29. PENAKUT

ORANG YANG TIDAK memercayai pribadi Allah adalah orang-orang yang pasti tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan Dia. Hubungan yang tidak harmonis tersebut disebabkan karena ketidakpercayaan terhadap Allah. Membandingkan dengan kehidupan bangsa Israel, mengapa bangsa Israel sering menyembah berhala? Sebab berhala-berhala tersebut dipandang memiliki keistimewaaan seperti memberi kesuburan, memberi kemenangan dalam perang dan lain sebagainya. Hal itu terjadi ketika kepercayaan mereka terhadap Allah Yahweh menjadi kendor. Begitu bangsa Israel memiliki berhala maka hubungan mereka dengan Elohim Yahweh menjadi rusak. Bagaimana bisa harmonis kalau hatinya ditambatkan kepada kekayaan yang menjadi tempat perlindungan? Inilah orang-orang yang memiliki berhala dalam hidup ini. Kalaupun mereka ke gereja, Tuhan hanya menjadi salah satu alternatif untuk menopang hidupnya. Tetapi mereka tidak mampu memercayai Tuhan sepenuhnya, sebab Tuhan tidak kelihatan dan seakan-akan tidak ada. Biasanya orang-orang seperti ini berharap bantuan doa pendeta atau orang-orang yang dipandang dapat menjadi mediator dengan Tuhan. Maka larislah orang-orang yang mengaku diri sebagai dapat menjadi distributor berkat Tuhan. Tetapi hal ini merusak pertumbuhan iman yang murni dari jemaat Tuhan.

Dalam kitab Wahyu dikatakan bahwa orang yang termasuk kelompok yang akan dibinasakan adalah para penakut.1 Kata penakut dalam teks aslinya adalah deilos (δειλός). Kata ini diterjemahkan sebagai fearful (sangat ketakutan). Tetapi juga bisa berarti cowardly (pengecut), timid (orang yang kurang atau tidak memiliki keyakinan). Orang-orang seperti ini tidak memuliakan Tuhan. Mereka meragukan kasih dan pemeliharaan Allah yang sempurna. Orang yang penakut tidak akan dapat menjadi perwira Tuhan untuk mengawal pekerjaan-Nya. Mereka sibuk dengan perasaan takutnya sendiri dan menjadi egois. Untuk melindungi diri, maka seseorang akan berusaha memiliki harta sebanyak-banyaknya. Biasanya orang-orang seperti ini menjadi pelit atau kikir. Kalaupun ia berbagi untuk orang lain, hal itu disebabkan karena hartanya sudah terlalu banyak dan ia membutuhkan penghargaan dan pengakuan dari manusia, atau sebagai usaha untuk menyuap Tuhan yang sebenarnya tidak atau kurang dipercayainya.

Dalam hal ini dapat ditemukan penyebab mengapa banyak orang tidak berani berkorban bagi Tuhan. Mereka menahan miliknya guna mengawal pekerjaan Tuhan, sebab mereka merasa tidak aman tanpa harta kekayaan. Mereka melindungi harta kekayaannya dengan keamanan dirinya. Tentu saja mereka tidak dapat berbagi untuk orang lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “penakut” adalah orang-orang yang tidak mungkin mengasihi Tuhan dan sesamanya. Mereka mengasihi harta lebih dari Tuhan. Padahal Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang tidak mengasihi Tuhan berkeadaan terkutuk.2 Bagaimana orang seperti ini mengambil bagian dalam pelayanan pekerjaan Tuhan, sementara mereka pasti memiliki banyak agenda sendiri dalam hidup ini? Agenda sendiri maksudnya usaha mencari perlindungan dan kesenangan hidup, sebab merasa bahwa Tuhan tidak cukup bagi dirinya; tidak cukup memberi perlindungan dan kebahagiaan. Dalam hal ini dibutuhkan pengenalan mengenai

Allah yang memadai dan pengalaman berjalan dengan Dia. Pengenalan dan pengalaman ini harus bertumbuh dari hari ke hari sehingga membangun kepercayaan yang kokoh terhadap pribadi Allah; bahwa Allah cukup bagi kita. Dari hal ini seseorang membangun hubungan harmonis dengan Tuhan dan mengerti bagaimana mengisi hidup, yaitu melayani Bapa, bukan memiliki agenda pribadi. Orang yang memiliki agenda sendiri dalam hidup ini pasti tidak melayani Tuhan, tetapi melayani diri sendiri. Orang seperti ini tidak pantas menerima pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Sebab kalau seseorang memiliki agenda sendiri dalam hidup, lalu berharap Allah melindunginya, ia menjadikan Allah sekadar jongos.

1) Wahyu 21:8 ; 2) 1Korintus 16:22

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.