29 Januari 2015: Dosa Yang Tidak Disengaja

SERINGKALI DALAM DOA terdapat kalimat agar Tuhan mengampuni semua hal yang kita lakukan yang tidak berkenan di hadapan-Nya, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, disadari maupun yang tidak disadari. Doa seperti ini sesungguhnya adalah doa seseorang yang belum dewasa. Dahulu kita sering mengucapkannya. Suatu hari ketika saya mengucapkan kalimat doa tersebut terdengar suara pelan dalam hati: “Aku ingin semua yang kamu lakukan kamu sadari sepenuhnya”. Hal ini menyadarkan bahwa kita telah berbuat kesalahan selama ini. Mestinya semua tindakan kita harus kita sadari sepenuhnya, sehingga tidak ada istilah “tidak disengaja atau tidak disadari” untuk urusan yang menyangkut perasaan Tuhan dan kekekalan. Kita tidak boleh menganggap bahwa ada tindakan yang bisa dipandang remeh, semua tindakan yang kita lakukan adalah hal yang besar, sebab semua yang kita lakukan akan membangkitkan reaksi perasaan Tuhan dan memiliki dampak di keabadian.

Ketika seseorang berkata agar Tuhan mengampuni dosa yang tidak disadari, seakan-akan ia boleh ada dalam situasi tidak tahu atas sesuatu yang dilakukannya. Jika dalam keadaan tidak tahu tersebut berbuat salah, maka dosanya mudah diampuni dan tidak perlu menanggung pukulan atau hukuman. Ini sikap yang tidak dewasa. Memang, Tuhan tidak menuntut orang yang tahu sama dengan orang yang tidak tahu. Memang yang diberi banyak dituntut banyak dan yang diberi sedikit dituntut sedikit.1 Tetapi anak Tuhan tidak dikehendaki oleh Tuhan bersikap pasif, tetapi bersikap aktif untuk melakukan segala sesuatu dalam perkenanan Tuhan dan bertumbuh dewasa sehingga dapat selalu dalam situasi mengerti apa yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan. Oleh sebab itu setiap orang percaya harus selalu dalam situasi berjaga-jaga sehingga mengerti benar yang dilakukan; apakah benar atau salah.

Adalah sikap tidak dewasa kalau seseorang mohon pengampunan atas kesalahan yang tidak disadari hanya berharap Tuhan menghapus kesalahan tersebut. Inilah cara minta ampun dalam banyak agama, mereka hanya menuntut kesalahan dihapuskan titik. Berbeda dengan orang percaya. Semua dosa sudah dipikul di kayu salib. Orang percaya sudah diampuni, yang menjadi persoalan bukan hanya tindakan salah yang dilakukan tetapi keadaan batiniah yang masih meleset artinya belum mampu hidup sesuai dengan yang dikehendaki Allah, permintaan ampun kita lebih pada keadaan batiniah tersebut. Memang terdapat perbedaan yang tipis antara mohon ampun atas suatu tindakan kesalahan dan atas suatu keadaan batiniah yang belum dewasa. Apa artinya suatu kesalahan diampuni kalau masih berkeadaan “suka berbuat salah”? Justru permohonan ampun kepada Tuhan dimaksudkan agar orang percaya tidak melakukan kesalahan yang sama. Selanjutnya setelah mohon pengampunan atas keadaan kita yang belum memuaskan hati Tuhan maka kita harus belajar untuk memahami segala sesuatu yang ada di dalam hati Tuhan berkenaan dengan hidup kita. Orang percaya harus berjuang untuk benar-benar mengerti apakah ia ada dalam situasi yang sungguh-sungguh benar atau tidak. Kalau seorang anak Tuhan ada di wilayah abu-abu, maka ia harus berjuang untuk dapat segera keluar dari wilayah tersebut. Hal ini dimaksudkan agar orang percaya mendapat kepastian apakah dirinya dalam keadaan berkenan di hadapan Tuhan atau tidak. Itulah sebabnya orang percaya harus memiliki pikiran dan perasaan Kristus2 agar menyadari sepenuhnya apakah keadaan dirinya menyukakan hati Tuhan atau melukai-Nya, menghormati Tuhan atau melecehkan-Nya dan apakah hidupnya sungguh-sungguh berguna untuk pekerjaan Tuhan atau hanya hidup untuk kepentingan diri sendiri. Kalau seseroang memiliki pikiran dan perasaan Kristus maka semua tindakannya diterangi oleh kecerdasannya sehingga ia bisa mengerti kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna.3 Orang-orang seperti ini dapat menempatkan dirinya dengan benar di hadapan Bapa dan segala sesuatu yang dilakukan dengan sengaja untuk menyukakan hati Bapa.

1). Lukas 12:48 2) Filipi 2:5-7 3) Roma 12:2

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.