30 November 2014: Menikmati Hidup Bersama Tuhan

Salah satu ketakutan tersembunyi dalam benak banyak orang untuk menjadi anak Tuhan yang sungguh-sungguh adalah ketakutan kehilangan sukacita hidup. Kekristenan dapat menjadi ancaman bagi kehidupan wajar kemanusiaan kita. Kekristenan dipandang dapat menjadi penjara bagi kehidupan dan merampas kebahagiaan hidup normal atau sebagai kewajaran. Hal ini cukup bisa dimengerti karena memang tidak sedikit gereja dan hamba Tuhan menawarkan kekristenan yang “menakutkan”. Kekristenan ditawarkan sebagai “kehidupan baru” yang harus menanggalkan segala gerak hidup yang telah kita miliki, sehingga mereka menjadi orang yang aneh. Biasanya gerak hidup yang telah dimiliki adalah gerak hidup yang dimiliki oleh manusia sekitar kita. Untuk ini perlu dijelaskan bahwa dunia sebenarnya bukan rusak sama sekali dan harus dijauhi dalam segala aspeknya. Memang dunia telah jatuh dalam dosa tetapi bukan berarti kita harus meninggalkan dunia dalam segala aspeknya. Di sini kita mengerti betapa pentingnya mengenal kebenaran supaya kita dapat membedakan produk Iblis yang harus ditolak dan produk manusia lain dalam kebudayaan yang harus diterima tanpa merasa berdosa. Memang kita akan meninggalkan dunia ini tetapi bukan berarti kita tidak boleh menikmati apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Tuhanlah yang menciptakan dunia dengan segala isinya, bukan Iblis. Banyak budaya yang lahir oleh ratio manusia yang diciptakan Tuhan dari tekhnologi sampai olahraga yang berunsur rekreasi untuk mewarnai kehidupan di bumi ini; mengingat manusia juga homo luden (manusia yang bermain). Ini bukan bermaksud membela mereka yang sibuk dengan segala perkara dalam hidup ini sampai menempatkan Tuhan secara keliru. Tuhan harus menjadi satu-satunya tujuan. Kita harus memahami bahwa Tuhan sungguh-sungguh mengingini anak-anak-Nya menikmati hidup dalam sukacita dan kebahagiaan bersama dengan Tuhan. Kehidupan seperti inilah yang seharusnya didamba setiap insan. Pada hakikatnya seluruh kegiatan hidup yang dilakukan oleh manusia dilakukan dalam persekutuan dengan Tuhan. Tetapi banyak orang tidak tahu pola hidup seperti ini, karena mereka buta terhadap kebenaran. Memang kita harus menanggalkan dosa tetapi bukan menanggalkan gerak hidup dalam segala aspeknya. Oleh sebab itu kita harus kritis logis yang Alkitabiah. Menggunakan logika maksimal oleh terang Roh Kudus sehingga dapat menemukan kekristenan yang Tuhan Yesus kehendaki.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.