27. Tanggung Jawab Menerima Baptisan Roh

SEKARANG KITA HARUS mulai menempatkan baptisan Roh Kudus secara proporsional. Baptisan Roh Kudus membawa orang percaya kepada proses kehidupan berjalan dalam Roh atau dipimpin oleh Roh Allah. Ini berarti orang percaya harus berusaha untuk merubah karakter agar dapat berjalan seirama dengan Tuhan. Orang percaya yang harus menyesuaikan diri dengan Allah, bukan sebaliknya. Ini berarti suatu perjuangan untuk menjadi sempurna, dan memang inilah maksud Roh Kudus diberikan, yaitu agar kita sempurna menjadi corpus delicti. Jadi, orang percaya pasti memiliki Roh Kudus yang menempatkan dirinya dalam perjuangan dikembalikannya ke rancangan semula Allah yaitu menjadi serupa dan segambar dengan Allah. Dalam hal ini sangatlah jelas bahwa Roh Kudus dianugerahkan kepada orang percaya agar proses keselamatan -yaitu dikembalikannya manusia kepada rancangan Allah semula- dapat terealisir.

Orang percaya harus dewasa, artinya percaya bahwa Roh Kudus sudah dicurahkan sebagai baptisan bagi gereja-Nya. Dalam menjalani hidup sebagai orang percaya, yang penting bukan karunia-karunia-Nya, tetapi bagaimana berjalan dengan Tuhan untuk memperoleh buah Roh. Sebab kalau kita sunguh-sungguh memburuh buah Roh -di antaranya kasih-1 maka karunia-karunia Roh Kudus sesuai dengan kebijaksanaan dan kedaulatan Allah, pasti diperlengkapi untuk setiap orang, bagi pelayanan pekerjaan-Nya. Pernyataan ini bukan berarti menolak peranan karunia di dalam kehidupan orang percaya. Karunia harus menjadi bagian hidup orang percaya yang tidak terpisahkan. Dalam menjalankan pelayanan pekerjaan Tuhan atau meruskan karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus agar sampai ke ujung bumi, orang percaya membutuhkan karunia. Karunia adalah satu-satunya sarana dan potensi untuk memberitakan Injil dan membangun jemaat. Tetapi harus tetap diingat bahwa karunia bukanlah tanda kedewasaan rohani. Ini berarti orang yang dapat mendemonstrasikan karunia berarti belum tentu sudah dewasa dan hidup berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan Yesus menyatakan bahwa ada orang-orang yang telah mendemonstrasikan karunia-karunia Roh, tetapi tidak melakukan kehendak Bapa, pada akhirnya mereka ditolak untuk masuk Kerajaan Surga.2 Penyimpangan dimana fungsi Roh Kudus dipahami salah atau diselewengkan, akan mengakibatkan fokus yang benar menjadi bergeser dan bisa sampai taraf menjadi sesat. Harus diingat bahwa karya Roh Kudus berfokus pada keselamatan.

Dalam proses keselamatan tersebut, memahami Injil adalah hal yang paling utama, sebab Injil adalah kuasa Allah yang menyelamatkan. Orang percaya harus bekerja keras menggunakan akal budi yang dipimpin Roh Kudus guna dapat mengerti Firman Tuhan. Tanpa kecerdasan dari pengertian terhadap kebenaran Firman Tuhan, seseorang tidak dapat berjalan seiring dengan Tuhan. Tanpa mengerti kebenaran seseorang tidak dapat berjalan dengan Roh Kudus. Ini sama artinya tidak bisa digarap oleh Roh Kudus. Pengertian terhadap kebenaran akan membuat seseorang stabil, tidak jatuh bangun dan menjadi suam-suam. Pengertian akan kebenaran akan memerdekakan, artinya membuat seseorang tidak menjadi duniawi tetapi rohani dan tidak mencintai dunia tetapi mengasihi Tuhan. Mereka akan bertumbuh dalam kesempurnaan Kristus, memindahkan hati ke Kerajaan Surga dan nyata-nyata menjadi garam dan terang dunia.

Bahasa roh dan karunia-karunia lain tidak bisa menggantikan kerja keras masing-masing individu untuk mencapai kedewasaan penuh dalam Tuhan. Karunia-karunia Roh memiliki tempat penting dalam kehidupan, tetapi setiap orang percaya memiliki bagian yang harus dipenuhi yaitu bekerja keras untuk belajar Firman Tuhan agar dapat memahaminya dengan benar. Ini adalah bagian yang juga sangat penting tidak bisa digantikan oleh siapa pun, kecuali manusia itu sendiri. Dengan kata lain, orang percaya harus berjuang bekerja sama dengan Roh Kudus untuk dikembalikan ke rancangan semula Allah. Dalam hal ini Tuhan tidak dapat menyelamatkan orang yang tidak bersedia bekerja keras berkolaborasi dengan Roh Kudus.

1) 1Korintus 14:1 ; 2) Matius 7:21-23

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.