3. PASTI ADA PENYESATAN

Kenyataan adanya penyesatan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari. Tuhan Yesus sendiri telah menyatakan bahwa penyesatan harus ada di bumi ini (Mat 18:7). Penyesatan ini menunjuk kepada kegagalan orang mengenal kebenaran, dengan demikian pasti akan masuk neraka. Tetapi dalam hal ini bukan berarti Tuhan sudah menentukan orang-orangnya. Sebab, kalau Tuhan menentukan siapa saja orangnya, maka berarti hal ini bertentangan dengan hakikat Tuhan yang memberi tanggung jawab kepada masing – masing individu untuk menentukan nasib kekalnya. Dengan adanya tanggung jawab inilah, maka ada penghakiman dan pertanggungjawaban (Rm. 14:12; 2Kor. 5:9-10, dan lain sebagainya). Lagipula, Allah yang kasih adanya tidak akan pernah mengupayakan kebinasaan seseorang. Sebaliknya, Tuhan tidak menghendaki seorang pun binasa (2Ptr. 3:9).

Terkait dengan kehidupan Yudas, ada ayat lain dalam Alkitab yang mengesankan bahwa Yudas memang ditentukan untuk dibinasakan terdapat dalam Yohanes 17:2: Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Banyak orang memandang bahwa Yudas seakan-akan “ditentukan untuk binasa” berdasarkan ayat tersebut. Ditentukan untuk binasa dalam teks aslinya adalah ho huios tes apoleias. Dalam teks bahasa Inggris versi King James diterjemahkan the son of perdition (anak kebinasaan atau anak neraka). Dalam versi yang lain diterjemahkan “the man who was bound to be lost” (orang yang ditentukan untuk terhilang). Ayat tersebut membuat kelompok teolog dan orang-Kristen tertentu berpendapat dan meyakini bahwa memang Yudas ditentukan untuk terhilang.

Kita harus teliti membaca ayat tersebut. Setelah ditulis bahwa Yudas adalah anak kebinasaan, selanjutnya tertulis kalimat “supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci” (so that the scripture might come true). Ini berarti bahwa Yudas terbukti atau terverifikasi salah satu dari dua belas murid yang mengkhianati Tuhan Yesus. Hal tersebut untuk meneguhkan bahwa memang Tuhan Yesus adalah Mesias atau Juruselamat yang telah dinubuatkan oleh Kitab Suci. Di sini yang penting bukan penjelasan Yudas yang berkhianat, tetapi Tuhan Yesus sebagai penggenapan nubuat dalam Perjanjian Lama sebagai Mesias. Jadi, ditentukan untuk terhilang atau binasa tersebut bukan menunjuk pada penentuan pribadi Yudas oleh Allah sebagai anak kebinasaan, tetapi lebih menunjuk kepada penggenapan kitab suci bahwa salah satu orang dekat Mesias akan berkhianat.

Sebenarnya tidak menutup kemungkinan, salah satu dari murid lain juga bisa berkhianat. Dalam Yohanes 6:66-67 tertulis: Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga? Dari apa yang tertulis di sini, Tuhan Yesus pun juga membuka kemungkinan atau memberi peluang kepada orang-orang dekat-Nya untuk dapat meninggalkan-Nya. Dari catatan ini, jelaslah bahwa dibuka kemungkinan salah satu muridnya dapat berkhianat kepada-Nya. Namun ternyata, Yudaslah yang berkhianat. Berkenaan dengan ini digenapi pula apa yang tertulis dalam Alkitab: Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel (Mat. 27:9).

Nubuat yang digenapi mengokohkan fakta bahwa Yesus, putra Maria, adalah Mesias, Sang Juruselamat. Hal ini sangat dibutuhkan oleh manusia pada zaman itu yang memandang Yesus tidak lebih dari anak tukang kayu yang lahir dan hidup di tengah-tengah mereka. Nubuat-nubuat yang digenapi tersebut membuktikan kebenaran diri Yesus Kristus sebagai Mesias. Sehingga mereka tidak memiliki alasan lagi untuk menolak atau menyangkal Yesus Kristus sebagai Mesias. Salah satu pembuktiannya adalah pengkhianatan salah satu murid Tuhan Yesus, yaitu Yudas.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.