30. KEBODOHAN

DALAM SURATNYA PAULUS menyatakan bahwa baginya hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.1 Dalam pernyataan Paulus ini sungguh sangat sinkron dengan apa yang dikemukakan oleh Tuhan Yesus mengenai Kerajaan Surga. Kerajaan Surga adalah pemerintahan Allah yang tidak berpusat pada kehidupan di bumi ini. Mendahulukan Kerajaan Surga berarti membangun kebenaran, yaitu bagaimana berkelakuan yang luar biasa seperti Tuhan Yesus dan memiliki damai sejahtera serta sukacita yang tidak didasarkan kepada perkara-perkara duniawi. Ini berarti seorang yang bersedia mendahulukan Kerajaan Allah sudah benar-benar bersedia mati bagi dunia. Dunia bukan lagi menjadi tujuan. Dunia dengan segala kesibukkannya adalah sarana untuk belajar menjadi warga Kerajaan Surga yang baik. Semua yang diupayakan semata-mata untuk kepentingan Tuhan.

Kehidupan seperti ini adalah kehidupan yang dikatakan Paulus “telah mati dan hidup tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah”.2 Memang tidak banyak orang yang bersedia hidup dengan cara demikian, tetapi yang bersedia maka harus memberi diri dibaptis. Dalam hal ini baptisan adalah lambang kematian.3 Jadi kalau seseorang tidak bersedia mati hendaknya tidak memberi diri dibaptis. Kematian jenis ini adalah kematian yang menghidupkan, sebab tanpa pengalaman kematian seperti ini maka seseorang tidak akan mengalami kebangkitan dalam hidup yang baru bersama dengan Tuhan. Jika seseorang berani masuk pergumulan sebagai orang Kristen sejati seperti ini, barulah bisa menghayati nilai kekristenan yang luar biasa yang tidak bisa dibandingkan dengan agama apa pun. Sebagai buahnya sesuai dengan janji Tuhan bahwa semuanya akan ditambahkan kepada kita.4 Semua di sini bukan

berkat jasmani semata-mata, tetapi usaha untuk mengumpulkan harta di surga, mengenal kebenaran dan mengabdi kepada-Nya.5 Dalam hal ini kita bisa memahami bahwa roda kehidupan kekristenan baru bisa berjalan kalau seseorang sungguh-sungguh bersedia mendahulukan Kerajaan Allah. Oleh sebab itu betapa pentingnya memahami ayat ini dengan benar. Jadi kalau dikatakan bahwa ayat ini adalah janji untuk memperoleh berkat jasmani, itu salah besar! Justru ayat ini mengisyaratkan, kalau seseorang mendahulukan Kerajaan Surga akan bisa berakibat kehilangan segala sesuatu, dimana yang tersisa baginya hanyalah Kerajaan Surga. Hal ini memberi ciri yang tidak bisa dibantah dari kehidupan seseorang yang sungguh-sungguh telah diselamatkan. Inilah kekristenan yang sejati atau orisinil.

Kekristenan bukan agama untuk orang kebanyakan artinya bahwa kekristenan adalah jalan hidup yang hanya bisa dikenakan oleh segelintir orang yang tidak berharap kebahagiaan hidup di dunia. Dan memang kebahagiaan dunia sangat terbatas. Untuk hal yang bersifat temporal atau bernilai sementara tetapi harus mengorbankan yang abadi adalah suatu kebodohan. Tidak berharap kebahagiaan hidup di dunia bukan berarti tidak bahagia, justru Tuhan akan menggirangkan kita dengan segala hal yang ada pada kita.

Selama orang masih berharap bahwa dunia bisa memberikan hidup yang lengkap, utuh, bahagia, aman dan nyaman, maka ia tidak akan pernah mengenakan kekristenan yang sejati. Manusia yang sudah terbelenggu oleh filosofi hidup yang salah ini akan terus terbelit oleh filosofinya tersebut sampai membunuh dirinya dan membunuh banyak orang. Orang seperti ini tidak dapat mengikut Tuhan Yesus. Kekristenan yang dikenakan pasti palsu. Tetapi inilah kodrat manusia pada umumnya. Hal ini diwariskan oleh orang tua kepada kita dan yang dapat diserap dari lingkungan dunia di sekitar kita. Korban Tuhan Yesus di kayu salib hendak menebus kita dari cara hidup yang salah ini.6 Cara hidup yang benar adalah menyiapkan akal budi, tetap waspada (tidak mengikut jalan dunia) dan meletakkan pengharapan seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepada orang percaya pada waktu penyataan Yesus Kristus.7 Itu berarti, lebih dari menggumuli pencapaian segala hal yang diharapkan dapat membahagiakan diri, seorang anak Tuhan harus hidup dalam ketaatan kepada Allah Bapa dan menjadi kudus dalam seluruh kehidupannya.8

1) Filipi 1:21 ; 2) Kolose 3:3 ; 3) Roma 6:4 ; 4) Matius 6:33 ; 5) Matius 6:19-24 ; 6) 1Petrus 1:18 ; 7) 1Petrus 1:13 ; 8) 1Petrus 1:14-16

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.