilai. Gagal mengelola waktu sebagai kekayaan Tuhan yang tidak ternilai akan menjadikan seseorang tidak menjadi kaya di hadapan Tuhan. Tanpa disadari setiap manusia ada dalam perjalanan waktu mendekati ujungnya.

Memang Tuhan memberi kebebasan setiap individu untuk mengelola hidupnya guna mencapai level yang terbaik yang dapat dicapainya. Tetapi berapa lama seseorang bisa mencapainya tergantung dari masing-masing individu tersebut. Orang yang malas dan tidak memiliki integritas akan menunda banyak hal yang seharusnya dapat dikerjakan guna mencapai kesempurnaan di dalam Tuhan. Kita harus menyadari bahwa waktu yang Tuhan berikan tidak ternilai, artinya tidak sebanding dengan kekayaan apa pun yang dapat diraih dan dimiliki di dunia ini. Dan waktu orang percaya adalah selalu menjadi waktunya Tuhan sebab Allah bekerja melalui segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia (Rm. 8:28). Segala perkara di sini berarti juga di segala waktu, kapan saja Tuhan menggarap orang percaya. Oleh sebab itu kita harus mempersenjatai diri dengan kesadaran bahwa setiap waktu kita adalah waktu Tuhan. Dengan demikian kita mengerti mengapa Paulus menasihati agar kita menggunakan waktu yang ada agar kita dapat mengerti kehendak Allah (Ef. 5:14-17). Dari pernyataan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk mengerti kehendak Tuhan seseorang harus menggunakan waktu yang ada. Jadi tidak bisa tanpa perjuangan dalam perjalanan waktu. Waktu dalam hal ini juga bisa menjadi sarana atau kendaraan yang harus dimengeti sebagai anugerah. Kalau seseorang tidak menggunakan waktu yang ada berarti ia menyia-nyiakan anugerah yang begitu besar yang Tuhan berikan. Ini berarti ia tidak bersedia diselamatkan. Dalam hal ini menggunakan waktu yang ada adalah respon terhadap anugerah yang Tuhan berikan.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.