3 September 2014: Hanya Untuk Orang Percaya

Dalam hal ini harus disadari bahwa mengumpulkan harta di Surga bukanlah sekedar melakukan hukum-hukum, menyelenggarakan syariat-syariat agama dan melakukan perbuatan baik secara moral. Bahkan juga tidak cukup dengan menceburkan diri di lingkungan gereja dalam kegiatan pelayanan rohani atau kegiatan gereja dan lain sebagainya. Mengumpulkan harta di Surga berarti berusaha secara sungguh-sungguh melakukan apa yang Bapa kehendaki untuk dilakukan. Kalau seseorang melakukan segala sesuatu tersebut tanpa didasarkan pada kehendak Bapa, berarti sia-sia. Jadi, hidup seseorang sia-sia tanpa melakukan kehendak Bapa. Hidup hanya untuk melakukan kehendak Bapa inilah yang disebut sebagai menjadikan Tuhan pusat kehidupan.

Menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan adalah kebenaran yang tidak bisa dikenakan untuk semua orang, walau pun ia seorang beragama. Menjadikan Tuhan sebagai pusat hanya untuk umat pilihan yang diproyeksikan dan dirancang atau diarahkan untuk memiliki karakter Kristus yang dimungkinkan untuk mengerti kehendak Bapa, yaitu apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna (Rm. 12:2). Tentu saja panggilan menjadikan Tuhan sebagai pusat Kehidupan ditujukan kepada mereka yang mampu mengerti apa yang dikehendaki oleh Bapa dan melakukannya dengan tepat (Mat. 5:48). Memang Bapa memberi hujan kepada orang yang baik dan jahat juga matahari-Nya. Tetapi kesempurnaan dengan melakukan kehendak Bapa hanya untuk orang percaya.

Kalau Tuhan Yesus menghendaki kita sempurna seperti Bapa maksudnya adalah agar kita bisa diajak sepikiran dan seperasaan dengan Bapa. Oleh karena Tuhan Yesus telah menang yaitu berhasil taat atau melakukan kehendak Bapa dengan sempurna (taat sampai di kayu salib) maka Tuhan Yesus dapat menjadi pokok keselamatan. Pokok keselamatan artinya bahwa Tuhan Yesus menjadi teladan dan contoh kita sekaligus yang menolong kita mampu hidup seperti Dia hidup (Ibr. 5:9). Dalam hal ini harus ditekankan bahwa orang Kristen dipanggil Tuhan bukan hanya bisa melakukan hukum-hukum moral umum (seperti menghormati orang tua, tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berjinah dan lain sebagainya), tetapi orang percaya harus bisa mengerti kehendak Tuhan dan melakukan apa yang diingini oleh Tuhan. Hal ini sesuai dengan prinsip hidup Tuhan Yesus: makanan-Ku melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.