28. Tidak Diskriminasi

PEMURIDAN ADALAH panggilan bagi orang yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Dalam hal ini tidak ada diskriminasi. Tidak ada pembedaan warna kulit, bentuk rambut dan lain-lain. Semua bangsa beroleh kesempatan yang sama untuk menerima kehormatan menjadi murid Tuhan. Jelas, dalam amanat agung itu Tuhan Yesus menyebutkan semua bangsa. Ini berarti tidak ada lagi pemisahan dan pembedaan antar umat manusia. Di dalam Kristus kita menjadi satu bangsa yang tidak terpisah-pisah.1 Semua orang dapat menjadi murid Tuhan. Dalam hal ini pula tidak ada kriteria lahiriah yang mengklasifikasikan seseorang boleh menjadi murid Tuhan atau tidak.

Orang percaya yang setia memberi diri dibimbing oleh Firman dan Roh-Nya, dilayakkan dan dimungkinkan menjadi murid Tuhan. Pengertian murid di sini harus dimengerti secara benar. Ini bukan berarti seorang harus menjadi murid sekolah Alkitab. Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa hanya orang-orang yang duduk di bangku sekolah Alkitab atau sekolah teologia yang efektif menjadi murid Tuhan. Hanya merekalah yang layak disebut murid Tuhan, yang nantinya layak mengajar orang lain dan menjadi orang percaya yang berkualitas. Oleh karena itu, hanya mereka yang layak berpredikat hamba Tuhan. Tanpa disadari, acap kali seseorang berpikir bahwa yang tidak duduk di bangku sekolah Alkitab atau sekolah teologia adalah murid kelas rendah sedangkan murid sekolah Alkitab adalah murid Tuhan kelas tinggi dalam pemandangan mata Tuhan.

Pola berpikir yang salah tersebut adalah akibat pola pelayanan gereja yang salah. Seharusnya semua orang percaya dimuridkan, dididik, diajar dan dilengkapi dengan berbagai perlengkapan rohani yang baik sehingga kemudian hari orang percaya dapat melayani pekerjaan Tuhan. Gereja mengandalkan lulusan sekolah Alkitab yang kadang-kadang kurang dipersiapkan karakternya untuk memuridkan jemaat. Sekolah-sekolah Alkitab kadang kurang menyediakan menu pemuridan yang cukup dalam kurikulum pendidikan bagi siswa/mahasiswanya. Gereja seharusnya menjadi sekolah Alkitab, sekolah pelayanan, sekolah teologia dan pembinaan karakter demi pendewasaan untuk menjadi serupa dengan Yesus. Sehingga setiap jemaat dapat memuridkan sesamanya.

Jemaat harus menerima proses pemuridan yang memperlengkapi jemaat yaitu menjadi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. Ini berarti semua jemaat pada akhirnya akan menjadi pelayan-pelayan Tuhan. Untuk proyek besar ini, gereja Tuhan diperlengkapi Allah dengan rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar.2 Melihat kenyataan ini, gereja Tuhan di akhir zaman harus bangkit untuk memuridkan anggotanya. Gereja Tuhan harus bangkit untuk membenahi diri guna melengkapi kegiatannya yang bertendensi kepada pemuridan. Gereja harus merealisir Amanat Agung Tuhan ini kepada semua anggotanya, tidak terkecuali. Gereja tidak boleh membuat pemisahan dan diskriminasi antar anggotanya. Kaya atau miskin, berpendidikan atau tidak, dari suku apa pun harus menerima pelayanan yang sama yang membawa mereka kepada kesempurnaan.

Dengan menganalisa Injil, keselamatan dan segala sesuatu yang bertalian dengan hal tersebut, maka dapatlah ditegaskan bahwa keselamatan manusia dapat diperoleh hanya melalui korban Yesus Kristus. Pandangan yang mengatakan bahwa keselamatan bisa diperoleh manusia tanpa Kristus, adalah pandangan dangkal dan miskin yang tidak memahami makna keselamatan yang benar. Ini adalah penyesatan yang sangat berbahaya. Akhirnya setiap orang percaya menjadi saksi melalui perbuatannya. Melalui perbuatan baik, seorang Kristen akan membuktikan bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang benar. Orang di sekitarnya akan berkata bahwa orang sebaik orang Kristen tersebut tidak mungkin Tuhannya salah. Perbuatan baik orang percaya mengatup mulut orang yang tidak percaya. Kehidupan orang Kristen yang benar akan menjadi pola dengan mana orang lain membangun dirinya.

1) Kolose 3:5-11 ; 2) Efesus 4:11-13

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.