29 Oktober 2014: Target Yang Harus Dicapai

Berkenaan dengan pertumbuhan rohani, Firman Tuhan berkata: ”…karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras” (Ibr. 5:11-14). Ayat ini menunjukkan adanya orang orang Kristen yang tidak bertumbuh secara normal. Seharusnya mereka sudah bisa mengajar orang, tetapi ternyata masih harus diajar hal-hal yang masih bersifat dasar, yaitu Firman yang tidak tergolong makanan rohani yang keras. Mereka adalah orang Kristen yang mengikut Tuhan Yesus tanpa target. Banyak orang Kristen mengira bahwa hidup kekristenannya bisa dijalani tanpa target. Sama seperti orang yang bekerja tanpa target biasanya cenderung tidak produktif dan tidak memberi hasil yang optimal. Mereka pun tidak bersungguh-sungguh mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar. Dengan takut dan gentar bisa berarti bahwa mengerjakan keselamatan bukan sesuatu yang mudah, sebab targetnya adalah menjadi manusia Allah seperti Tuhan Yesus. Karena merasa tidak ada ancaman untuk mencapai suatu target maka mereka hidup sembrono sehingga tidak mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Dengan takut dan gentar juga bisa berarti berusaha setiap hari bahkan setiap saat menangkap nasihat Tuhan melalui banyak pelajaran rohani yang Tuhan berikan melalui segala peristiwa kehidupan. Bila pelajaran rohani itu berlalu maka belum tentu akan datang lagi dengan kualitas hasil yang sama. Padahal kekayaan yang terdapat pada pelajaran rohani tersebut merupakan kekayaan abadi yaitu yang mengubah seseorang untuk menjadi manusia yang berhiaskan manusia batiniah yang berharga di mata Allah dan abadi (1Ptr. 3:4). Inilah orang-orang yang semakin cantik di mata Tuhan. Karena sudah salah memahami hidup kekristenannya maka banyak orang tidak pernah mengerti target yang harus dicapainya. Sebagai gantinya banyak cita-cita dan keinginan sendiri yang menurutnya harus dicapai sebagai target demi kesukaan dan kelengkapan hidup. Tanpa disadari mereka terus terjebak dalam berbagai keinginan duniawi sampai tidak bisa keluar dari belenggu tersebut, seperti “kolesterol atau lemak dalam darah” yang membahayakan kesehatannya. Sampai tahap tertentu tidak bisa diobati atau disembuhkan.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.