29. Menghitung Hari

UNTUK PROSES PENDEWASAAN ini, peran waktu menjadi sangat berharga. Itulah sebabnya Pemazmur mengajarkan agar kita menghitung hari-hari.1 Kata menghitung dalam teks aslinya adalah limnowt dari akar kata manah yang memiliki beberapa pengertian yaitu membagi menurut ukuran beratnya (to weigh out), menjadikan resmi atau sah (to allot or constitute officially), menghitung (enumerate), mendaftarkan (enroll) dan menyusun (to set). Menghitung hari berarti menghargai setiap hari yang Tuhan berikan, sebab di dalam setiap hari ada pelajaran yang Tuhan berikan untuk mengubah dan mendewasakan kita. Berangkat dari kata menghitung (limnowt) dalam Mazmur 90:12, Firman Tuhan mengajarkan beberapa hal penting.

Pertama, membagi menurut ukuran beratnya (to weigh out). Hal ini menunjuk bahwa setiap hari memuat berkatnya sendiri. Setiap hari Tuhan sudah menyediakan manna dari Surga yaitu berkat kekal tertentu untuk pertumbuhan kedewasaan kita. Oleh sebab itu hendaknya kita tidak kehilangan berkat-Nya yang baru yang Tuhan sediakan bagi kita.2 Untuk tidak kehilangan berkat Tuhan tersebut, setiap pagi sebelum memulai segala sesuatu, kita harus berurusan dengan Tuhan. Dalam berurusan dengan Tuhan tersebut kita memperbaharui (up date) komitmen kita untuk memilih Tuhan dan Kerajaan-Nya, dimana kita memberi diri diubah agar layak masuk Kerajaan-Nya.

Kedua, menghitung (enumerate), artinya bahwa waktu hidup kita sangat terbatas, singkat bila dibanding kekekalan.3 Setiap saat kematian dapat menjemput kita. Fakta ini sungguh-sungguh sangat dahsyat, tetapi banyak orang tidak menyadari kedahsyatan fakta ini. Ini adalah fakta essensial yang membedakan manusia dari hewan. Harus selalu diingat bahwa hidup di bumi berarti kita ada dalam kefanaan. Kefanaan meletakkan manusia seperti di sebuah tempat dimana pedang terhunus atau guillotine setiap saat dapat jatuh. Martin Luther berkata: “ Bahkan dalam kesehatan yang paling baik kita harus selalu menempatkan kematian didepan kita, agar kita tidak berharap hidup selamanya didalam dunia ini.” Ibaratnya, kita seperti meletakkan kaki sebelah ke udara. Bila kaki sampai di tanah bisa merupakan titik hari kematian.

Di terbatasnya waktu hidup ini, kita harus sungguh-sungguh menjadikan segala sesuatu bermanfaat untuk kekekalan. Oleh sebab itu yang harus dilakukan oleh orang percaya yang bijaksana adalah mendaftarkannya (to enroll) harinya. Mendaftarkan di sini seperti seperti orang tua yang membawa anak-anak ke sekolah untuk menjadi murid yang dididik. Demikian pula kita membawa hari kita kepada Tuhan agar setiap hari menjadi hari resmi kita belajar kebenaran Tuhan demi kehidupan yang akan datang. Selanjutnya kita menyusun (to set) agar setiap hari yang kita miliki menjadi suatu kegiatan yang berdaya guna untuk menjadi pribadi yang berkenan kepada Tuhan. Tentu menyusun kegiatan hidup berdasarkan tugas atau profesi kita masing-masing. Melalui berbagai kegiatan hidup kita setiap hari, Tuhan merancang hidup kita setiap hari menjadi suatu lukisan yang indah. Oleh sebab itu sejak pagi kita telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai pelajaran yang Tuhan berikan kepada kita.

Akhirnya, kita harus menjadikan setiap hari adalah hari dinas kita untuk mengabdi kepada Tuhan (to allot or constitute officially). Setiap hari bukan hari libur dimana kita boleh menjadikan hari kesenangan untuk diri sendiri. Seperti Tuhan Yesus tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya, artinya terus bekerja keras. Kita harus mensyukuri satu hari yang Tuhan berikan, sebab kita tidak mampu menambah satu hari pun hidup kita.4 Setiap hari yang Tuhan berikan adalah hari untuk belajar mengabdi kepada Tuhan sampai kita sungguh-sungguh bisa mengabdi secara proporsional. Hari dinas artinya bahwa kita selalu harus bekerja bagi majikan. Itulah sebabnya Paulus mengajarkan agar baik kita makan atau minum atau melakukan sesuatu yang lain, kita harus melakukannya bagi kemuliaan Tuhan.

1) Mazmur 90:12 ; 2) Ratapan 3:22-23 ; 3) Mazmur 90:10-12 ; 4) Matius 6:24-27

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.