29. BERANI HIDUP TIDAK WAJAR

KETIKA SESEORANG BERUSAHA sungguh-sungguh untuk hidup berkenan di hadapan Tuhan, maka ia akan mengalami “sakit”nya ketika harus melakukan keinginan Bapa dan membunuh keinginannya sendiri. Proses melepaskan kesenangan sendiri ini dimulai dari hal-hal sederhana yang tidak sulit untuk dilepaskan. Tapi pada akhirnya ia harus melepaskan kesenangan yang sudah menyatu dengan dirinya, yaitu kesenangan yang seharga dengan nyawanya atau hidupnya. Itu adalah kesenangan-kesenangan yang tidak mudah bisa dilepaskan. Kalau jujur ia berkata bahwa ia tidak bisa hidup tanpa kesenangan tersebut. Kesenangan itu bisa berupa seseorang atau sesuatu, kekayaan, kehormatan, kedudukan, kenikmatan makan minum atau pesta, libido seks, suatu hobi, perhiasan, model pakaian dan lain sebagainya. Kesenangan yang paling dianggap tidak melanggar kehendak Tuhan adalah hidup wajar seperti manusia lain. Sejatinya, itu juga kesenangan yang harus dilepaskan.

Kehidupan sebagai anak-anak Tuhan adalah kehidupan yang tidak wajar menurut dunia. Kehidupan yang tidak memiliki kesenangan selain menyukakan hati Allah Bapa. Kesenangan-kesenangan hidup ini menjadi seperti wilayah dalam kerajaannya yang tidak akan diserahkan kepada pihak manapun. Melepaskan suatu kesenangan seperti mencabut nyawa. Sungguh sangat menyakitkan. Hal inilah yang membuat seseorang menahan diri untuk mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan secara benar. Dalam hal ini seseorang bisa membuktikan kecintaannya kepada Tuhan, yaitu ketika ia bersedia melepaskan segala sesuatu dan menjadikan Tuhan sebagai kesukaan hidupnya. Akhirnya, tidak ada lagi kesenangan yang disisakan kecuali menyenangkan hati Tuhan tersebut.

Kenyataan yang ada sekarang ini, banyak orang Kristen yang tidak siap memasuki kehidupan yang luar biasa sebagai anak-anak Allah yang luar biasa. Karena mereka tidak bersedia meninggalkan kesenangannya sendiri. Berkenaan dengan hal ini, dalam Injil ditunjukkan orang-orang yang tidak bersedia mengikut Tuhan Yesus sehingga kehilangan kesempatan yang sangat berharga. Di antaranya tertulis dalam Lukas 9:57-62. Mereka mau mengikut Tuhan Yesus tetapi tidak mau membayar harga pengikutannya. Banyak orang Kristen tidak tahu atau tidak mau tahu bahwa untuk mengikut Tuhan Yesus ada harganya yang sangat mahal. Mereka mau serba gratis. Memang kalau hanya beragama Kristen harganya murah dan nyaris gratis, tetapi tidak memiliki keselamatan. Sedangkan mengikut Tuhan Yesus artinya mengikuti cara hidup-Nya dan melakukan apa yang diajarkan Tuhan Yesus. Harganya sangat mahal, tetapi inilah keselamatan yang sesungguhnya. Jika tidak melakukan hal ini (mengikuti cara hidup-Nya dan melakukan apa yang diajarkan Tuhan Yesus), berarti menolak keselamatan. Hal ini sebenarnya sama dengan menukar hak kesulungan dengan semangkuk makanan.1 Banyak orang Kristen tidak menyadari hal ini, mereka berpikir bahwa hak keselamatan sudah mereka miliki dengan sendirinya dan tidak pernah bisa hilang.

Mengikut Tuhan Yesus harus bersedia hidup seperti Tuhan Yesus, yaitu tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala artinya bersedia tidak mencari kenyamanan hidup. Inilah hal tersulit yang dihadapi orang Kristen, sebab dengan mengenakan kebenaran ini maka ia mulai merasa hidup tidak wajar. Tetapi sesungguhnya inilah cara menghargai hidup. Pada umumnya manusia hidup hanya untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya dan mengingini apa yang orang lain miliki sesuai dengan semangat zaman. Kalau hal ini dilakukan orang yang hidup sebelum zaman anugerah atau orang di luar orang percaya, bisa dimaklumi, tetapi kalau orang percaya mengabaikannya, betapa celakanya. Semangat hidup orang percaya adalah semangat dari tempat Mahatinggi, yaitu mengenakan gairah hidup Tuhan Yesus “tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya”. Kehidupan Tuhan Yesus adalah kehidupan yang hanya diperuntukkan bagi Allah Bapa, yaitu melakukan segala kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.2 Orang percaya akan meletakkan kepala di langit baru dan bumi yang baru dalam Kerajaan-Nya nanti, sedangkan di bumi ini bekerja keras untuk roti yang tidak binasa.3

1) Ibrani 12:16-17 ; 2) Yohanes 4:34 ; 3) Yohanes 6:27

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.