3 Oktober 2014: Menerima Yesus Sebagai Tuhan

Orang yang yang membangun keinginan dari diri sendiri berarti belum menerima dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai Tuhan. Belum menjadikan Tuhan Yesus sebagai Tuhan artinya masih belum menundukkan diri sebagai pelayan yang hidup hanya untuk melakukan kehendak Sang Majikan. Orang-orang seperti itu belum mengerti atau tidak mau mengerti bahwa Tuhan Yesus adalah Pemilik Kehidupan dan yang menciptakan segala sesuatu (Yoh. 1:10-11). Selama ini orang merasa sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan sebab telah memanggil Dia sebagai Tuhan dan melakukan kegiatan agamanya sebagai orang Kristen. Tetapi sebenarnya dirinya sendiri itulah tuhannya, yaitu selalu menyenangkan diri sendiri. Kehidupan kita setiap hari akan menunjukkan apakah kita berusaha membangun takhta kita sendiri atau hanya memandang dan menghormati takhta Tuhan. Seharusnya setiap orang percaya memandang Tuhan Yesus dan berprinsip dengan teguh bahwa hanya Dia yang layak menerima kehormatan sebagai Tuhan atau Kurios dengan hidup hanya melakukan kehendak Bapa. Ketika seorang Kristen belum dewasa, Tuhan membiarkannya menjadikan diri sendiri sebagai tuhan. Walaupun mulut memanggil Tuhan Yesus sebagai Tuhan, tetapi kenyataannya tindakan hidup setiap hari belum menunjukkan telah menerima Dia sebagai Tuhan. Hal ini disebabkan karena orang yang belum dewasa belum mampu menundukkan diri sebagai hamba atau pelayan. Tetapi ketika sudah saatnya seorang Kristen dipandang Tuhan sudah dewasa maka Tuhan menghendaki orang percaya berprinsip seperti Tuhan Yesus yaitu makanan-Ku ialah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya (Yoh. 4:34). Orang-orang Kristen yang dewasa ini sudah bisa diajak untuk menemukan dan memikul  salibnya. Memikul salib ini artinya mengalami penderitaan demi pekerjan Tuhan. Untuk sampai bisa hidup pada level memikul salib ini seseorang harus mengubah konsep hidup yang selama ini telah dikenakan, dan mengenakan konsep hidup yang diperagakan oleh Tuhan Yesus. Kedatangan Tuhan Yesus di bumi ini hanya untuk melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Dari pejuang hidup bagi diri sendiri dan keluarga, menjadi pejuang Tuhan. Menjadi pejuang Tuhan artinya hidup di dunia ini hanya untuk kepentingan Tuhan semata-mata, yaitu bagaimana menjadi corpus delicti dan menolong orang lain menjadi corpus delicti juga. Untuk kegiatan ini segala sesuatu harus dikorbankan.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.