29. Tanda Baptisan Roh Kudus

BERTALIAN DENGAN PENUH Roh yang ditulis Alkitab, maka dapat disimpulkan Pertama, bahwa kepenuhan Roh atas seseorang tidak dapat dipisahkan dari kapasitas orang yang menerima kepenuhan Roh-Nya. Tidak mungkin Tuhan memenuhi Roh secara permanen kepada orang-orang yang hidupnya tidak berkualitas. Dalam Perjanjian Lama ditemukan orang yang penuh dengan Roh Allah, antara lain Yusuf dan Daniel.1 Mereka adalah orang-orang yang memiliki kualitas hidup luar biasa. Bukan karena mereka kaya, berpendidikan atau berpenampilan lahiriah hebat, tetapi mereka adalah orang-orang sederhana yang memiliki hubungan akrab dengan Tuhan. Yusuf dan Daniel adalah orang-orang yang menghargai kesucian Tuhan. Yusuf, sejak masa mudanya hidup benar dan klimaknya ditunjukkan dengan menolak tawaran kenikmatan dosa seks dari nyonya Potifar.2 Daniel menolak menajiskan dirinya dengan makanan raja.3

Dalam Perjanjian Baru orang-orang yang dipenuhi Roh di Yerusalem adalah orang-orang yang setia mengiring Yesus. Walau mereka ditolak masyarakat sekitar mereka dan mereka menghadapi ancaman penguasa pada waktu itu, namun mereka tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan Yesus. Mereka patuh tatkala harus menunggu janji Bapa di Yerusalem.4 Mereka tidak seperti orang kebanyakan. Kita tidak bisa mengharap penuh Roh Kudus sementara kita tidak berbeda dengan lingkungan dunia.

Kedua, kepenuhan Roh pasti bertalian dengan tugas Bapa.

Seperti halnya Yusuf dan Daniel, mereka penuh dengan Roh untuk melakukan kehendak dan rencana Bapa. Mereka adalah orang-orang yang mengerti kehendak Bapa dan bersedia untuk menggenapinya. Yususf harus menyelamatkan Mesir dan saudara-saudaranya di Kanaan. Daniel harus memberi kesaksian tentang Yahwe kepada bangsa kafir. Demikian pula dengan orang percaya di zaman Perjanjian Baru, mereka dipenuhi Roh Kudus sebagai perlengkapan untuk meneruskan karya keselamatan Allah sampai ke ujung bumi. Tentu kepenuhan Roh-Nya akan dipercayakan kepada mereka yang peduli dengan pekerjaan Tuhan. Bukan orang yang sibuk dengan dirinya sendiri. Kepenuhan Roh bukan hanya untuk kesenangan pribadi atau sekadar gagah-gagahan. Ketika Roh Allah menghinggapi seseorang, tentu memiliki rencana Bapa, yaitu agar rencana Bapa digenapi.

Tidak banyak orang yang peduli dengan hal kepenuhan Roh. Manusia sudah makin jauh dari Tuhan, bahkan orang-orang yang ada di dalam gereja merasa bahwa kepenuhan Roh hanya untuk mereka yang aktif dalam kegiatan gereja. Pengertian ini salah. Tuhan menghendaki agar kita semua penuh Roh. Paulus menasihati agar orang percaya mengalami kepenuhan Roh.5 Dalam teks ini terdapat catatan penting bahwa kepenuhan Roh dibicarakan berkenaan dengan dunia akhir zaman yang jahat sekali. Di tengah dunia yang jahat ini, orang percaya harus mengerti kehendak Tuhan. Sebagai kontrasnya, Paulus mengatakan agar orang percaya tidak mabuk oleh anggur.6 Tidak mabuk oleh anggur maksudnya agar orang percaya dalam keadaan siuman untuk hidup seturut kehendak Allah dan dapat mengontrol diri dengan seksama.

Apa yang dikemukakan dalam Kisah Para Rasul pada umumnya adalah fenomena kepenuhan Roh secara temporal, hal itu juga berkenaan dengan pentahbisan gereja. Biasanya kepenuhan Roh secara temporal ini disertai tanda-tanda karunia Roh yang spektakuler. Hal ini sangat dibutuhkan pada gereja mula-mula sebagai tanda bahwa Tuhan menghadirkan gereja-Nya di tengah-tengah dunia. Seiring dengan berjalannya waktu, kepenuhan Roh yang dikehendaki oleh Allah adalah kepenuhan Roh secara permanen.7 Hal ini akan menghasilkan kepekaan untuk mengerti kehendak Allah dan melakukan kehendak Allah. Kualitas orang yang dipenuhi Roh secara permanen ini pasti dapat terlihat oleh semua orang di sekitarnya. Dengan demikian ia akan efektif sebagai saksi Tuhan.

1) Kejadian 41:38 ; Daniel 4:8 ; 2) Kejadian 37-39 ; 3) Daniel 1 ; 4) Kisah 1:4; 4:8, 31 ;
5) Efesus 5:15-19 ; 6) Efesus 5:18 ; 7) Efesus 5:15-19

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.