30. Menyelesaikan Masalah Ekonomi Dengan Baik

DALAM KEHIDUPAN INI, bila kita jujur mengakui, masalah ekonomi adalah masalah yang termasuk pokok dan terutama dalam hidup. Selain masalah keluarga dan sakit penyakit, masalah ekonomi termasuk masalah yang banyak menyita perhatian hidup. Suasana jiwa manusia banyak ditentukan oleh masalah ekonomi ini. Tidak sedikit orang pergi ke gereja karena alasan tersebut. Semua kita menghendaki untuk memiliki kehidupan ekonomi yang baik. Kita tidak ingin memiliki masalah dalam ekonomi kita. Tetapi ternyata hampir semua orang memiliki masalah dalam kehidupan ekonominya. Bagaimana kita dapat dipulihkan dari kehidupan ekonomi seperti ini? Untuk mendapat jawaban ini tidak mudah, tetapi kita harus menemukan jawaban yang paling tepat sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, sebab jawaban ini akan memengaruhi nasib kekal kita.

Kita tidak boleh terjebak oleh cara-cara yang tidak dewasa. Maksudnya, cara yang tidak dewasa tidak akan membawa kita kepada kemenangan yang sesungguhnya, misalnya menyelesaikan masalah ekonomi hanya melalui doa oleh pendeta, maka semua masalah ekonomi selesai. Kita harus percaya bahwa di dalam Tuhan, kita tidak akan hidup dalam kemiskinan dan kekurangan. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa kita harus hidup dalam kemiskinan supaya kita lebih menyenangkan Tuhan. Seolah-olah dengan kemiskinan hidup, kita bisa menjadi lebih suci, lebih rohani dan lain-lain. Kadang Tuhan terpaksa memberikan kita kemiskinan, yaitu ketika kita tidak dengar-dengaran kepada Tuhan dan layak dihukum karena cacat karakter kita -agar kita didewasakan dan menjadi sempurna. Sejatinya, Tuhan memanggil kita untuk menikmati berkat. Berkat itu menyangkut berkat jasmani dan rohani agar kita bisa melayani Tuhan tanpa gangguan. Alkitab mengingatkan bahwa Ia sekali-kali tidak akan meningggalkan kita.1

Dalam Matius 6 Tuhan Yesus berbicara mengenai hal kekhawatiran, konteksnya adalah mengenai masalah berkat jasmani. Tuhan berkata bahwa “Bapamu tahu kamu memerlukannya”.2 Bila Tuhan Yesus mengatakan demikian itu berarti bahwa Bapa juga setuju bahwa kita memerlukannya. Dalam Filipi 4:19, Alkitab berkata bahwa Allah Bapa akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dam kemuliaan-Nya dalam Yesus Kristus. Perhatikan “segala keperluan”, itu berarti menyangkut makan minum, pakaian dan papan kita. Dalam Mazmur 23:1-6, ketika Pemazmur berbicara mengenai Allah sebagai gembala yang baik, ia menyebutkan mengenai rumput yang hijau. Itulah berkat jasmani atau kehidupan ekonomi kita. Kepercayaan seperti ini akan mendatangkan damai sejahtera dan kemudian menjadi kesaksian bagi orang lain. Bila sudah menjadi kesaksian bagi orang lain maka Tuhan akan memenuhi janji-Nya dan membuktikan di mata manusia lain bahwa apa yang kita yakini berdasarkan Alkitab adalah benar. Tuhan pasti membela anak-anakNya dan Firman-Nya.

Kita harus hidup benar di hadapan Tuhan. Alkitab berkata bahwa keturunan orang benar tidak akan meminta-minta.3 Petunjuk ini jelas bahwa kita harus menjadi orang yang benar. Tuhan berjanji akan memberkati kalau kita hidup benar, dan Tuhan pasti menepatinya. Hidup benar ini menyangkut kepercayaan yang Tuhan berikan. Kalau kita bisa dipercaya Tuhan, pasti Tuhan memberikan berkat. Bila dipandang Tuhan berkat itu tidak membahayakan kita, maka Tuhan akan mempercayakan berkat kepada kita. Selanjutnya kalau kita hidup bagi Tuhan maka Tuhan akan melengkapi kita dengan segala fasilitas, agar pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepada kita tidak terhambat. Ini adalah rahasia hidup yang mana jarang orang memercayainya. Kita harus berpegang teguh pada kebenaran ini. Dengan demikian pemulihan ekonomi bisa terjadi atau berlangsung dalam kehidupan orang percaya kalau ia mengerti kebenaran dan hidup di dalamnya. Akhirnya pemulihan ekonomi diberikan kepada Tuhan bagi kemuliaan dan kepentingan nama-Nya. Oleh sebab itu perjuangan untuk memiliki kehidupan ekonomi yang baik adalah pelayanan.

1) Ibr. 13:5 ; 2) Matius 6:31 ; 3) Mazmur 37:25

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.