28. Ciri Kepenuhan Roh

KEPENUHAN ROH KUDUS adalah tema yang sudah sangat populer di kalangan gereja Pentakosta dan selalu up to date. Tetapi tema ini juga terus menjadi polemik yang tidak pernah berhenti. Namun demikian, di antara gereja-gereja ini pun belum ada kesesuaian paham. Di antara mereka pun terjadi perdebatan sekitar pokok tersebut, hingga hari ini. Hal dipenuhi Roh Kudus mendapat tempat utama dalam pengajaran gereja-gereja aliran Pentakosta dan Karismatik. Kalimat kepenuhan Roh adalah kalimat yang sangat populer yang sering diperdengarkan. Mereka pada umumnya merindukan kehidupan yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Tidak sedikit yang berasumsi bahwa kepenuhan Roh Kudus-yang dimanifestasikan dengan tanda-tanda ajaib- yang diberikan kepada mereka merupakan puncak dari kedewasaan rohani dan ciri dari seorang Kristen yang dewasa. Karena asumsi ini, maka orang berusaha untuk menyusun ciri-ciri seorang yang ada dalam kepenuhan Roh Kudus dan berusaha memperagakan. Hal ini akan menyebabkan munculnya manifestasi Roh Kudus palsu demi sebuah reputasi, agar dirinya dianggap sebagai seorang yang telah memililiki kepenuhan Roh.

Apa yang dimaksud dengan kepenuhan Roh Kudus? Kata kepenuhan dalam bahasa Ibraninya adalah nuwach ( נוּחַ ). Kata ini berarti juga berbaring atau menempatkan diri. Dalam bahasa Yunani adalah pletho (πλήθω). Kata yang sejajar dengan ini adalah pleroo (πληρόω). Kata ini juga berarti “menjadi penuh” atau melengkapi. Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang memiliki cara berpikir seperti Roh Kudus. Mereka adalah orang-orang yang hidupnya benar-benar seirama dengan Roh Kudus. Tentu saja dalam seluruh perbuatan mereka nyaris tidak didapati cacat dan celanya. Orang percaya yang penuh dengan Roh Kudus adalah orang-orang yang cerdas dalam bertindak dan mengambil keputusan. Inilah yang juga disebut sebagai buah Roh. Karunia Roh dapat dipalsu, tetapi buah roh tidak dapat dipalsu.

Dalam Perjanjian Lama terdapat kisah mengenai orang-orang yang mengalami kepenuhan Roh Kudus. Manisfestasi mereka pun bermacam-macam. Tetapi dari sekian banyak peristiwa dalam Perjanjian Lama yang mengisahkan mengenai kepenuhan Roh, dapat dibagi menjadi dua tipe. Pertama, kepenuhan Roh secara temporal dengan tanda-tanda fisik secara temporal. Hal ini terjadi dalam banyak peristiwa yang ditulis dalam Bilangan 11:25-26; 1Samuel 10:5-6; 10- 13; 19:29-24 dan lain sebagainya. Tanda-tanda kepenuhan ini nyata dapat disaksikan sehingga orang dapat menyimpulkan bahwa mereka kepenuhan roh. Kepenuhan Roh kelompok ini tidak menjamin manusianya menjadi unggul. Seperti misalnya Saul, ia juga kepenuhan Roh tetapi akhirnya ia menjadi orang yang tertolak.

Kedua, kepenuhan Roh secara permanen. Tanda-tanda ini tidak nampak secara nyata dan spektakuler, tetapi buah kehidupan dari orang-orang seperti ini akan nampak dari keunggulan prestasi hidup mereka. Orang-orang yang dikenal penuh dengan Roh Allah adalah Yusuf,1 Musa,2 Yosua,3 Daniel.4 Dalam Perjanjian Baru juga kita peroleh kisah mengenai orang-orang yang dipenuhi Roh. Dalam zaman sebelum Pentakosta, ada orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus antara lain Elisabeth,5 Zakharia,6 Yohanes Pembaptis7 dan Tuhan Yesus sendiri. 8 Setelah kenaikan Tuhan Yesus, tercatat peristiwa-peristiwa mengenai kepenuhan dengan Roh ini antara lain dalam Kisah Para Rasul 4:13, yaitu ketika peristiwa Pentakosta. Tercatat pula orang-orang yang dikatakan oleh Firman Tuhan sebagai penuh dengan Roh, antara lain murid-murid Tuhan Yesus pada hari penuangan Roh Kudus, Stefanus, 9 Paulus,10 Barnabas.11 Dalam Kisah Para Rasul, peristiwa kepenuhan Roh hampir selalu disertai dengan tanda-tanda. Tetapi di zaman sebelum Pentakosta, kepenuhan roh tidak ditandai dengan hal-hal tersebut. Sebenarnya tanda luar biasa di hari Pentakosta pertama di Yerusalem hendak menunjukkan keabsahan peristiwa tersebut berasal dari Allah. Dari hal ini nyata bahwa Tuhan yang mentahbiskan gereja-Nya.

1) Kejadian 41:38 ; 2) Bilangan 11:25 ; 3) Ulangan 34:9 ; 4) Daniel 4:8,9,18; 5:11,14 ;
5) Lukas 1:41 ; 6) Lukas 1:67 ; 7) Lukas 1:15 ; 8) Lukas 4:1 ; 9) Kisah 7:55 ;
10) Kisah 9:17; 13:9 ; 11) Kisah 11:24

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.